Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pameran Pangan Nusa: Lompatan UMKM Kuliner ke Pasar Global

Pameran Pangan Nusa: Lompatan UMKM Kuliner ke Pasar Global
Minat|Diskusi Resep

S'RASA dan Pangan Nusa: Dari Pameran Pangan Nusantara ke Mesin Ekspor

Pameran pangan Nusantara adalah ajang terkurasi yang mempertemukan produsen pangan lokal, pelaku kuliner, dan pembeli domestik maupun mancanegara untuk mempromosikan produk, menjajaki kemitraan bisnis, serta membuka peluang ekspor kuliner lokal melalui pertemuan langsung, demo masak, dan penandatanganan kerja sama dagang yang terstruktur dan berkelanjutan. Di Trade Expo Indonesia ke-41, Kementerian Perdagangan menghadirkan program S’RASA sebagai pintu masuk rempah dan kuliner ke pasar internasional, bersamaan dengan Pangan Nusa Expo yang fokus mengubah potensi rasa menjadi peluang bisnis. Ini bukan sekadar festival makanan; keduanya dirancang sebagai mesin ekspansi UMKM pangan internasional yang menautkan dapur kecil ke jaringan ritel global.

Pameran Pangan Nusa: Lompatan UMKM Kuliner ke Pasar Global

Program S'RASA Kemendag: Demo Enam Menu, 13 MoU, dan Strategi Rantai Pasok

Program S’RASA Kemendag di TEI ke-41 adalah eksperimen berani: menjadikan demo masak sebagai pintu negosiasi dagang. Paviliun S’RASA di ICE BSD City menampilkan enam menu ikonik—rendang, sate ayam, nasi goreng, gado-gado, mi bakso, dan soto ayam—yang seluruhnya dirancang sebagai etalase bumbu, rempah, dan produk pangan lokal. Di balik panggung, ada agenda yang jauh lebih strategis: penandatanganan 13 nota kesepahaman dengan mitra bisnis dari Belanda, Jepang, Inggris, Amerika, dan Australia untuk mendorong penetrasi pasar kuliner dan rempah Nusantara ke mancanegara. Di sinilah letak terobosannya: rasa dijadikan bahasa negosiasi, sementara rantai pasok pangan lokal diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan industri kuliner global.

Pangan Nusa Expo: Laboratorium Bisnis bagi 213+ UMKM Kuliner

Pangan Nusa Expo dengan tema “Creating Business through Local Cuisine” adalah laboratorium pasar bagi UMKM, bukan sekadar bazar meriah. Lebih dari 213 pelaku UMKM kuliner dan pangan kemasan mendapat ruang untuk promosi dan penjualan langsung ke konsumen (B2C), sekaligus menguji harga, kemasan, dan narasi brand mereka di hadapan pasar nyata. Menteri Perdagangan menegaskan bahwa pasar domestik yang besar harus dimanfaatkan lewat perluasan konsumsi produk pangan lokal dan pemberian ruang yang layak bagi produk pangan Nusantara agar mampu bersaing. Peningkatan peserta sebesar 15 persen dibanding tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai melihat pameran ini sebagai kanal distribusi strategis, bukan acara seremonial belaka.

Kemitraan, Ritel Modern, dan Jalan UMKM Pangan Internasional

Kekuatan Pangan Nusa bukan hanya pada keramaian pengunjung, tetapi pada desain kemitraan. Sekitar 50 pengusaha ritel swalayan dan pusat perbelanjaan dilibatkan dalam sesi business matching untuk membuka jaringan penjualan produk UMKM pangan berkualitas. Di sinilah strategi menjadi jelas: UMKM tidak dibiarkan berjalan sendiri. Kemendag menggalang sinergi dengan industri dan ritel modern agar produk UMKM pangan internasional lahir dari dapur rumahan yang terhubung ke rak-rak ritel global. Menurut Menteri Perdagangan, perluasan akses pasar UMKM pangan memang memerlukan pola kemitraan agar produk tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara.

Ekspor Kuliner Lokal: Dari Gerai Waralaba ke Ekosistem Jasa

Agenda besar di balik pameran ini adalah ekspor kuliner lokal, bukan hanya dalam bentuk barang, tetapi juga jasa. Menteri Perdagangan menekankan bahwa pengembangan pasar produk pangan harus dibarengi perluasan ekspor, termasuk melalui pembukaan cabang dan sistem waralaba untuk memperkuat ekspor jasa dan memperbesar peluang pemasaran produk pangan Nusantara di berbagai negara. Program S’RASA menjadi salah satu instrumen untuk mendorong ekspansi restoran ke luar negeri, dengan dukungan perwakilan perdagangan yang membantu mencari mitra usaha. Penandatanganan 10 MoU ekspansi kuliner ke India, Arab Saudi, Belanda, Malaysia, dan Mesir menandai bahwa strategi ini sudah berjalan, dengan nilai potensi transaksi yang disebut meningkat lebih dari 30 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Kesimpulan: Pameran Pangan Harus Jadi Infrastruktur, Bukan Acara Tahunan

Jika Pangan Nusa dan S’RASA berhenti sebagai acara tahunan, dampaknya akan cepat menguap. Namun ketika keduanya diperlakukan sebagai infrastruktur—platform permanen untuk business matching, ekspansi waralaba, dan penguatan rantai pasok—maka pameran pangan Nusantara berubah menjadi mesin UMKM pangan internasional. Pangan Nusa sudah mulai menunjukkan arah itu dengan ruang inklusif seperti Kafe Sunyi yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai barista dan pengelola, membuktikan bahwa ekonomi kuliner yang kuat juga bisa adil. Tantangannya kini adalah konsistensi: memastikan 13 MoU S’RASA dan 10 MoU ekspansi kuliner tidak berhenti di atas kertas, tetapi terwujud dalam gerai, lapangan kerja, dan permintaan berulang terhadap produk pangan Nusantara di pasar global.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!