Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tiga Kali Palang Diterobos, KAI Ingatkan Bahaya di Perlintasan

Tiga Kali Palang Diterobos, KAI Ingatkan Bahaya di Perlintasan
Minat|Asia Tenggara

Palang tertutup berarti wajib berhenti

Keselamatan perlintasan sebidang adalah upaya melindungi pengguna jalan dan perjalanan kereta api dengan mendahulukan kereta serta menaati sinyal, sirene, dan palang. Tiga kejadian beruntun di wilayah kerja KAI Daop 7 Madiun memperlihatkan bahwa menerobos palang bukan jalan pintas, melainkan risiko yang dapat membahayakan banyak orang. Dalam kurun tiga hari, pengendara sepeda motor menerobos atau menabrak palang di tiga lokasi berbeda. KAI Daop 7 menyesalkan insiden tersebut dan mengingatkan semua pengguna jalan untuk berkendara dalam kondisi sadar penuh dan prima. Pesannya tidak rumit: begitu sinyal berbunyi atau palang mulai bergerak menutup, berhenti. Tidak ada alasan mendesak yang sebanding dengan risiko berada di jalur kereta saat rangkaian melintas. Mematuhi aturan palang kereta harus menjadi kebiasaan, bukan pilihan yang baru diambil ketika kereta sudah terlihat.

Tiga kejadian, tiga lokasi berbeda

Insiden pertama terjadi di JPL 71, emplasemen Jombang, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 22.17 WIB. Masinis KA PLB 411A, Commuter Line Dhoho, melakukan pengereman darurat setelah melihat sepeda motor menerobos palang yang telah tertutup. Sehari kemudian, pada Minggu, 25 Oktober, pukul 04.28 WIB, sepeda motor dari arah selatan menabrak barrier nomor 2 di JPL 197, Km 123+462, emplasemen Blitar. Palang itu patah saat petugas sedang melayani perjalanan KA 421, Commuter Line Penataran. Kejadian ketiga berlangsung di JPL 90, Km 103+517, petak Baron–Kertosono, Senin, 26 Oktober, pukul 00.05 WIB. Palang patah ditabrak pengendara roda dua ketika PLB 7044A, Sangkuriang, melintas. KAI menyebut pengendara dalam kejadian terakhir itu terindikasi berada di bawah pengaruh alkohol.

Jangan pertaruhkan keselamatan demi beberapa detik

Dua kejadian berakhir dengan palang perlintasan patah, sementara insiden di Jombang memaksa masinis melakukan pengereman darurat. Kerusakan palang bukan sekadar kerugian sarana: penghalang yang rusak juga membuat pengamanan lalu lintas di perlintasan harus segera ditangani. Di Baron, personel keamanan stasiun membantu mengamankan lalu lintas dan KAI berkoordinasi untuk memperbaiki fasilitas perlintasan. Namun, respons setelah kejadian tidak dapat menghapus bahaya yang sudah ditimbulkan. KAI mengingatkan pengendara agar tidak mengemudi dalam keadaan mabuk atau terpengaruh alkohol karena hal itu membahayakan diri sendiri, petugas perlintasan, dan perjalanan kereta api. Pengendara juga perlu menjaga kondisi tetap prima, memperhatikan rambu, serta tidak memaksakan diri melewati palang yang sedang menutup. Risiko menerobos palang kereta jauh lebih besar daripada waktu yang mungkin dihemat.

Disiplin adalah perlindungan paling sederhana

Aturan keselamatan perlintasan sebidang menuntut setiap pengguna jalan mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi sinyal serta sirene petunjuk. Karena itu, berhenti saat palang mulai turun bukan sikap berlebihan, melainkan tindakan paling masuk akal untuk melindungi diri dan orang lain. KAI Daop 7 melalui Manager Humas Tohari menegaskan bahwa saat sinyal berbunyi atau palang mulai bergerak menutup, pengendara wajib berhenti dan tidak memaksakan diri menerobos. Tiga kejadian dalam tiga hari di Jombang, Blitar, dan Baron–Kertosono semestinya menjadi peringatan bagi siapa pun yang melintas. Keselamatan tidak ditentukan oleh keberanian menyelinap di bawah palang, tetapi oleh kesediaan menunggu sampai perjalanan kereta selesai dan kondisi aman. Kesimpulannya jelas: patuhi palang, berkendara dalam keadaan sadar dan prima, serta jangan mengambil risiko demi tergesa-gesa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!