Keselamatan lebih penting daripada mengejar jadwal
Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen bagi murid yang mengukur kemampuan akademik dan memerlukan kondisi pelaksanaan yang aman serta mendukung konsentrasi. Di Kalimantan Tengah, pelaksanaan TKA 2026 ditunda setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengganggu kualitas udara dan menimbulkan risiko bagi kesehatan murid. Disdik Kalimantan Tengah mengusulkan penundaan dalam rapat teknis melalui konferensi video pada Sabtu (24/10), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyetujuinya. Keputusan ini tepat: ujian bisa dijadwalkan ulang, sedangkan paparan asap selama perjalanan atau di lokasi ujian dapat membahayakan peserta. Menunda bukan berarti mengabaikan asesmen; ini langkah yang menempatkan keselamatan di atas kalender, sembari memberi murid waktu tambahan untuk belajar dan menunggu kondisi lingkungan membaik.
Kepala Disdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo menyatakan keselamatan murid menjadi pertimbangan utama dalam pengajuan tersebut. Respons positif dari sejumlah ketua OSIS SMA juga menunjukkan bahwa penundaan dapat mengurangi kekhawatiran peserta tentang dampak kabut asap sekaligus memberi kesempatan memperdalam materi.
Empat kelompok jadwal susulan
Bagi peserta, keputusan TKA ditunda akan lebih berguna jika disertai kepastian langkah berikutnya. Untuk jenjang pendidikan menengah, seluruh pelaksanaan di Kalteng dialihkan ke jadwal TKA susulan yang dibagi dalam empat kelompok. Pembagian ini memberi acuan bagi murid dan satuan pendidikan untuk menyesuaikan persiapan sesuai kategori masing-masing. Peserta sebaiknya mencocokkan jadwal dengan kelompoknya melalui informasi resmi dari sekolah, sebab tanggal yang tercantum berbeda antara gelombang umum dan Paket C.
| Kelompok | Tanggal |
|---|---|
| Susulan I/Gelombang I | 16–19 November 2026 |
| Susulan II/Gelombang II | 23–26 November 2026 |
| Susulan Khusus I/Paket C | 21–22 November 2026 |
| Susulan Khusus II/Paket C | 28–29 November 2026 |
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, murid memperoleh ruang untuk mengulang materi tanpa harus menghadapi ujian di tengah kondisi udara yang mengkhawatirkan. Namun, manfaat penundaan bergantung pula pada komunikasi sekolah yang jelas dan kesiapan peserta mengikuti jadwal sesuai kelompoknya.
Waktu tambahan harus dimanfaatkan dengan bijak
Penundaan memberi dua hal yang sama-sama penting: waktu belajar tambahan dan jeda dari paparan kondisi yang berisiko. Sejumlah ketua OSIS SMA menyambut keputusan tersebut karena murid dapat memperdalam materi sambil menunggu lingkungan membaik. Tambahan waktu itu bukan jaminan hasil ujian meningkat dengan sendirinya; peserta tetap perlu menyusun ulang rencana belajar dan memastikan informasi jadwal dari sekolah. Pada saat yang sama, satuan pendidikan perlu membantu murid memahami kelompok susulan yang berlaku agar perubahan tanggal tidak menimbulkan kebingungan. Prioritas kesehatan tidak mengurangi arti asesmen, melainkan menciptakan kondisi yang lebih layak agar murid dapat mengikutinya dengan aman dan siap.
Pada akhirnya, keputusan menunda TKA Kalimantan Tengah merupakan pilihan yang patut didukung: keselamatan peserta tidak seharusnya dikorbankan demi mempertahankan jadwal semula. Dengan empat kelompok susulan yang sudah disiapkan, perhatian berikutnya perlu tertuju pada kondisi udara, penyampaian informasi yang konsisten, dan persiapan murid. Asesmen akan lebih bermakna bila berlangsung saat peserta dapat hadir tanpa mempertaruhkan kesehatan mereka.






