Apa Itu Mod DLSS 5 di AMD RDNA 4 dan Mengapa Penting?
Mod DLSS 5 AMD RDNA 4 adalah upaya komunitas mod GPU AMD untuk menjalankan teknologi upscaling teknologi grafis DLSS 5 milik Nvidia pada kartu grafis seri RX 9000, melalui injeksi ke pipeline FSR game berbasis DirectX 12 sehingga fitur neural rendering eksklusif RTX 50-series bisa dicoba di hardware pesaing dengan berbagai kompromi kinerja dan kompatibilitas.
Kuncinya ada pada satu nama: danielblnc. Developer ini berhasil membuat DLSS 5 berjalan di GPU AMD RDNA 4 RX 9000 Series, padahal teknologi ini secara resmi hanya untuk RTX 50-series. Di atas kertas, ini adalah “momen bersejarah” bagi dunia modding: batas ekosistem vendor mulai kabur, dan gamer tidak lagi sepenuhnya terkunci oleh label hijau atau merah. Namun antusiasme itu perlu diimbangi sikap realistis. Tanpa dukungan resmi, semua keberhasilan ini lebih mirip eksperimen laboratorium daripada solusi harian untuk gamer yang menginginkan performa stabil.

Bagaimana Mod DLSS-NR-on-AMD Bekerja di RX 9000?
DLSS-NR-on-AMD bekerja dengan cara menginjeksi DLL DLSS 5 ke dalam game DirectX 12 yang sudah mendukung FSR, lalu menyambungkannya ke pipeline FSR tersebut. Dengan trik ini, game berpikir sedang menjalankan FSR, padahal frame-nya dialirkan ke model neural DLSS 5. Komunitas memperkirakan mod memakai dynamic wrapper untuk mencegat panggilan NGX API dan mengelabui DLL DLSS 5 agar mau dimuat di GPU AMD.
Setelah dimuat, mod mengekstrak model AI dan data Tensor dalam DLL, lalu mengonversi perhitungannya ke bentuk matematika yang dapat dimengerti matrix accelerators AMD melalui backend HIP RT, bukan menerjemahkan CUDA. Hasilnya, secara teori kualitas gambar mendekati DLSS 5 di RTX 50-series, tetapi berjalan tanpa Tensor cores Nvidia. Di sinilah letak kejeniusan sekaligus kelemahannya: apa yang dicapai adalah bukti konsep teknis yang mengesankan, namun belum siap menggeser solusi resmi.
Performa RX 9000: Terobosan yang Masih Pelan
Pada praktiknya, performa RX 9000 dengan mod ini jauh dari ideal. Pengujian di Cyberpunk 2077 menunjukkan game berjalan 28 FPS di 1080p pada RX 9070 XT saat DLSS 5 aktif, lalu naik 12% menjadi stabil di 30 FPS setelah patch, dengan tambahan 2% dari update berikutnya. Kutipan menariknya: “Cyberpunk 2077 awalnya berjalan pada 28 FPS di 1080p dengan DLSS 5, lalu naik menjadi sekitar 30 FPS setelah beberapa patch.” Angka ini jelas tidak selevel ambisi neural rendering modern.
Lebih parah lagi, laporan pengguna menunjukkan frame rate bisa anjlok dari 80+ FPS native menjadi hanya 11–12 FPS ketika DLSS 5 diaktifkan. Ini menegaskan bahwa overhead komputasi luar biasa besar. Target jangka panjang proyek adalah menyamai performa RTX 5070 Ti, mengingat RX 9070 XT dan kartu tersebut punya performa raster yang mirip dan dekat dalam ray tracing. Ambisi itu wajar, tetapi saat ini DLSS-NR-on-AMD baru mencapai status “versi paling lambat DLSS 5 di RDNA 4 yang diharapkan membaik seiring waktu”.
Keterbatasan Serius: Anti-Cheat, Stabilitas, dan Dukungan Hardware
Poin yang tidak boleh diabaikan adalah keterbatasan mod ini. DLSS-NR-on-AMD tidak dapat bekerja pada game apa pun yang menggunakan sistem anti-cheat, sehingga banyak judul populer langsung gugur dari daftar. Bahkan di game single-player, performa RX 9000 yang dihasilkan masih kurang menggembirakan. Dengan kata lain, mod ini lebih cocok untuk eksperimen teknis dan benchmarking daripada dipakai maraton bermain game harian.
Mod ini juga sudah dicoba di RX 7000, tetapi performanya buruk karena generasi tersebut tidak mendukung FP8. Repositori GitHub menyebut bahwa dukungan RDNA 3 sedang dieksplorasi, namun belum ada rencana konkret. Pengguna yang ingin mencoba harus mengunduh executable dari GitHub dan menyediakan sendiri DLL DLSS 5 yang “didapatkan secara legal”, yang saat ini hanya tersedia dari NBA 2K27 karena game itu satu-satunya judul dengan dukungan DLSS 5 native dan menjadi sumber kebocoran DLL tersebut.
Implikasi untuk Strategi Upscaling dan Masa Depan Fitur AI
Bagi pengguna GPU AMD, mod ini membuka pintu ke dunia DLSS 5, tetapi dengan harga berupa performa RX 9000 yang turun dan kompatibilitas yang sempit. Secara praktis, FSR tetap menjadi pilihan paling realistis untuk bermain nyaman, sedangkan DLSS-NR-on-AMD lebih tepat disebut “laboratorium terbuka” bagi penggemar eksperimen. Fakta bahwa teknologi neural rendering Nvidia yang debut di NBA 2K27 bisa dipaksa berjalan di RDNA 4 menunjukkan bahwa batas vendor bukan hukum alam, melainkan batas ekosistem yang bisa ditembus komunitas.
Namun, mod ini juga memberi sinyal jelas pada AMD: gamer haus akan upscaling teknologi grafis berbasis AI yang setara dengan DLSS 5, bukan sekadar solusi generik. Selama DLSS 5 di AMD masih bergantung pada mod tertutup dan DLL bocor, solusi resmi seperti FSR—termasuk evolusinya dengan interpolasi frame—akan menjadi penentu apakah ekosistem merah bisa menandingi kenyamanan dan kualitas gambar yang ditawarkan kubu hijau. Kesimpulannya: DLSS-NR-on-AMD adalah langkah berani, tetapi belum saatnya dijadikan tonggak utama; ia lebih cocok dianggap alarm keras bagi produsen untuk mempercepat inovasi resmi mereka.








