Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kereta Cepat Whoosh: Lonjakan Penumpang, Akses Stasiun, dan Beban Utang

Kereta Cepat Whoosh: Lonjakan Penumpang, Akses Stasiun, dan Beban Utang
Minat|Asia Tenggara

Lonjakan Penumpang: Sukses Operasional yang Tak Bisa Diabaikan

Kereta cepat Whoosh adalah layanan kereta cepat Jakarta–Bandung yang dirancang sebagai tulang punggung transportasi umum modern, menghubungkan pusat aktivitas bisnis, industri, dan wisata dengan waktu tempuh singkat, frekuensi perjalanan tinggi, dan integrasi dengan moda lain seperti LRT dan bus untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian penumpang kereta cepat di kawasan metropolitan. Dari sisi operasi, Whoosh pantas disebut sukses. PT KCIC mencatat kereta cepat Whoosh telah melayani 18,2 juta penumpang sampai 16 Oktober sejak beroperasi komersial pada 17 Oktober. Jumlah perjalanan harian naik tajam, dari 14 menjadi 62 perjalanan per hari, dengan volume penumpang harian yang pernah menembus lebih dari 26 ribu orang. Menurut Eva Chairunisa, “Kepercayaan lebih dari 18 juta penumpang menunjukkan bahwa layanan kereta cepat makin diterima dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan perjalanan antara Jakarta dan Bandung.” Angka-angka ini menegaskan bahwa masyarakat merespons positif kehadiran Whoosh sebagai bagian ekosistem transportasi umum modern, bukan sekadar proyek mercusuar.

Kereta Cepat Whoosh: Lonjakan Penumpang, Akses Stasiun, dan Beban Utang

Stasiun Whoosh Karawang: Akses yang Sedang Dikejar

Keberhasilan kereta cepat Whoosh tidak cukup diukur dari jumlah penumpang; akses ke stasiun menjadi ujian berikutnya. Selama ini, Stasiun Whoosh Karawang diakui belum senyaman stasiun pusat kota karena pengguna dari kawasan industri dan permukiman harus memutar lebih jauh sebelum mencapai stasiun. KCIC merespons dengan mengembangkan dua akses baru melalui Trans Heksa Karawang dan Deltamas, untuk memangkas waktu perjalanan dan memperluas konektivitas menuju layanan kereta cepat Whoosh. Akses Trans Heksa sepanjang 1,6 kilometer dirancang sebagai jalur lebar dan nyaman bagi pekerja dan pelaku usaha di kawasan industri, sementara akses Deltamas sepanjang 3 kilometer lewat Jembatan Cibeet menghubungkan kawasan industri, bisnis, dan permukiman di Kabupaten Bekasi dengan stasiun Whoosh Karawang. Sepanjang Januari–September, stasiun ini sudah melayani sekitar 258.000 penumpang, rata-rata 1.000 penumpang per hari, sehingga perbaikan akses bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar pertumbuhan penumpang tetap berkelanjutan.

Kereta Cepat Whoosh: Lonjakan Penumpang, Akses Stasiun, dan Beban Utang

Pelajaran dari Taiwan: Akses Stasiun dan Kenyamanan sebagai Kunci

Perbandingan dengan kereta cepat Taiwan menunjukkan bahwa teknologi dan kecepatan bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Penulis Kenichi Ogura menyoroti bagaimana kereta cepat Taiwan dapat dinaiki langsung dari Stasiun Taipei, salah satu pusat transportasi utama ibu kota, sementara penumpang Whoosh dari pusat Jakarta harus terlebih dahulu menuju Stasiun Halim yang terhubung dengan LRT dan bus. Pengalaman akses yang mulus di Taipei membuat layanan terasa lebih menyatu dengan kehidupan kota. Ogura juga menggambarkan kabin kereta Taiwan yang bersih, lapang, dan mirip dengan Shinkansen Tokaido, dengan perjalanan sekitar 100 menit yang berlangsung lancar. Ia menekankan bahwa keberhasilan kereta cepat ditentukan oleh kemudahan akses, keterjangkauan tarif, dan keberlanjutan keuangan, bukan hanya teknologi. Bagi Whoosh, kritik ini seharusnya dibaca sebagai dorongan untuk mempercepat integrasi stasiun dengan jaringan transportasi umum modern di kawasan perkotaan, agar pengalaman penumpang kereta cepat tidak terputus di pintu stasiun.

Utang Whoosh Miliar dan Perpres: Menjaga Proyek Tetap Sehat

Di balik keberhasilan operasional, kereta cepat Whoosh membawa beban keuangan yang berat. Biaya proyek disebut meningkat dari sekitar 6 miliar dolar AS menjadi sekitar 7,3 miliar dolar AS, dan pemerintah kini menyiapkan Peraturan Presiden untuk mengatur keberlanjutan proyek, termasuk penyelesaian kewajiban keuangan yang nilainya mencapai sekitar 7,3 miliar dolar AS. Regulasi ini juga disiapkan sebagai landasan hukum pengalihan kepemilikan saham PSBI kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan, agar pengelolaan kepemilikan dan kewajiban keuangan proyek lebih terintegrasi dan akuntabel. Pemerintah menegaskan bahwa penyelesaian persoalan keuangan Whoosh harus dilakukan menyeluruh dan hati-hati, sambil memastikan operasional kereta cepat tetap berjalan baik dan tidak mengganggu kesehatan APBN. Dalam struktur KCIC, konsorsium BUMN menguasai 60 persen saham, sementara 40 persen dimiliki konsorsium perusahaan China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Tanpa tata kelola utang yang jelas, keberhasilan operasional berisiko berubah menjadi beban fiskal jangka panjang.

Kesimpulan: Menyatukan Kecepatan, Akses, dan Keberlanjutan Finansial

Tiga tahun pertama menunjukkan kereta cepat Whoosh mampu menarik penumpang kereta cepat dalam jumlah besar dan menjadi bagian penting dari transportasi umum modern di koridor Jakarta–Bandung. Namun, keberhasilan ini baru separuh cerita. Akses stasiun, terutama di titik seperti stasiun Whoosh Karawang, masih dalam proses penyempurnaan melalui pembangunan jalur Trans Heksa dan Deltamas yang diharapkan memudahkan pekerja, pelaku usaha, dan warga permukiman mengakses layanan kereta cepat. Di sisi lain, utang Whoosh miliar yang memicu penyusunan Perpres menunjukkan bahwa proyek ini harus dikelola dengan disiplin finansial agar tidak menekan APBN. Pelajaran dari Taiwan menegaskan bahwa kereta cepat yang sukses adalah yang memadukan kecepatan, kenyamanan, akses stasiun yang mudah, dan struktur pembiayaan yang sehat. Jika Whoosh mampu menyatukan keempat unsur itu, ia bukan hanya simbol modernisasi, tetapi fondasi nyata mobilitas masa depan.

Kereta Cepat Whoosh: Lonjakan Penumpang, Akses Stasiun, dan Beban Utang

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!