Integrasi Mandala: Langkah Strategis, Bukan Sekadar Merger
Integrasi Mandala Finance ke dalam Adira Finance adalah proses penyatuan operasional dua perusahaan multifinance yang bertujuan memperkuat akses pembiayaan konsumen di kawasan timur dan kota-kota kecil, melalui penggabungan jaringan layanan keuangan, sistem teknologi informasi, dan pengalaman lokal untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini kurang terlayani oleh skema pembiayaan formal. Langkah ini jelas bukan merger kosmetik. Dengan Operational Day 1 (OD1) sebagai penanda fase operasional baru, Adira Finance mengirim sinyal bahwa ekspansi Adira Finance ke pembiayaan Indonesia Timur akan menjadi salah satu poros pertumbuhan bisnis, bukan pelengkap portofolio. Penggabungan yang efektif secara hukum sejak 1 Oktober 2025 menjadi titik awal restrukturisasi proses bisnis dan organisasi, yang kini memasuki tahap eksekusi di lapangan.
Skala Jaringan Baru: 847 Titik dan 2,6 Juta Konsumen
Pasca integrasi Mandala Finance, Adira Finance mengelola 847 jaringan usaha berupa kantor cabang dan satelit, melayani sekitar 2,6 juta konsumen dengan piutang pembiayaan Rp64,9 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa jaringan layanan keuangan perusahaan telah mencapai skala nasional yang besar, dan integrasi Mandala mempertebal basis pelanggan di wilayah yang sebelumnya menjadi spesialisasi Mandala, terutama pembiayaan Indonesia Timur. "Per September 2026, Adira Finance memiliki 847 jaringan usaha, melayani sekitar 2,6 juta konsumen, dan mengelola piutang pembiayaan sebesar Rp64,9 triliun". Namun skala saja tidak cukup. Tantangan nyata adalah memastikan setiap titik jaringan mampu memberikan akses pembiayaan konsumen yang relevan dengan kebutuhan lokal, dari pembiayaan kendaraan hingga modal usaha kecil, tanpa menurunkan kualitas layanan ketika proses integrasi masih berjalan.
Mengapa Kawasan Timur Menjadi Target Ekspansi Utama
Akses pembiayaan di kota-kota kecil masih menjadi ruang kosong yang menarik bagi pemain multifinance. Adira Finance membaca peluang ini dengan memanfaatkan pengalaman Mandala Finance melayani masyarakat di kawasan timur dan kota-kota kecil sebagai aset strategis. Integrasi Mandala Finance bukan hanya menambah cabang, tetapi membawa pengetahuan lokal tentang pola konsumsi, kemampuan bayar, dan kebutuhan pembiayaan Indonesia Timur yang berbeda dari pusat ekonomi besar. Seremoni OD1 yang digelar serentak di Makassar dan Gorontalo di kawasan timur, serta Banda Aceh di ujung barat, menunjukkan ambisi membangun jaringan layanan keuangan yang lebih merata. Fokus ke timur adalah keputusan berani: pasar ini tidak semudah kota besar, tetapi menawarkan pertumbuhan organik jangka panjang jika perusahaan mampu menyesuaikan produk dan proses dengan karakter masyarakat setempat.
Integrasi Operasional: Antara Peluang Pertumbuhan dan Risiko Layanan
Setelah penggabungan efektif, Adira Finance menjalankan penyelarasan sistem teknologi informasi, proses bisnis, jaringan usaha, organisasi, hingga layanan pelanggan secara bertahap. Di atas kertas, ini adalah fondasi penting untuk ekspansi Adira Finance, tetapi di lapangan integrasi selalu membawa risiko gangguan layanan. Pernyataan Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menegaskan dua fokus utama: menjaga keberlangsungan layanan sambil menyelaraskan sistem dan proses bisnis. Artinya, perusahaan sadar bahwa akses pembiayaan konsumen tidak boleh terganggu oleh ambisi pertumbuhan. Perluasan jaringan layanan keuangan ke wilayah baru hanya akan bermakna jika pelanggan lama tetap terlayani dengan baik. Di sini, keberhasilan integrasi Mandala Finance akan diukur bukan hanya dari angka pembiayaan, tetapi dari seberapa mulus transisi dirasakan konsumen di cabang-cabang eks Mandala.
Kesimpulan: Ekspansi ke Timur Harus Diikuti Inovasi Produk
Integrasi Mandala Finance memberi Adira Finance pijakan kuat untuk memperluas pembiayaan Indonesia Timur melalui jaringan 847 titik dan basis 2,6 juta konsumen. Namun ekspansi Adira Finance tidak boleh berhenti pada penambahan cabang. Kebutuhan masyarakat di kota kecil dan kawasan timur menuntut desain produk yang lebih fleksibel, proses yang sederhana, dan pendekatan layanan yang dekat dengan komunitas. Perpaduan jaringan dan pengalaman kedua perusahaan memang diharapkan menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah integrasi Mandala Finance penting, tetapi apakah Adira mampu mengubah skala jaringan layanan keuangan menjadi kualitas akses pembiayaan konsumen yang nyata. Jika berhasil, kawasan timur bisa menjadi contoh bagaimana ekspansi berbasis integrasi lokal menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif.






