Persija mengandalkan trio depan sejak awal
Lineup Persija Persik adalah susunan pemain inti kedua tim untuk laga pekan ketujuh Super League, yang memperlihatkan pilihan pelatih dan arah duel sejak menit pertama. Persija memilih Alexander Jeremejeff sebagai ujung tombak, dengan Witan Sulaeman dan Arlyansyah Abdulmanan di sisi sayap—pilihan menyerang yang memberi tuan rumah kombinasi penyelesaian akhir dan kecepatan. Persija menjamu Persik Kediri di Jakarta International Stadium, Jakarta, Senin (26/10/2026) pukul 19.00 WIB. Sorotan utama ada pada Jeremejeff starter: ia menjadi sasaran umpan di kotak penalti, sementara Witan dan Arly diharapkan membuka ruang dari kedua sisi. Susunan ini menunjukkan Shin Tae-yong mempertahankan kerangka tim yang tampil menghadapi Arema FC, alih-alih mengubah formula setelah kemenangan besar.
Susunan pemain resmi Persija dan Persik
Susunan pemain Persija menempatkan Nadeo Argawinata sebagai penjaga gawang, dilindungi empat bek: Kerim Memija, Radovan Pankov, Denis Kolinger, dan Dony Tri Pamungkas. Fabio Calonego, Stjepan Loncar, serta Rayhan Hannan mengisi lini tengah, sebelum trio Witan, Jeremejeff, dan Arly memimpin serangan. Formasi ini tampak seimbang di atas kertas, tetapi efektivitasnya bergantung pada suplai bola yang cukup untuk Jeremejeff dan dukungan sayap yang tepat waktu. Persik menurunkan Husna Al Malik; Kiko, Jun-heong Park, Marcelo Djalo, dan Dzaky Asraf; Eduardo Barbosa, Imanol Garcia, dan Rendy Sanjaya; lalu Ernesto Gomez, Sergio Castel, serta Zanadin Fariz. Castel menjadi pusat perhatian di lini depan Persik. Duelnya dengan Jeremejeff memberi laga ini pertarungan penyerang yang layak menentukan.
Comeback Rizky Ridho menambah opsi pertahanan
Rizky Ridho kembali masuk susunan pemain Persija setelah pulih dari cedera, tetapi ia memulai laga dari bangku cadangan bersama Kyohei Yoshino. Jadi, comeback Ridho bukan perubahan pada sebelas pemain awal: Pankov tetap mengenakan ban kapten dan berduet dengan Kolinger di jantung pertahanan. Kembalinya dua pemain itu tetap penting bagi kedalaman skuad, terutama jika Shin membutuhkan penyegaran atau penyesuaian di babak kedua. Namun, keputusan mempertahankan susunan yang sama seperti laga melawan Arema menunjukkan pelatih memilih kesinambungan, bukan perubahan besar. Dengan Jeremejeff, Witan, dan Arly sebagai starter, Persija jelas menaruh beban untuk menekan sejak awal. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan agar ambisi menyerang tidak memberi Persik ruang bagi Castel dan rekan-rekannya.
Duel penyerang bisa menentukan arah laga
Laga di JIS mempertemukan dua pendekatan yang sama-sama bertumpu pada ketajaman lini depan. Jeremejeff menjadi tumpuan utama Persija, sedangkan Persik menurunkan Sergio Castel sebagai starter setelah Jose Enrique dicadangkan. Ernesto Gomez dan Zanadin Fariz melengkapi opsi serang tim tamu, dengan Eduardo Barbosa ikut menopang aliran bola. Persija membawa momentum kemenangan 5-1 atas Arema FC, sementara Persik datang setelah menang 2-1 atas PSS Sleman. Angka itu membuat laga berpotensi lebih terbuka, tetapi nama besar penyerang saja tidak cukup: kendali lini tengah dan kualitas umpan ke kotak penalti akan menentukan siapa yang lebih berbahaya. Pilihan Persija masuk akal karena mempertahankan pola yang telah berjalan; kini trio depannya harus membuktikan bahwa keputusan tersebut menghasilkan ancaman nyata.
Kesimpulannya, lineup Persija Persik menegaskan kepercayaan Shin Tae-yong kepada Jeremejeff, Witan, dan Arly untuk memimpin serangan, sementara kembalinya Rizky Ridho memberi tambahan opsi dari bangku cadangan. Persija punya alasan untuk percaya diri, tetapi Persik menurunkan Castel dan barisan pendukung yang mampu menguji lini belakang tuan rumah. Pertarungan di depan gawang, bukan sekadar daftar nama, akan menjadi ukuran apakah pilihan starter Persija benar-benar memberi keuntungan.






