Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Blok Masela, Katalis Investasi yang Bisa Mengubah Ekonomi Daerah

Blok Masela, Katalis Investasi yang Bisa Mengubah Ekonomi Daerah
Minat|Asia Tenggara

Momentum besar, manfaat harus tinggal di Maluku

Blok Masela adalah proyek gas abadi di Maluku yang berpotensi menarik investasi, memperkuat usaha lokal, memicu pembangunan infrastruktur, dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Pengembangannya menjadi momentum strategis untuk membawa modal dan kegiatan ekonomi baru ke wilayah ini. Namun, nilai proyek saja tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan. Jika rantai pasok, pekerjaan, dan peluang usaha hanya dinikmati pelaku dari luar daerah, dampaknya bagi warga Maluku akan terbatas. Ketua APINDO Maluku Robert Tanamal menilai proyek ini dapat mendorong pembangunan infrastruktur, meningkatkan penyerapan barang dan jasa, serta melahirkan industri pendukung. Itu sebabnya Blok Masela gas sebaiknya dipandang bukan sebagai proyek tunggal, melainkan pintu masuk untuk memperluas investasi Maluku ke sektor-sektor yang terkait. Keberhasilan perlu diukur dari seberapa besar manfaatnya menjangkau masyarakat dan pelaku usaha setempat.

Blok Masela, Katalis Investasi yang Bisa Mengubah Ekonomi Daerah

Pekerjaan lokal perlu disiapkan sejak awal

Janji pembukaan lapangan kerja Maluku hanya akan berarti jika putra-putri daerah memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. Tanpa persiapan itu, warga berisiko menyaksikan peluang kerja tersedia, tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan. APINDO Maluku menekankan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal merupakan syarat agar masyarakat dapat bersaing. Organisasi itu mendorong kerja sama pemerintah daerah, pengusaha, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan calon tenaga kerja. Pendekatan tersebut perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengusaha daerah, agar perusahaan lokal juga mampu memasok barang dan jasa yang diperlukan. Robert Tanamal menyatakan, “Kami tidak ingin kesempatan kerja terbuka lebar, tetapi tenaga kerja lokal belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dunia industri.” Pesannya jelas: perekrutan lokal tidak bisa hanya menjadi harapan; pelatihan dan kemitraan harus disusun agar warga siap sebelum kebutuhan tenaga kerja meningkat.

Dorongan investasi harus menjadi agenda ekonomi yang terukur

Pada pengukuhan pengurus APINDO Maluku periode 2025–2030 di Ambon, Jumat malam, Gubernur Hendrik Lewerissa meminta organisasi pengusaha itu memperluas investasi dan penciptaan lapangan kerja untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Robert Tanamal terpilih memimpin APINDO Maluku untuk periode tersebut. Gubernur juga meminta APINDO menyusun program kerja terukur, memperkuat organisasi, dan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah. Desakan ini penting karena pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat 4,56 persen, sementara potensi daerah masih dapat dikembangkan melalui pengolahan hasil kelautan, perikanan, pertanian, dan sektor lainnya. Blok Masela dapat menjadi pemantik, tetapi ekonomi daerah Maluku tidak boleh bergantung pada satu proyek. Investasi yang masuk perlu terhubung dengan UMKM, industri pengolahan, dan produk unggulan agar nilai tambah serta pekerjaan menyebar lebih luas. Kesimpulannya, gas abadi baru menjadi katalis pembangunan jika kesiapan pekerja, kapasitas usaha lokal, dan kemitraan pemerintah bergerak bersama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!