Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Sekolah Mendadak PJJ karena Kabut Asap?
Keputusan PJJ PTM saat kualitas udara sekolah memburuk adalah proses penentuan apakah pembelajaran dilakukan jarak jauh, tatap muka penuh, atau PTM terbatas, yang diambil oleh kepala sekolah dan pemerintah daerah berdasarkan pemantauan indeks ISPU, sebaran kabut asap pembelajaran, serta pertimbangan kesehatan siswa dan guru dalam jangka pendek maupun panjang. Orang tua sering melihatnya sebagai pengumuman mendadak di grup WhatsApp, padahal di balik itu ada rangkaian penilaian risiko yang cukup kompleks. Di Palembang, Perwali Nomor 63 Tahun 2026 secara tegas menyerahkan keputusan pembelajaran saat kabut asap karhutla kepada kepala satuan pendidikan masing-masing. Artinya, sekolah tidak sekadar ikut-ikutan tren kota lain, tetapi menilai langsung kualitas udara di lingkungan mereka sendiri sebelum menetapkan apakah besok anak belajar dari rumah atau tetap datang ke kelas.
Palembang: Kepala Sekolah sebagai Pengambil Keputusan Utama
Palembang memilih pendekatan yang menempatkan kepala sekolah di kursi pengemudi kebijakan PJJ atau PTM. Kepala Dinas Pendidikan menyatakan jelas bahwa keputusan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditentukan kepala sekolah SD–SMP, dengan landasan Perwali 63/2026 tentang pelaksanaan pembelajaran saat kabut asap karhutla. Praktiknya, tiap sekolah menilai kualitas udara sekolah masing-masing, bukan sekadar rata-rata kota. Bila udara sekitar sekolah dinilai membaik, mereka boleh kembali ke kelas; bila masih buruk, PJJ berlanjut. Indeks ISPU menjadi kompas utama: kepala sekolah diberi wewenang dengan melihat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah masing-masing sebelum memutuskan mode belajar keesokan harinya. Pendekatan ini memberi fleksibilitas, tetapi sekaligus menuntut orang tua lebih aktif mengikuti informasi dari sekolah, bukan hanya dari kanal resmi pemerintah kota.
Jambi dan Banjarmasin: Ketika Pemerintah Kota Mengambil Alih Kemudi
Berbeda dengan Palembang, beberapa kota memilih keputusan terpusat. Di Jambi, pemerintah kota memperpanjang PJJ untuk TK/PAUD, SD, hingga SMP karena kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, dengan ISPU tercatat mencapai angka 206 menurut pemantauan resmi. Kebijakan ini mengikuti surat edaran kementerian dan wali kota, sehingga semua satuan pendidikan wajib tunduk. Di Banjarmasin, pemerintah kota juga memberlakukan PJJ bagi TK, SD, dan SMP karena kualitas udara masih tidak sehat akibat kabut asap. Evaluasi dilakukan per tiga hari, dengan wali kota menjelaskan bahwa indeks ISPU 174 masih dinilai belum aman bagi aktivitas luar ruang anak. Polanya jelas: kota dengan paparan kabut asap lebih merata cenderung memilih keputusan PJJ PTM di level kota, bukan per sekolah. Konsekuensinya, orang tua bisa sedikit lebih tenang soal kepastian jadwal, tapi harus siap PJJ berkepanjangan sampai ISPU turun ke level aman.
Tabalong: Zona Abu-Abu dan PTM Terbatas sebagai Kompromi
Tabalong menunjukkan bagaimana PTM terbatas kualitas udara bisa menjadi kompromi di antara PJJ penuh dan PTM normal. Kabut asap di sana tidak menyelimuti semua wilayah secara merata, sehingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menekankan agar sekolah di wilayah yang tidak begitu parah dapat menerapkan PTM terbatas, sementara daerah dengan kabut asap tebal diminta tetap PJJ. Kebijakan ini tidak diambil spontan; penerapan PTM terbatas atau PJJ dipertimbangkan dengan melihat situasi sore atau malam hari sebelumnya dan harus berkoordinasi dengan pengawas sekolah. Aturannya ketat: siswa wajib memakai masker, tidak ada pembelajaran di luar ruangan, dan dianjurkan banyak minum air putih. Menariknya, keputusan PTM terbatas diambil meski ISPU masih di angka 200 ke atas atau sangat tidak sehat. Artinya, bagi orang tua, PTM terbatas bukan berarti udara sudah aman, melainkan upaya menyeimbangkan kebutuhan belajar tatap muka dengan perlindungan kesehatan yang ketat.
Apa yang Perlu Orang Tua Lakukan: Pahami Kriteria dan Siapkan Rencana Cadangan
Pelajaran utama bagi orang tua: jangan pasif menunggu pengumuman, pahami pola dan kriteria di balik keputusan PJJ PTM. Di Jambi, perpanjangan PJJ dilakukan setelah pemantauan ISPU menunjukkan kualitas udara sangat tidak sehat, dan orang tua diminta melakukan pengawasan serta pendampingan selama PJJ berlangsung. Di Tabalong, kebijakan untuk besok ditimbang pada sore/malam sebelumnya; di Banjarmasin, evaluasi PJJ dilakukan setiap tiga hari. Pola ini menunjukkan bahwa timeline keputusan bisa harian atau berkala, dan sering keluar mendekati malam. Orang tua bijak akan: selalu memantau kanal resmi sekolah dan dinas pendidikan, memahami bahwa indeks ISPU sekolah dan kabut asap pembelajaran adalah parameter kunci, menyiapkan sudut belajar di rumah untuk skenario PJJ mendadak, serta membekali anak masker dan kebiasaan minum air saat PTM terbatas atau PTM biasa. Dengan memahami proses pengambilan keputusan, keluarga bisa merencanakan rutinitas belajar anak tanpa panik setiap kali kabut asap datang.






