Cedera kambuh setelah dua penampilan
Ole Romeny cedera engkel adalah kambuhnya masalah pada pergelangan kaki yang membuat penyerang Timnas Indonesia itu harus menepi dari pertandingan dan menjalani pemulihan sebelum kembali bermain optimal. Romeny dipastikan absen pada FIFA Matchday November 2026 setelah cedera tersebut memburuk saat membela Fortuna Sittard. Kabar absennya disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui akun Instagram pada 1 November 2026. Menurut penjelasan Noor, kondisi engkel Romeny memburuk setelah ia memperkuat tim nasional di FIFA ASEAN Cup 2026, lalu kembali bermain menghadapi Excelsior pada 25 Oktober. Itu bukan sekadar kehilangan satu nama di daftar pemain: kambuhnya cedera mengingatkan bahwa kembali bertanding belum tentu berarti tubuh sudah siap menanggung beban kompetisi. Karena itu, absennya Romeny adalah keputusan yang masuk akal, meski membuat lini depan kehilangan pilihan penting.
Saat melawan Excelsior, Romeny masuk pada awal babak kedua menggantikan Sven Simons dan bermain selama 45 menit. Ia ikut terlibat dalam rangkaian serangan yang menghasilkan sepak pojok, sebelum Fortuna Sittard menang 1-0 lewat sundulan Rodrigo Guth. Namun, setelah pertandingan itu, kondisi engkelnya kembali memburuk dan ia harus menjalani perawatan. Romeny juga mengungkapkan pada 28 Oktober bahwa cederanya lebih serius daripada perkiraan awal serta menyatakan tekad untuk melakukan segala upaya agar bisa kembali bermain. Tekad tersebut penting, tetapi pemulihan seharusnya ditentukan oleh perkembangan medis, bukan desakan untuk segera kembali.

Pemulihan dalam hitungan bulan, bukan hari
Perkiraan pemulihan Romeny mencapai hitungan bulan sebelum ia bisa kembali bermain secara optimal. Hingga 3 November 2026, belum ada tanggal pasti untuk kepulangannya ke lapangan. Jarak waktu ini membuat absennya dari FIFA Matchday November bukan kejutan, melainkan konsekuensi yang perlu diterima demi menghindari risiko memaksakan pemulihan. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania dalam laga persahabatan pada November, tetapi Romeny tidak tersedia karena masih harus menjalani perawatan. Bagi John Herdman, tantangannya bukan hanya mencari pengganti sementara, melainkan menjaga opsi serang tetap kompetitif tanpa mengorbankan kebugaran pemain yang baru pulih. Dalam situasi seperti ini, kepastian jadwal comeback tak bisa dijanjikan hanya berdasarkan kalender.
Rafael Struick, yang kini memperkuat Dewa United, disebut sebagai salah satu pemain yang berpeluang mendapat kesempatan, sementara Irfan Jaya juga muncul sebagai kandidat alternatif. Pilihan akhir tetap berada di tangan Herdman dan staf pelatih. Absennya Romeny memang mengurangi pilihan di lini depan, tetapi agenda November juga menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan bahwa serangan tim tidak bergantung pada satu penyerang. Pendekatan itu lebih sehat daripada menunggu comeback cepat yang belum memiliki tanggal pasti. Bagi Romeny sendiri, fokus pada pemulihan penuh seharusnya lebih penting daripada memenuhi ekspektasi untuk langsung kembali memperkuat tim nasional.
Piala Asia 2027 menjadi sasaran, dengan syarat pulih tepat waktu
Piala Asia 2027 masih menjadi sasaran realistis bagi Romeny, tetapi peluang itu bergantung pada kemajuan pemulihan, bukan semata keinginan untuk kembali. Turnamen di Arab Saudi dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027. Perkiraan pemulihan dalam hitungan bulan memberi ruang baginya untuk kembali bergabung dalam persiapan, tetapi belum menjamin ia siap bermain. Romeny sendiri belum memiliki tanggal comeback yang pasti, sehingga tim nasional perlu menyiapkan rencana dengan atau tanpa dirinya. Mengelola harapan secara hati-hati lebih bijak daripada menetapkan tenggat yang bisa mendorong pemain kembali sebelum engkelnya benar-benar siap.
Untuk saat ini, kesimpulannya jelas: Ole Romeny absen pada FIFA Matchday November karena cedera engkel yang kambuh, dan pemulihannya diperkirakan berlangsung beberapa bulan. Ia masih berpeluang kembali menjelang Piala Asia 2027, tetapi keputusan itu harus mengikuti kondisi fisik dan hasil pemulihan. Bagi Timnas Indonesia, kehilangan penyerang andalan pada agenda November memang merugikan. Namun, memprioritaskan pemulihan tuntas adalah pilihan yang lebih masuk akal daripada mengambil risiko memperpanjang cedera. Comeback terbaik bukan yang paling cepat, melainkan yang membuat Romeny siap memberi kontribusi ketika turnamen besar tiba.






