Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan AI Gratis untuk Guru: Momentum Baru Transformasi Pembelajaran

Pelatihan AI Gratis untuk Guru: Momentum Baru Transformasi Pembelajaran
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Pelatihan AI Guru: Dari Tren Teknologi Menjadi Kebutuhan Pendidikan

Pelatihan AI guru adalah program peningkatan kompetensi yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk merancang media pembelajaran digital, menyusun materi ajar, dan mengelola proses belajar-mengajar secara lebih kreatif, interaktif, serta relevan dengan kebutuhan siswa di era pembelajaran berbasis AI. Program ini tidak sekadar mengenalkan alat, tetapi mengajarkan cara mengintegrasikan teknologi ke dalam strategi pedagogis agar guru mampu memproduksi konten, mempersonalisasi pembelajaran, dan memberi teladan penggunaan AI yang etis di kelas. Intinya, pelatihan AI untuk guru bukan lagi bonus, melainkan prasyarat agar sekolah dan pesantren tidak tertinggal. Ketika teknologi sudah hadir di ruang belajar, sikap menunggu hanya akan memperlebar jurang kompetensi antara pendidik dan murid. Lembaga pendidikan yang bergerak cepat dengan program gratis pendidik akan memimpin transformasi ini, sementara yang ragu akan sibuk mengejar ketertinggalan.

Polinema: AI untuk Menghidupkan Cerita Rakyat dalam Kelas Bahasa Inggris

Langkah berani datang dari Politeknik Negeri Malang yang menggelar pelatihan pengembangan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan bagi guru di Kecamatan Tumpang pada 10–11 September 2026. Alih-alih sekadar mengajarkan aplikasi, program ini mengusung tema pengembangan English Animated Stories berbasis AI untuk siswa SD dengan konten cerita rakyat lokal. Ini keputusan penting: AI tidak dijadikan pengganti guru, melainkan alat untuk menghidupkan budaya dalam format media pembelajaran digital yang dekat dengan dunia anak. Di sesi praktik, guru belajar mengembangkan cerita dan ilustrasi berbantuan AI, membuat animasi dan voice-over, lalu menggabungkan semuanya menggunakan Canva. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis AI bisa sangat kontekstual: teknologi dipakai untuk memperkaya imajinasi siswa sekaligus menanamkan identitas budaya. Pernyataan ketua tim bahwa teknologi mendukung inovasi pembelajaran dan pelestarian budaya bukan slogan, melainkan arah strategis yang patut ditiru lembaga lain.

Pelatihan AI Gratis untuk Guru: Momentum Baru Transformasi Pembelajaran

Kemenag–ICT Watch: Program Gratis Pendidik Pesantren untuk Kelas Daring Berbasis AI

Di ranah pesantren, Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama bersama organisasi literasi digital ICT Watch meluncurkan program "HerTech: Guru Cakap dan Berdaya Artificial Intelligence (AI)" sebagai pelatihan AI gratis bagi pendidik pesantren. Pelatihan digelar daring pada 4–5 November 2026, dengan pendaftaran dibuka hingga 2 November 2026. Format online dan tanpa biaya jelas bukan sekadar pilihan teknis, melainkan strategi untuk memastikan guru di kota maupun pelosok bisa ikut transformasi digital tanpa hambatan akses. Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari potensi AI untuk membantu menyiapkan materi ajar dan mengembangkan metode pembelajaran, sekaligus prinsip penggunaan AI yang bertanggung jawab. Kutipan Yusi Damayanti yang menegaskan bahwa pendidik pesantren harus mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya pembelajaran dan menjadi teladan etis bagi santri adalah peringatan keras: mengabaikan AI berarti membiarkan santri belajar teknologi tanpa bimbingan nilai.

Dampak Nyata: Guru Berdaya, Siswa Mendapat Pembelajaran Berbasis AI yang Bermakna

Kedua inisiatif ini menunjukkan pola yang sama: pelatihan AI guru dirancang untuk memberdayakan pendidik, bukan menggantikan peran mereka. Di Tumpang, tujuan eksplisitnya adalah meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, interaktif, dan sesuai karakteristik anak. Di pesantren, fokusnya pada kemampuan guru menyiapkan materi ajar dengan bantuan AI dan memahami prinsip penggunaannya secara bertanggung jawab. Hasil akhirnya serupa: guru lebih siap mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar, sementara siswa menikmati media pembelajaran digital yang lebih menarik dan relevan. Dampak praktisnya terasa di kelas. Guru yang menguasai pembelajaran berbasis AI bisa mempersonalisasi tugas, menyajikan animasi dan cerita yang dekat dengan kehidupan murid, serta menghemat waktu persiapan materi. Namun yang paling penting, mereka dapat memandu murid melihat AI bukan sebagai jalan pintas mencontek, melainkan alat belajar yang perlu dipakai dengan etika dan tanggung jawab.

Kesimpulan: Saatnya Lembaga Pendidikan Menjadikan Pelatihan AI Standar, Bukan Pengecualian

Jika politeknik dan pesantren sudah bergerak, tidak ada alasan sekolah lain menunggu. Inisiatif Polinema dan Kemenag–ICT Watch membuktikan bahwa pelatihan AI guru bisa dirancang kontekstual, gratis, dan inklusif, menjangkau pendidik dari kampus vokasi hingga lembaga keagamaan. Pesan yang muncul jelas: pembelajaran berbasis AI bukan proyek masa depan, melainkan pekerjaan rumah hari ini. Ke depan, pelatihan AI seharusnya menjadi standar kebijakan, bukan program sesekali. Lembaga pendidikan perlu menjadikan program gratis pendidik sebagai investasi jangka panjang: memasukkan modul AI dalam pengembangan profesi guru, mendorong kolaborasi dengan komunitas literasi digital, dan memastikan setiap pendidik punya akses ke pelatihan berkualitas. Tanpa langkah sistematis, kesenjangan antara guru yang melek teknologi dan yang tertinggal akan melebar. Dengan komitmen yang konsisten, AI dapat menjadi alat untuk memanusiakan pembelajaran, bukan menghilangkan sentuhan manusia di kelas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!