Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Anak Menjadi Korban Bullying? Langkah Orang Tua Sejak Awal

Anak Menjadi Korban Bullying? Langkah Orang Tua Sejak Awal
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Kenali perubahan dan jadilah tempat aman

Perundungan adalah tindakan yang membuat anak merasa direndahkan, disakiti, atau tidak aman dalam hubungan dengan teman sebaya; dampaknya dapat menyentuh kepercayaan diri serta rasa aman di sekolah dan lingkungan sosial. Pada anak korban bullying, perubahan emosi dan perilaku bisa menjadi petunjuk awal, meski bukan bukti tunggal bahwa perundungan terjadi. Perhatikan jika anak tampak kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak aman saat berinteraksi dengan teman sebaya atau kembali ke sekolah, maupun memilih diam karena takut keadaan memburuk. Hindari mendesak anak untuk segera menjelaskan semuanya. Yang dibutuhkan lebih dulu adalah orang tua yang hadir, tenang, dan bersedia mendengarkan. Rumah perlu terasa aman agar anak berani menyampaikan kekhawatiran tanpa takut disalahkan. Kehadiran orang tua adalah bagian penting dalam proses pemulihan, jadi luangkan waktu dan jangan menunggu anak menemukan kata-kata yang sempurna untuk bercerita.

Dengarkan, yakinkan, lalu tentukan kebutuhan anak

Respons orang tua terhadap perundungan sebaiknya dimulai dengan mendengarkan, bukan menginterogasi. UNICEF Indonesia menyarankan orang tua mendengarkan anak dengan tenang dan terbuka. Ikuti urutan ini agar anak tahu bahwa ia tidak menghadapi situasi tersebut sendirian:

  1. Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita dengan nyaman. Tanyakan secara sederhana apa yang terjadi dan bagaimana perasaannya; jangan buru-buru mengejar detail atau mencari kesalahan.
  2. Validasi perasaannya dan tegaskan bahwa ia dipercaya. Katakan bahwa perundungan bukan kesalahannya dan keberaniannya untuk bercerita dihargai.
  3. Tanyakan apakah ia masih merasa terancam dan bantuan apa yang ia perlukan agar merasa aman. Bicarakan pilihan berikutnya bersama, tanpa memaksakan penyelesaian.
  4. Tetap buka ruang untuk percakapan lanjutan. Anak tidak harus langsung melupakan kejadian atau kembali beraktivitas sebelum merasa siap.

Hindari pertanyaan seperti “Kenapa tidak melawan?” karena anak bisa merasa ikut bertanggung jawab atas perlakuan yang diterimanya.

Anak Menjadi Korban Bullying? Langkah Orang Tua Sejak Awal

Bangun dukungan emosional dan rasa percaya diri

Dukungan emosional anak tidak berhenti setelah satu percakapan. Tunjukkan lewat kebiasaan sehari-hari bahwa anak boleh kembali bercerita, termasuk ketika ia belum siap membahas semua hal. Dengarkan tanpa mengecilkan rasa takut atau malu, dan jangan menuntutnya segera bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Sikap terbuka dapat membantu anak merasa tidak sendirian menghadapi masalahnya. Untuk menguatkan rasa percaya diri, orang tua juga bisa melatih keberanian verbal anak, misalnya mengucapkan “Stop!” dengan tegas dan menjaga jarak dari kelompok yang membuatnya tidak nyaman. Latihan bela diri atau program menjaga diri dapat dipertimbangkan sebagai bekal menghadapi situasi, bukan sebagai kewajiban bagi anak untuk menghentikan perundungan sendirian. Tujuannya adalah membantu anak merasa lebih siap dan didukung, bukan menyiratkan bahwa ia perlu berubah agar pantas diperlakukan dengan baik.

Utamakan keselamatan, bukan dokumentasi semata

Jika Anda menyaksikan perundungan secara langsung, jangan hanya diam atau sibuk merekam. Sumber tentang kejadian tersebut mengingatkan orang dewasa untuk segera mengamankan korban

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!