Momentum besar harus memberi manfaat setempat
Blok Masela adalah proyek pengembangan gas alam di Maluku yang dapat menjadi pemicu investasi, pembangunan infrastruktur, kegiatan usaha pendukung, dan pembukaan pekerjaan bagi warga setempat. Karena itu, nilai proyek tidak semestinya diukur hanya dari besarnya modal yang masuk. Ukuran yang lebih penting ialah seberapa jauh belanja, peluang usaha, dan pekerjaan baru berputar di dalam ekonomi Maluku. Ketua APINDO Maluku Robert Tanamal menilai proyek ini berpotensi meningkatkan penyerapan barang dan jasa serta mendorong tumbuhnya industri pendukung daerah. Namun, peluang tersebut tidak otomatis menjadi manfaat lokal: kesiapan pekerja dan kapasitas pengusaha daerah harus mengejar kebutuhan proyek. Tanpa persiapan itu, modal besar bisa hadir berdampingan dengan keterbatasan partisipasi masyarakat. Blok Masela investasi karenanya harus dipandang sebagai awal kerja panjang, bukan jaminan bahwa kesejahteraan akan terbentuk dengan sendirinya.
APINDO dan pemerintah perlu mengubah dorongan menjadi program
Pada pengukuhan pengurus APINDO Maluku di Ambon pada Jumat malam, Gubernur Hendrik Lewerissa meminta organisasi pengusaha itu memperluas investasi dan penciptaan lapangan kerja untuk mempercepat pertumbuhan daerah. Robert Tanamal terpilih memimpin DPP APINDO Maluku untuk periode 2025–2030. Arahan gubernur tepat, tetapi keberhasilannya bergantung pada tindak lanjut yang terukur: APINDO diminta menyusun program kerja konkret, memperkuat organisasi, dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. Peran APINDO bukan sekadar menyuarakan harapan investor, melainkan membantu mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan pemasok dan pekerja setempat. Pemerintah pun perlu menjaga kepastian hukum serta iklim usaha yang adil agar investor daerah dapat tumbuh bersama pelaku usaha yang lebih besar. Kemitraan yang terbuka akan lebih berguna daripada janji investasi yang tidak disertai jalur nyata bagi perusahaan lokal.

Pekerjaan lokal dimulai dari kesiapan tenaga kerja
Pemerintah Maluku menekankan bahwa investasi yang masuk seharusnya memberi nilai tambah bagi ekonomi daerah sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. Sasaran itu penting bagi rumah tangga, tetapi tidak tercapai hanya dengan membuka lowongan. Tanamal menegaskan peningkatan kompetensi pekerja setempat menjadi syarat agar putra-putri daerah mampu memenuhi standar industri gas. Karena itu, APINDO mendorong kerja bersama pemerintah, pengusaha, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan keterampilan yang dibutuhkan. Pelatihan yang selaras dengan kebutuhan perusahaan dapat memperbesar peluang warga mengisi pekerjaan produktif, bukan hanya pekerjaan sementara. Hubungan industrial yang sehat juga perlu dijaga melalui dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Tanpa langkah-langkah tersebut, pertumbuhan lapangan kerja Maluku berisiko tidak sejalan dengan masuknya investasi; dengan persiapan yang baik, masyarakat lokal memiliki peluang lebih kuat untuk menjadi bagian dari rantai nilai proyek.
Hilirisasi memperluas pijakan ekonomi Maluku
Ketergantungan pada satu proyek akan membuat ekonomi daerah rentan; karena itu, Blok Masela sebaiknya berjalan berdampingan dengan pengembangan sektor produktif lain. Gubernur mendorong pengusaha mengembangkan potensi kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata, sembari memperkuat UMKM, industri pengolahan, serta pasar produk unggulan






