Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengajarkan PHBS ke Anak PAUD Melalui Program Komunitas

Mengajarkan PHBS ke Anak PAUD Melalui Program Komunitas
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

PHBS di PAUD: Lebih dari Sekadar Cuci Tangan dan Gosok Gigi

Perilaku hidup bersih sehat PAUD adalah upaya terstruktur untuk menanamkan kebiasaan dasar seperti cuci tangan, gosok gigi, makan bergizi, dan menjaga kebersihan lingkungan kepada anak usia dini melalui kegiatan rutin, teladan orang dewasa, dan materi edukasi kesehatan anak usia dini yang disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka. Pendekatan ini bukan tambahan pelajaran, melainkan bagian dari budaya sekolah dan rumah yang menyiapkan anak tumbuh dengan fondasi kesehatan jangka panjang. Inisiatif terbaru menegaskan bahwa program PHBS anak TK harus berangkat dari kebiasaan paling sederhana. Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, secara langsung mengajari anak PAUD cara cuci tangan dan gosok gigi yang benar dalam kegiatan edukasi di TK Al-Hikmah Sinar Bulan pada 24 September 2026. Fokus pada hal dasar ini sengaja dipilih karena anak cepat meniru aktivitas yang terlihat jelas dan berulang, bukan ceramah abstrak tentang penyakit.

Mengajarkan PHBS ke Anak PAUD Melalui Program Komunitas

Peran Organisasi Komunitas: TP PKK dan KKN Jadi Motor Gerakan

Program perilaku hidup bersih sehat PAUD akan mandek jika hanya mengandalkan guru di kelas. Keterlibatan organisasi komunitas seperti TP PKK dan kelompok mahasiswa KKN menunjukkan bahwa edukasi kesehatan anak usia dini perlu digerakkan banyak pihak, terutama yang dekat dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Sebagai Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD, Noni tidak hanya memberi materi, tetapi mempraktikkan langsung cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar, termasuk mengingatkan anak agar menyikat gigi dua kali sehari: sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Ini contoh bagaimana organisasi komunitas membawa pesan kesehatan ke ruang-ruang yang akrab bagi anak. Di sisi lain, mahasiswa KKN-T 13 di Desa Plantaran menggelar penyuluhan gizi seimbang dan PHBS di MI Muhammadiyah Plantaran, menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini kepada siswa kelas 3 dan 4. Kolaborasi seperti ini membuat edukasi kesehatan tersebar ke berbagai daerah tanpa menunggu program besar yang sering lambat bergerak.

Fondasi Kesehatan Jangka Panjang Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Banyak orang dewasa baru menyadari pentingnya kesehatan ketika sakit menahun. Program PHBS di PAUD menawarkan jalan berbeda: membangun fondasi sejak anak masih belajar memegang sikat gigi. Dokter gigi RSUD Depati Hamzah, drg. Suniti, menegaskan bahwa langkah sederhana seperti membiasakan sikat gigi tepat waktu menjadi pondasi penting untuk menanamkan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan gigi anak. Di MI Muhammadiyah Plantaran, penyuluhan tidak berhenti pada teori gizi. Anak diajak mengenal makanan pokok, sayur, buah, sekaligus pentingnya mengurangi jajanan yang kurang sehat. Di sini terlihat bahwa perilaku hidup bersih sehat tidak bisa dipisahkan dari pola makan. Kebiasaan baik yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat diteruskan hingga dewasa, sehingga generasi berikutnya tidak menjadikan sakit sebagai hal yang wajar, melainkan konsekuensi dari gaya hidup yang bisa diubah.

Metode Interaktif: Mengubah PHBS dari Nasihat Menjadi Pengalaman

Mengulang slogan “cuci tangan gosok gigi anak” kurang efektif jika disampaikan seperti perintah. Program PHBS anak TK yang berhasil justru memanfaatkan metode interaktif yang membuat anak mengalami sendiri manfaat perilaku tersebut. Ketika Noni mengajak anak TK Al-Hikmah mempraktikkan cuci tangan memakai air bersih dan sabun, terutama setelah bermain, ia sedang mengubah teori menjadi aktivitas menyenangkan yang mudah diingat. Hal serupa tampak pada kegiatan KKN-T 13 di Plantaran. Materi gizi seimbang dan PHBS disampaikan dengan cara interaktif, diselingi sesi tanya jawab dan praktik cuci tangan yang benar. Antusias siswa terlihat dari keaktifan menjawab pertanyaan dan ikut mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan yang benar bersama mahasiswa. Pendekatan ini menunjukkan bahwa anak lebih cepat menyerap edukasi kesehatan ketika mereka diajak berperan, bukan sekadar mendengar.

Dari Rumah dan Sekolah ke Gerakan Kolektif PHBS

Pesan utama dari berbagai kegiatan ini jelas: perilaku hidup bersih sehat PAUD harus menjadi gerakan kolektif, bukan proyek satu kali. Guru, orangtua, organisasi komunitas, dan mahasiswa memiliki peran saling melengkapi. Suniti mengingatkan bahwa orangtua perlu mendampingi anak menggosok gigi tepat waktu, mengurangi makanan manis, dan memeriksa gigi setiap enam bulan. Tanpa keberlanjutan di rumah, praktik di sekolah akan cepat pudar. Di level sekolah dasar, penyuluhan gizi seimbang dan PHBS di Plantaran diterima baik oleh pihak sekolah karena sejalan dengan upaya membangun hidup sehat pada siswa. Harapan mahasiswa KKN agar kebiasaan baik diteruskan hingga dewasa hanya akan tercapai jika sekolah menjadikan PHBS sebagai rutinitas, bukan acara tahunan. Kesimpulannya, jika komunitas lain meniru model ini—menggabungkan praktik langsung, dukungan orangtua, dan kolaborasi lintas organisasi—PHBS berpeluang naik kelas dari slogan menjadi budaya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!