Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bengkulu dan Jakarta: Wisata Sejarah-Kuliner sebagai Mesin Ekonomi Baru

Bengkulu dan Jakarta: Wisata Sejarah-Kuliner sebagai Mesin Ekonomi Baru
Minat|Destinasi Luar Negeri

Wisata sejarah-kuliner: dari nostalgia menjadi strategi ekonomi

Wisata sejarah kuliner adalah bentuk perjalanan yang menggabungkan eksplorasi kawasan bersejarah, cerita masa lalu, dan pengalaman mencicipi kuliner autentik lokal dalam satu rangkaian aktivitas yang saling menguatkan, sehingga wisatawan tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga merasakan identitas budaya yang hidup melalui rasa, aroma, dan interaksi sosial di ruang publik yang terjaga dan dihidupkan kembali.

Langkah Bengkulu dan Jakarta menunjukkan bahwa wisata kota bersejarah bukan lagi sekadar nostalgia, tetapi strategi ekonomi yang sadar identitas. Pemerintah Kota Bengkulu mulai menyiapkan wajah baru kawasan Kota Tua Kampung China sebagai destinasi yang memadukan sejarah, budaya, kuliner, dan ruang kreatif bagi masyarakat. Sementara itu, Jakarta mengundang pelaku industri pariwisata dari 14 negara untuk merasakan langsung paket tur warisan budaya yang merangkai museum, tradisi jamu, dan kuliner autentik lokal. Keduanya mengirim pesan yang sama: warisan tidak cukup dilestarikan, ia harus dihidupkan dan menghasilkan nilai ekonomi. Pendekatan ini jauh lebih menjanjikan daripada membangun atraksi baru tanpa akar cerita.

Kampung China Bengkulu: laboratorium hidup destinasi budaya

Transformasi Kampung China Bengkulu adalah contoh konkret bagaimana destinasi budaya Indonesia bisa tumbuh tanpa mengorbankan jati diri. Pemerintah Kota Bengkulu menata kawasan Kota Tua ini dengan tetap mempertahankan karakter bangunan tua dan identitas Pecinan, sambil mengarahkannya menjadi tujuan wisata dan budaya, bukan lagi pusat ekonomi seperti masa lalu. Ini keputusan penting: fungsi ekonomi bergeser dari perdagangan barang ke perdagangan pengalaman.

Konsep wisata sejarah kuliner di Kampung China dirancang menyeluruh. Kafe, restoran, dan usaha kuliner dengan sajian khas Tionghoa, India, Melayu, dan berbagai cita rasa lokal akan menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Di saat yang sama, agenda budaya rutin, dekorasi lampion, pertunjukan barongsai, hingga atraksi dol dan seni tradisional berbagai etnis disiapkan untuk menghidupkan ruang publik. Konsep pengembangan ini membuka peluang nyata bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka dan menjadikan kawasan ini ruang ekspresi kebinekaan, sehingga wajar ketika wali kota menyebut Bengkulu layak disebut miniatur Indonesia.

Jakarta: mengemas kota global sebagai wisata kota bersejarah

Jakarta memilih jalur berbeda namun seirama: mengemas diri sebagai kota global yang tetap punya jiwa lama. Melalui dinas pariwisata, sebanyak 14 negara dilibatkan dalam kegiatan Familiarization Trip delegasi Jakarta Wonderful Indonesia Travel Fair (JWITF) untuk merasakan langsung wisata sejarah, budaya, dan kuliner khas Jakarta. "Jakarta terus maju menuju Top 50 Global City" dan ingin menunjukkan bahwa di balik gedung pencakar langit, kota ini menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan kehangatan tradisi yang membuat pengalaman leisure berkesan.

Rute famtrip dirancang sebagai paket tur warisan budaya yang cerdas. Perjalanan dimulai dari Kawasan Kota Tua, kawasan bersejarah yang merekam perjalanan kota dari masa ke masa, termasuk kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang. Delegasi kemudian mengikuti demonstrasi pembuatan jamu di Acaraki Kota Tua, sebelum ditutup dengan Open Dining of Jakarta di Tugu Kunstkring Paleis, di mana para tamu menikmati hidangan autentik Jakarta dan Nusantara. Menurut Disparekraf, rangkaian ini sengaja dirancang untuk memadukan wisata bisnis dan rekreasi (bleisure), sehingga wisatawan MICE punya pilihan aktivitas bermakna di luar ruang rapat.

Dari cerita dan rasa ke peluang ekonomi berkelanjutan

Benang merah dari Bengkulu dan Jakarta adalah keberanian menjadikan cerita dan rasa sebagai komoditas utama. Di Bengkulu, pengembangan Kampung China tidak berhenti pada penataan fisik; pemerintah ingin menghadirkan ruang publik yang hidup, nyaman, dan menarik bagi wisatawan maupun warga lokal, sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh melalui wisata kuliner dan ekonomi kreatif. Di Jakarta, pengalaman langsung para delegasi famtrip dinilai sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pasar mancanegara, agar kota ini dikenal bukan hanya sebagai pusat bisnis dan konektivitas, tetapi juga destinasi MICE dan rekreasi dengan pengalaman beragam bagi wisatawan dunia.

Pendekatan wisata sejarah kuliner seperti ini menawarkan model ekonomi yang lebih berkelanjutan: berbasis komunitas, tidak mudah dipindahkan, dan sulit ditiru negara lain karena bertumpu pada identitas lokal. Tantangannya, pemerintah daerah harus konsisten menjaga otentisitas kuliner autentik lokal, memberi ruang bagi pelaku seni lintas etnis, dan menghindari gentrifikasi yang mengusir warga lama. Jika konsistensi ini terjaga, Bengkulu dan Jakarta berpotensi menjadi rujukan bagaimana wisata kota bersejarah bisa menjadi mesin ekonomi tanpa menghapus memori kolektif yang membuat sebuah kota layak dikunjungi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!