Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan Kerja Medan Siapkan 200 Peserta untuk Industri

Pelatihan Kerja Medan Siapkan 200 Peserta untuk Industri
Minat|Asia Tenggara

Seleksi ketat, peluang yang perlu berujung pada pekerjaan

Pelatihan kerja berbasis kompetensi adalah program yang membekali pencari kerja dengan keterampilan praktis dan sertifikasi agar lebih siap memenuhi persyaratan perusahaan. Di Medan, program tahun anggaran 2026 ini dibuka Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas di Aula Gedung Pelindo, Belawan, pada 3 November. Dari 1.218 pendaftar, 200 orang dinyatakan lolos seleksi, sehingga kesempatan yang tersedia hanya menjangkau sebagian kecil peminat. Angka itu menunjukkan tingginya persaingan sekaligus kebutuhan untuk memastikan pelatihan menghasilkan manfaat nyata, bukan berhenti pada kelulusan seleksi. Bagi peserta pelatihan kerja, ukuran keberhasilan semestinya bukan hanya jumlah orang yang masuk kelas, melainkan keterampilan yang dikuasai, sertifikasi yang diperoleh, dan peluang kerja yang terbuka setelah program selesai.

Tingginya kebutuhan ini tak bisa dilepaskan dari jumlah pencari kerja di Medan yang disebut melampaui 100.000 orang setiap tahun. Program tersebut juga menindaklanjuti aspirasi warga dan anggota DPRD, termasuk masukan yang disampaikan melalui kegiatan Sapa Warga. Namun, seleksi ketat akan terasa adil hanya jika peserta terpilih mendapat pelatihan bermutu serta akses yang jelas menuju lowongan atau usaha mandiri.

Pelatihan Kerja Medan Siapkan 200 Peserta untuk Industri

Kuota Medan Utara naik, akses harus diikuti pemerataan

Perubahan paling tegas dalam pelatihan kerja Medan kali ini adalah kenaikan kuota pelatihan Medan Utara: dari sekitar 30 persen menjadi 60 persen. Sebanyak 122 dari 200 peserta berasal dari kawasan tersebut, mencakup Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Belawan. Kebijakan ini patut diapresiasi karena akses pelatihan yang lebih dekat dan terbuka dapat membantu warga yang selama ini kurang terwakili. Namun, persentase kuota saja belum membuktikan pemerataan; kualitas pengajaran, kecocokan materi dengan pekerjaan setempat, dan dukungan setelah pelatihan juga menentukan siapa yang akhirnya mendapat manfaat.

Rico Waas menyebut, “Kalau katanya biasanya dulu 30 persen, kali ini menjadi 60 persen! Jadi dari Medan Utara ada 122 orang.” Pernyataan itu menegaskan perubahan alokasi, tetapi langkah berikutnya harus memastikan kesempatan tersebut tidak berhenti pada penerimaan peserta. Pemantauan kelulusan, sertifikasi, penempatan kerja, dan akses bagi warga yang belum terpilih akan membantu menilai apakah kenaikan kuota benar-benar mengurangi kesenjangan kesempatan.

Keterampilan harus mengikuti kebutuhan industri Medan

Arah program ini tepat jika pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan industri Medan, bukan sekadar daftar kelas yang mudah diselenggarakan. Materinya mencakup keselamatan dan kesehatan kerja, barista, tenun, pemasaran digital, teknisi pendingin atau AC, operator forklift, dan fabrikasi aluminium. Ragam tersebut membuka jalur ke pekerjaan teknis maupun jasa, tetapi relevansinya bergantung pada mutu instruktur, fasilitas praktik, dan hubungan nyata dengan perusahaan yang merekrut. Rico Waas mengingatkan bahwa perusahaan tidak hanya menilai ijazah, tetapi juga keterampilan; karena itu, sertifikasi kompetensi perlu menjadi bukti kemampuan yang diakui, bukan formalitas di akhir program.

Pemerintah kota juga meminta Dinas Ketenagakerjaan membangun sistem informasi lowongan digital yang diperbarui secara waktu nyata agar pencari kerja dapat menemukan peluang sesuai kompetensinya. Selain kemungkinan memperoleh penempatan kerja, peserta disebut berpeluang menerima bantuan peralatan untuk memulai usaha mandiri. Disiplin, kejujuran, integritas, dan sikap profesional tetap penting, tetapi tanggung jawab mencocokkan keterampilan dengan kebutuhan pasar tidak boleh dibebankan kepada peserta seorang diri.

Ukur keberhasilan dari hasil setelah pelatihan

Program ini memberi Medan kesempatan untuk menghubungkan pelatihan, kebutuhan perusahaan, dan akses kerja dalam satu jalur yang lebih jelas. Penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas Ketenagakerjaan dan sejumlah perusahaan menjadi langkah awal yang berguna, tetapi hasilnya perlu terlihat dalam peluang magang, wawancara, penempatan, atau dukungan usaha bagi lulusan. Pembaruan lowongan secara waktu nyata juga harus disertai informasi yang akurat dan mudah diakses, agar peserta tidak sekadar memiliki sertifikat tanpa tahu ke mana harus melangkah.

Dengan 1.018 pendaftar tidak terpilih, pemerintah kota perlu terus memperluas jalur peningkatan kompetensi sambil mengevaluasi hasil angkatan ini. Kenaikan kuota Medan Utara patut dipertahankan bila disertai pemerataan mutu dan bukti bahwa lulusan mendapat manfaat. Kesimpulannya, 200 peserta adalah awal yang berarti, bukan ukuran akhir: keberhasilan pelatihan kerja Medan akan ditentukan oleh seberapa baik keterampilan yang diajarkan menjawab kebutuhan industri dan mengantarkan warga pada pekerjaan atau usaha yang berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!