Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Partin Muhlisin Pecahkan Rekor 100 Meter T63 dengan Emas

Partin Muhlisin Pecahkan Rekor 100 Meter T63 dengan Emas
Minat|Lari

Emas penutup yang memecahkan rekor

Para atletik adalah cabang olahraga adaptif yang mencakup pertandingan lintasan dan lapangan bagi atlet dengan disabilitas, dengan kategori nomor mengikuti klasifikasi kompetisi. Pada Jumat, 23 Oktober, Partin Muhlisin menutup rangkaian para atletik Indonesia di Asian Para Games 2026 dengan kemenangan yang punya bobot lebih dari sekadar medali. Sprinter asal Magelang itu finis pertama pada nomor 100 meter putra T63 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium dalam 12,37 detik, sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games untuk nomor tersebut. Ia unggul atas atlet Thailand, Phalathip Khamta, yang mencatat 12,72 detik. Partin menjadi penyumbang emas terakhir bagi tim Merah Putih, sehingga penampilannya memberi penutup yang kuat bagi cabang ini. “Alhamdulillah dapat mengulang medali emas lagi untuk Indonesia. Perasaannya luar biasa, senang sekali karena memang prosesnya juga sudah lumayan lama,” kata Partin seusai lomba.

22 medali dari perjuangan kolektif

Hasil Partin menjadi puncak yang pas, tetapi raihan para atletik Indonesia tidak berdiri di atas satu nama saja. Tim menutup kompetisi dengan 22 medali: tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Empat di antaranya datang pada hari terakhir, ketika Partin meraih emas, Ansyari dan Saptoyogo Purnomo masing-masing menyumbang perak, serta Rica Oktavia merebut perunggu. Ansyari naik podium melalui lempar lembing putra F40-41, Saptoyogo lewat lari 200 meter putra T37, dan Rica melalui lompat jauh putri T20. Rangkaian hasil itu menunjukkan kontribusi lintas nomor dan kategori, bukan sekadar satu momen gemilang di lintasan. Emas Partin memang menjadi sorotan karena rekornya, tetapi total medali memperlihatkan kerja kolektif yang membuat penutupan kompetisi ini berarti bagi olahraga adaptif.

Capaian yang patut dibaca dalam konteks

Tiga emas dalam koleksi cabang ini datang dari Partin, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Karisma Evi Tiarani. Kadek menjuarai lempar cakram putra F57 pada 20 Oktober sekaligus memecahkan rekor dunia, sedangkan Karisma meraih emas lari 100 meter putri T63 pada 21 Oktober dengan waktu 14,59 detik. Dengan demikian, rekor Partin bukan prestasi yang terisolasi, melainkan bagian dari penampilan kuat di nomor dan hari yang berbeda. Sebanyak 22 medali para atletik turut membantu kontingen Indonesia berada di peringkat kedelapan klasemen sementara hingga pertandingan Jumat, dengan total 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Angka-angka itu memberi ukuran yang jelas atas sumbangan cabang ini. Kesimpulannya, emas terakhir Partin bukan hanya menutup perlombaan dengan rekor 100 meter T63; ia juga menjadi penanda yang pantas bagi kontribusi besar tim sepanjang Asian Para Games 2026.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!