Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Konser Besar Membuka Peluang Wisata Musik dan Ekonomi Kreatif

Konser Besar Membuka Peluang Wisata Musik dan Ekonomi Kreatif
Minat|Australia & Selandia Baru

Konser dapat menjadi daya tarik wisata

Wisata musik adalah perjalanan yang menjadikan konser atau acara musik sebagai alasan utama seseorang mengunjungi suatu kota, sekaligus membuka ruang bagi pengeluaran dan aktivitas di luar arena pertunjukan. Bagi Jakarta, keberhasilan konser Kanye West pada 24 Oktober 2026 memberi alasan kuat untuk mengembangkan wisata musik sebagai bagian dari strategi pariwisata, bukan sekadar menjadikan kota ini tempat singgah artis internasional. Konser bertajuk Ye Live in Jakarta berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan dihadiri sekitar 70 ribu penonton, termasuk sekitar 25 ribu pengunjung dari luar negeri yang berasal dari 80 negara. Angka tersebut menunjukkan jangkauan acara yang melampaui pasar lokal. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut keberhasilan konser itu sebagai momentum untuk menghadirkan lebih banyak acara musik internasional. Ambisi tersebut masuk akal, tetapi harus ditopang pengalaman pengunjung yang baik sebelum dan sesudah mereka memasuki stadion.

Manfaat ekonomi meluas ke luar panggung

Nilai sebuah konser tidak semestinya hanya dihitung dari tiket atau keramaian di dalam stadion. Saat Ye Live in Jakarta berdekatan dengan Jakarta Running Festival (JRF) pada 24 dan 25 Oktober, kawasan GBK menjadi tujuan bagi penonton konser dan pelari dari berbagai daerah. JRF 2026 menghadirkan lebih dari 37 ribu pelari, menurut laporan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kepadatan acara seperti ini dapat menggerakkan transportasi, penginapan, makanan, serta kebutuhan pengunjung lainnya. Dampaknya juga menjangkau pekerja produksi, penyedia perlengkapan, vendor, desainer, pelaku UMKM, dan tenaga pengamanan. Di sinilah ekonomi kreatif Jakarta berpeluang mendapat manfaat yang lebih luas: acara besar dapat menjadi pesanan bagi banyak usaha dan pekerja, bukan hanya keuntungan bagi promotor. Namun, peluang itu perlu dirancang agar pelaku lokal memperoleh akses nyata, bukan sekadar menjadi latar bagi acara berskala besar.

Pakar pariwisata Prof. Azril Azahari menilai penyelenggaraan Ye Live in Jakarta dan JRF dalam waktu berdekatan sebagai langkah berani dengan dampak positif. Pandangan itu tepat, tetapi manfaatnya tidak otomatis tersebar merata. Promotor, pemerintah, dan pengelola kawasan perlu menjaga agar vendor lokal, pekerja kreatif, serta usaha kecil dapat ikut masuk ke rantai penyediaan acara. Jakarta punya peluang membangun pengalaman kota yang menghubungkan musik, olahraga, kuliner, dan gaya hidup, bukan menjual satu pertunjukan secara terpisah.

Minat konser harus diimbangi akses dan tata kelola

Minat penyelenggara terhadap venue besar memberi Jakarta kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan acara, tetapi jumlah konser saja bukan ukuran keberhasilan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan 15 konser besar telah mengajukan permohonan untuk digelar di Jakarta International Stadium. Menurutnya, akses transportasi yang membaik membuat JIS lebih menarik; kawasan itu terhubung dengan Ancol, dapat dijangkau KRL, dan peron KRL tambahan direncanakan. Perbaikan tersebut penting bagi penonton yang ingin mencapai lokasi tanpa menambah beban kemacetan. Pemerintah juga perlu memastikan arus keluar-masuk, keamanan, fasilitas kesehatan, dan kenyamanan kawasan berjalan seiring dengan jadwal acara. Tanpa pengelolaan yang cermat, konser beruntun berisiko mengubah antusiasme menjadi pengalaman melelahkan bagi pengunjung maupun warga sekitar.

Peluang wisata musik Jakarta terletak pada gabungan daya tarik kota, pasar domestik yang besar, profesionalisme pelaku, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Karena itu, kebijakan transportasi dan pengelolaan ruang publik perlu dipandang sebagai bagian dari produk wisata, bukan urusan pendukung semata. Jika Jakarta mampu memberi pengalaman yang lancar sekaligus membuka ruang kerja bagi industri lokal, konser Jakarta dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berulang. Jika tidak, angka penonton besar hanya akan menjadi capaian sesaat.

Konser Besar Membuka Peluang Wisata Musik dan Ekonomi Kreatif

Dari acara besar menuju ekosistem yang berkelanjutan

Konser Kanye West dan JRF memperlihatkan bahwa acara besar dapat menarik pengunjung lintas negara dan daerah serta menghidupkan berbagai sektor di sekitarnya. Kini tantangannya adalah mengubah momentum itu menjadi ekosistem yang konsisten: jadwal acara yang tertata, akses publik yang andal, pengelolaan kawasan yang aman, dan peluang kerja yang terbuka bagi pelaku lokal. Pemerintah pusat telah mendorong lebih banyak acara musik internasional, sementara Jakarta memiliki minat penyelenggara yang terlihat dari pengajuan konser di JIS. Itu modal awal, bukan hasil akhir. Wisata musik akan bernilai bagi kota jika pengunjung memperoleh pengalaman yang nyaman dan manfaat ekonomi menyebar ke warga serta pekerja kreatif. Jakarta sebaiknya mengukur keberhasilan bukan hanya dari megahnya panggung, tetapi juga dari seberapa lama kegiatan itu menghidupkan kota dan seberapa banyak pihak lokal yang ikut tumbuh.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!