Jarak jauh menjadi daya tarik utama
BMW iX5 listrik adalah SUV bertenaga baterai dari generasi terbaru X5 yang memadukan penggerak dua motor, teknologi kabin Neue Klasse, dan klaim jarak tempuh hingga sekitar 700 kilometer untuk perjalanan harian maupun jarak jauh. BMW memperkenalkan iX5 sebagai versi listrik X5 dengan perubahan desain, teknologi kabin, serta kemampuan pengisian daya yang signifikan.
BMW menyebut jarak tempuh BMW mencapai 435 mil atau sekitar 700 kilometer dalam sekali pengisian, dengan tenaga gabungan 578 hp dan torsi sekitar 804 Nm. Kombinasi itu menempatkan iX5 sebagai SUV listrik mewah yang tidak mengorbankan performa demi efisiensi. Akselerasi 0–60 mil per jam diklaim hanya 4,4 detik, sementara kapasitas tariknya mencapai sekitar 2.722 kilogram. Bagi pengguna, kemampuan menarik beban memperluas kegunaan kendaraan ini melampaui perjalanan perkotaan. Namun, angka jarak tempuh dan performa tersebut tetap klaim pabrikan; hasil berkendara nyata akan bergantung pada kondisi jalan, cuaca, kecepatan, dan beban.
Pengisian 464 kW berpotensi mengubah jeda perjalanan
Keunggulan paling mencolok selain jarak tempuh adalah pengisian cepat 464 kW. Dalam demonstrasi di California Selatan bersama IONNA dan Alpitronic, iX5 60 xDrive mencapai daya pengisian puncak tersebut. BMW menyatakan bahwa dalam 10 menit, pengisian dapat menambahkan jarak hingga 170 mil atau sekitar 274 kilometer. Jika kemampuan ini tercapai pada kondisi pengisian yang sesuai, waktu singgah singkat bisa memberi tambahan jarak yang berarti dalam perjalanan jauh.
Tetapi angka puncak bukan jaminan kecepatan yang sama sepanjang sesi. Pengalaman pengguna akan bergantung pada ketersediaan stasiun yang sanggup memasok daya tersebut dan kondisi baterai saat tiba. Jadi, spesifikasi ini memberi iX5 potensi kuat, bukan alasan untuk menganggap semua pengisian berlangsung secepat angka tertinggi.
Baterai besar, desain Double-X, dan arah Neue Klasse
Laporan lain menyebut baterai iX5 60 xDrive berkapasitas 144 kWh—detail penting untuk memahami bagaimana SUV ini mengejar jarak hingga sekitar 700 kilometer. Kapasitas besar mendukung perjalanan panjang, tetapi juga membuat kecepatan pengisian dan akses ke infrastruktur yang sesuai semakin penting. Desainnya mempertahankan bentuk dasar X5, namun mengadopsi bahasa Neue Klasse dengan gril ginjal yang lebih ramping.
Lampu depan Double-X menjadi pembeda visual utama; elemen ini menggabungkan fungsi lampu dalam satu unit dan dapat dinonaktifkan untuk tampilan garis diagonal yang lebih sederhana. X5 generasi kelima akan tersedia dengan lima pilihan sistem penggerak, sementara iX5 membawa strategi Neue Klasse ke SUV besar BMW. Pilihan desain ini terasa lebih berani daripada sekadar mengganti mesin bensin dengan motor listrik, meski daya tariknya tetap bergantung pada selera pembeli.
SUV premium yang perlu membuktikan klaimnya
BMW iX5 60 xDrive dijadwalkan mulai dijual pada November 2026, dengan produksi direncanakan dimulai di pabrik Spartanburg, Carolina Selatan, pada akhir tahun yang sama. Kehadirannya memperluas pilihan dalam keluarga X5 yang mencakup beberapa jenis sistem penggerak. Di dalam kabin, layar sentuh navigasi 17,9 inci dan sistem Panoramic Vision membentang di bagian bawah kaca depan; layar 14,6 inci untuk penumpang depan tersedia sebagai opsi.
Posisi iX5 sebagai SUV listrik mewah ditopang oleh perpaduan daya, jarak, ruang teknologi, dan pengisian berdaya tinggi. Namun, spesifikasi yang impresif belum cukup untuk memastikan keunggulan di jalan: pengujian independen, kondisi pengisian nyata, dan kenyamanan penggunaan harian tetap akan menentukan nilainya. Kesimpulannya, iX5 tampak menjanjikan untuk pembeli yang menginginkan SUV listrik berperforma tinggi dan berjangkauan jauh, tetapi klaim 700 kilometer serta 464 kW perlu dinilai bersama kondisi pemakaian sebenarnya.







