Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jakarta Masuk 15 Besar Dunia: Transportasi Umum yang Mengejutkan

Jakarta Masuk 15 Besar Dunia: Transportasi Umum yang Mengejutkan
Minat|Asia Tenggara

Jakarta Lampaui Amsterdam: Apa Makna Peringkat ke-15?

Transportasi umum Jakarta adalah jaringan layanan angkutan massal yang mencakup bus, kereta, dan moda rel lain yang diintegrasikan untuk memudahkan mobilitas harian warga, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, dan meningkatkan kualitas hidup di kawasan metropolitan yang padat penduduk. Jakarta menembus peringkat ke-15 dalam daftar 20 kota dengan transportasi umum terbaik di dunia versi sebuah majalah internasional, berdasarkan survei terhadap lebih dari 24.000 warga di berbagai kota. Sebanyak 79,2 persen responden menilai layanan transportasi umum Jakarta baik atau luar biasa. Artinya, mayoritas pengguna merasa pengalaman mereka di bus, kereta, dan moda lain sudah berada di level yang layak dibanggakan. Lebih mengejutkan lagi, skor ini menempatkan Jakarta di atas Amsterdam dan Oslo dalam ranking kota dunia untuk transportasi publik.

Jakarta Masuk 15 Besar Dunia: Transportasi Umum yang Mengejutkan

Dari Peringkat 17 ke 15: Revolusi Integrasi, Bukan Sekadar Infrastruktur

Kenaikan Jakarta dari peringkat ke-17 menjadi ke-15 bukan kebetulan, melainkan hasil strategi integrasi transportasi umum Jakarta yang semakin matang. Gubernur Pramono Anung menautkan lonjakan ini dengan integrasi MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, dan Mikrotrans yang kini jauh lebih menyatu sebagai satu ekosistem perjalanan. Dalam kata lain, kota ini mulai berpindah dari pola “proyek per moda” ke sistem jaringan yang saling tersambung. Survei global tersebut menilai layanan berdasarkan ketepatan waktu, kebersihan, keterjangkauan, dan kemudahan berpindah moda. Di sinilah Jakarta mulai mengejar kota-kota maju: bukan karena semua sudah sempurna, tetapi karena pengalaman pengguna membaik secara nyata. “Hasilnya, 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap transportasi publik di Jakarta,” tutur Pramono.

Jakarta Masuk 15 Besar Dunia: Transportasi Umum yang Mengejutkan

Kepuasan 79,2 Persen: Apa yang Dirasakan Pengguna Sehari-hari?

Angka 79,2 persen kepuasan pengguna transportasi bukan sekadar statistik; ini cermin perubahan di jalanan Jakarta. Peringkat tersebut menjadi gambaran pengalaman masyarakat menggunakan transportasi umum di kota ini. Bagi penumpang, integrasi tiket dan rute berarti perjalanan yang lebih sederhana: berpindah dari MRT ke Transjakarta atau Mikrotrans tanpa rasa tersesat, dan dengan waktu tunggu yang lebih terukur. Jaringan yang kian rapat juga mengurangi kebutuhan membawa kendaraan pribadi hingga ke pusat kota. Menurut pemerintah kota, pengembangan jaringan bus dan rel dalam setahun terakhir diarahkan untuk menjangkau kawasan yang sebelumnya sulit dilayani angkutan umum. Dengan kata lain, kepuasan pengguna transportasi lahir dari kombinasi infrastruktur publik yang membaik dan desain layanan yang lebih peduli pada kenyamanan penumpang, bukan hanya pada beton dan rel.

Ranking Kota Dunia: Mengapa Jakarta Bisa Mengungguli Amsterdam?

Dalam daftar 20 kota dengan transportasi umum terbaik, Jakarta berada di posisi ke-15 dengan 79,2 persen penilaian positif. Di bawahnya berderet Riyadh (78,2 persen), Hamburg (77 persen), Amsterdam (76,9 persen), Vancouver (76,7 persen), dan Oslo (75,9 persen). Fakta bahwa kota ini melampaui Amsterdam dan Oslo mengirim pesan penting: ranking kota dunia kini semakin ditentukan oleh kepuasan pengguna transportasi, bukan reputasi historis. Kota-kota teratas seperti Taipei, Singapura, dan Hong Kong masih unggul dengan skor di atas 90 persen, tetapi jarak Jakarta dengan kelompok papan tengah mulai menyempit. Ini menunjukkan bahwa ketika infrastruktur publik dikembangkan dengan fokus pada integrasi dan pengalaman pengguna, kota yang dulu dikenal macet parah pun bisa naik kelas. Pertanyaannya bukan lagi “apakah Jakarta bisa?”, melainkan “apakah kota ini mau menjaga konsistensi perbaikan?”

Masa Depan Transportasi Umum Jakarta: Menjaga Momentum, Bukan Euforia

Kenaikan dua tingkat di ranking global adalah alarm positif, tetapi juga peringatan: jika momentum hilang, kepercayaan publik ikut turun. Pemerintah kota menyatakan akan melanjutkan pengembangan jaringan transportasi untuk menjangkau kawasan yang belum terhubung, dengan fokus pada perluasan Transjabodetabek agar perjalanan dari dan ke wilayah penyangga semakin mudah. Jaringan MRT Jakarta akan diperluas melalui Fase 2A dari Bundaran HI menuju Kota, menambah tujuh stasiun dan dioperasikan bertahap; segmen Bundaran HI–Monas ditargetkan beroperasi pada 2027, dan seluruh jalur hingga Kota pada 2029. Pengembangan berikutnya direncanakan menghubungkan Kelapa Gading dengan Dukuh Atas pada 2028. Dengan rencana ini, infrastruktur publik Jakarta berpeluang naik kelas lagi. Namun keberhasilan akhir tetap ditentukan oleh satu hal: apakah pengguna merasakan perjalanan yang lebih mudah, terjangkau, dan dapat diandalkan setiap hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!