Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Perluasan Stasiun Harus Mengikuti Lonjakan Mobilitas

Perluasan Stasiun Harus Mengikuti Lonjakan Mobilitas
Minat|Asia Tenggara

Pertumbuhan penumpang menuntut layanan yang lebih siap

Modernisasi stasiun adalah pembaruan ruang layanan, akses, dan fasilitas pendukung agar perjalanan kereta lebih nyaman serta hubungan antara moda rel dan kegiatan kota berjalan lebih tertib. Intinya, pembangunan fasilitas perlu mengikuti kebutuhan penumpang, bukan berhenti pada pembenahan tampilan. Di Daop 8 Surabaya, aktivitas pelanggan kereta jarak jauh dan Commuter Line Area VIII mencapai 17,64 juta pada Januari–September 2026, naik 8,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu menunjukkan permintaan transportasi regional terus tumbuh dan membuat peningkatan layanan semakin mendesak. Kereta jarak jauh mencatat 4,85 juta pelanggan naik, tumbuh 7,88 persen, sementara Commuter Line melayani 12,79 juta pelanggan, meningkat 8,42 persen. KAI menyatakan pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan, keandalan operasional, dan fasilitas yang mendukung kenyamanan. Karena itu, modernisasi infrastruktur KAI sebaiknya dinilai dari manfaatnya bagi perjalanan sehari-hari.

Lamongan merencanakan fasilitas yang lebih lengkap

Rencana penataan Stasiun Lamongan mencakup hall penumpang dan selasar peron baru, perluasan parkir, penataan area antar-jemput, serta ruang usaha bagi pelaku UMKM. Perluasan fasilitas stasiun ini menyasar persoalan praktis: penumpang membutuhkan tempat menunggu yang lebih nyaman, akses peron yang memadai, dan arus kendaraan yang tidak saling menghambat. Area parkir yang lebih luas diharapkan menampung kebutuhan kendaraan pelanggan, sementara penataan zona antar-jemput ditujukan untuk melancarkan arus ketika aktivitas meningkat. Namun, rencana itu belum masuk tahap pelaksanaan. Lahan yang hendak digunakan termasuk kawasan hutan kota, sehingga KAI masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan dan instansi terkait untuk memastikan kesesuaiannya dengan ketentuan tata ruang dan lingkungan. Rencana ini menindaklanjuti arahan bupati yang berangkat dari nota kesepahaman pada 2025. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan penataan direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dan mendukung kelancaran mobilitas.

Ruang UMKM penting, tetapi pelaksanaan harus jelas

Penyediaan tempat usaha di stasiun layak dipandang sebagai bagian dari layanan transportasi, bukan sekadar tambahan ruang komersial. Rencana Lamongan memasukkan area UMKM bersama pembenahan hall, selasar, parkir, dan zona antar-jemput. Jika dirancang dengan akses yang tertib dan lokasi yang mudah dijangkau, ruang ini berpotensi memberi pelaku usaha lokal kesempatan menjangkau penumpang. Namun, manfaat bagi UMKM transportasi regional tidak otomatis hadir hanya karena ruang usaha tercantum dalam rancangan; kepastian lokasi, pengelolaan, dan proses realisasi juga menentukan. Untuk saat ini, seluruh rencana masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat diwujudkan. KAI dan pemerintah daerah perlu menuntaskan persoalan lahan tanpa mengabaikan fungsi lingkungan kawasan hutan kota. Kesimpulannya, modernisasi stasiun akan bernilai ketika fasilitasnya menjawab kebutuhan perjalanan sekaligus membuka peluang ekonomi lokal secara tertata. Pertumbuhan pelanggan memberi alasan kuat untuk bergerak, tetapi mutu pelaksanaanlah yang akan menentukan hasilnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!