Antarmuka mobil harus membantu, bukan mengalihkan
Layar sentuh mobil adalah antarmuka digital di kabin yang menggabungkan fungsi informasi, hiburan, dan pengaturan kendaraan dalam satu bidang kendali, tetapi penggunaannya harus tetap menjaga perhatian pengemudi pada jalan. Pada 26 Oktober 2026, regulator China sedang meninjau layar sentuh dan fitur interior lain yang berpotensi mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Kajian ini layak disambut, bukan karena setiap layar besar berbahaya, melainkan karena tren memindahkan terlalu banyak fungsi ke menu digital dapat membuat pengemudi mengalihkan pandangan dan mencari-cari kendali. Pemerintah mempertimbangkan pembatasan layar besar serta penilaian keselamatan untuk layar hiburan dan informasi, head-up display, dan jenis tampilan lain sebelum dijual. Jika suatu antarmuka dinilai terlalu mengganggu, penggunaannya dapat dilarang. Dalam konteks keselamatan berkendara, kemewahan visual tidak seharusnya mengalahkan kemudahan melakukan tindakan penting tanpa melepas perhatian dari jalan.

Tombol fisik tetap punya tempat
Inti usulan ini bukan menolak teknologi digital, tetapi memastikan fungsi utama kendaraan tidak bergantung sepenuhnya pada layar. Regulator ingin fungsi penting tetap dapat dioperasikan melalui tombol dan sakelar fisik. Pendekatan tersebut masuk akal: tombol yang konsisten bentuk dan lokasinya dapat ditemukan lewat sentuhan, sementara layar cocok untuk informasi yang kompleks dan pengaturan yang jarang digunakan.
Desain terbaik menggabungkan keduanya. Lampu, pengunci pintu, dan fungsi keselamatan yang perlu diakses cepat semestinya memiliki kendali fisik yang jelas; navigasi dan hiburan dapat tetap tampil secara digital, dengan menu sederhana dan gangguan visual minimal. Regulator juga mengusulkan pembatasan perintah suara untuk sejumlah fungsi penting, termasuk menyalakan lampu utama, membuka pintu, dan membuka kap mesin. Artinya, kemudahan berbicara kepada mobil bukan alasan untuk menghapus kendali langsung. Aturan mobil modern sebaiknya mengukur kegunaan berdasarkan situasi nyata di jalan, bukan banyaknya fitur di brosur.
Pengawasan perlu mencakup seluruh kabin
Usulan tersebut melampaui layar besar. Regulator turut meninjau layar fleksibel dan lipat, kursi berkonsep zero gravity saat kendaraan bergerak, serta penggunaan lampu LED siang hari. Layar lipat belum digunakan pada mobil produksi massal di China, tetapi prototipe teknologi telah diperkenalkan. Karena itu, penilaian sejak awal dapat mencegah fitur baru dipasarkan tanpa pemeriksaan memadai terhadap gangguan konsentrasi, keselamatan saat tabrakan, dan keandalan dalam kondisi ekstrem.
Cakupan luas ini tepat selama penilaian tidak berubah menjadi larangan seragam tanpa bukti. Layar yang besar tidak otomatis berbahaya; tata letak, jenis fungsi, waktu penggunaan, dan kemudahan kendali sama pentingnya. Demikian pula, kursi penumpang yang dapat direbahkan perlu dinilai dari risiko keselamatan, bukan semata-mata karena tampilannya berbeda. Regulasi yang baik menetapkan standar yang bisa diuji dan memberi ruang bagi desain yang aman.
Jadwal penerapan menuntut kesiapan produsen
Jika usulan disetujui, kendaraan yang diproduksi mulai 1 Januari 2027 harus memenuhi ketentuan baru, sedangkan kendaraan yang sudah beredar diberi waktu hingga 1 Juli 2027 untuk menyesuaikan diri. Regulator mengusulkan penarikan kembali atau penghentian produksi kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan. Tenggat ini membuat pembahasan tersebut lebih dari sekadar sinyal kebijakan: produsen perlu menyiapkan perubahan desain dan memastikan fungsi dasar mudah digunakan.
Pada akhirnya, pembatasan layar sentuh bukan kemunduran jika mendorong kabin yang lebih mudah dipahami dan aman. Mobil boleh tetap digital, tetapi pengemudi tidak semestinya menelusuri menu untuk menjalankan fungsi yang mendasar. Perpaduan layar yang tertata, tombol fisik untuk kendali penting, dan evaluasi keselamatan yang transparan adalah jalan tengah yang lebih masuk akal daripada mengejar layar sebesar mungkin.






