Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kerja Sama Strategis Jakarta untuk Menjadi Kota Global yang Kompetitif

Kerja Sama Strategis Jakarta untuk Menjadi Kota Global yang Kompetitif
Minat|Asia Tenggara

Kesepakatan harus berujung pada manfaat bagi warga

Kerja sama strategis Jakarta adalah kemitraan lintas lembaga dan sektor yang menyatukan sumber daya, pembiayaan, serta keahlian untuk memperbaiki layanan kota dan memperkuat daya saingnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani 15 kesepakatan strategis di Balai Agung, Balai Kota, dengan melibatkan BUMD, BUMN, dan perangkat daerah; cakupannya meliputi kesehatan, perumahan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, dan transportasi publik. Namun, jumlah penandatanganan bukan ukuran keberhasilan. Pemerintah sendiri menekankan bahwa manfaat yang dirasakan warga, target terukur, dan tata kelola yang baik harus menjadi tolok ukur. Skala kerja sama yang lebih luas juga patut diperhatikan: hingga triwulan III 2026 tercatat 52 kemitraan, terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN serta 25 sinergi antar-BUMD yang melibatkan 14 BUMD. Tantangannya kini bukan menambah daftar perjanjian, melainkan memastikan tiap kesepakatan menjawab kebutuhan kota.

Kerja Sama Strategis Jakarta untuk Menjadi Kota Global yang Kompetitif

Ambisi global perlu ditopang iklim investasi dan pemerataan

Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, pemerintah kota sedang memasuki masa penting untuk membuktikan bahwa ambisi global dapat berjalan seiring dengan manfaat yang merata. Gubernur Pramono Anung menempatkan kepercayaan publik, iklim investasi, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi kota. Sasaran Jakarta masuk 50 besar Global Cities Index pada 2030 memberi arah yang jelas, tetapi capaian saat ini masih menuntut kerja konsisten: pada indeks Kearney 2025, Jakarta naik dari peringkat 74 ke 71 dari 156 kota dan berstatus Alpha. Dukungan Kearney Indonesia terhadap kolaborasi pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan dapat membantu menyusun strategi, tetapi tidak menggantikan pelaksanaan kebijakan. Transformasi kota global hanya akan kuat jika peluang investasi juga memperluas ruang bagi UMKM dan komunitas lokal, bukan berhenti pada citra kota di mata dunia.

Tokyo menawarkan pelajaran untuk kawasan dan mobilitas

Kerja sama dengan Tokyo memperlihatkan bahwa hubungan internasional Jakarta dapat menghasilkan agenda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Wakil Gubernur Rano Karno dan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato membahas penguatan kemitraan pada 27 Oktober 2026, melanjutkan hubungan kota kembar yang telah terjalin sejak 1989. Agenda yang dibicarakan mencakup revitalisasi Kota Tua, pengelolaan museum, pengembangan komunitas kreatif, serta transportasi perairan dan bus ramah lingkungan. Jakarta juga ingin mempelajari pengalaman Tokyo mengelola kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, terutama dalam melibatkan warga dan pelaku usaha. Arah ini lebih menjanjikan daripada revitalisasi yang hanya mempercantik ruang tanpa menghidupkan kegiatan setempat. Penguatan transportasi perairan pun berpotensi membantu mobilitas warga dan distribusi barang, sekaligus mendukung pariwisata. Pertukaran pengalaman harus diterjemahkan menjadi rancangan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Jakarta.

Kerja Sama Strategis Jakarta untuk Menjadi Kota Global yang Kompetitif

Pembiayaan dan pelaksanaan menentukan hasil transformasi

Pramono memaparkan strategi transformasi dalam forum “Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together” pada 28 Oktober 2026. Kemajuan terlihat pada konektivitas: hingga September 2026, layanan Transjakarta, MRT, dan LRT mencatat 368,4 juta perjalanan, naik 10,8 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Namun, kemacetan, banjir, polusi, dan keterbatasan anggaran tetap menguji daya saing kota. Karena itu, investasi infrastruktur Jakarta perlu ditopang pembiayaan yang beragam, termasuk kerja sama pemerintah dan badan usaha, pembiayaan hijau, serta optimalisasi aset daerah. Contoh konkret ialah kredit Bank Jakarta untuk pembangunan dek pejalan kaki Dukuh Atas, yang ditujukan memperbaiki konektivitas dan aksesibilitas. Memasuki 2027, kesepakatan perlu segera menjadi program dengan manfaat terukur. Kesimpulannya, daya saing kota internasional tidak lahir dari seremoni, tetapi dari layanan yang lebih mudah diakses dan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!