Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jakarta dan Surabaya Menantang Dominasi Kota Global ASEAN

Jakarta dan Surabaya Menantang Dominasi Kota Global ASEAN
Minat|Asia Tenggara

Transportasi Umum sebagai Tiket Menuju Status Kota Global

Jakarta transportasi umum adalah istilah yang merujuk pada keseluruhan jaringan bus, kereta, dan moda angkutan massal lain yang terintegrasi, digunakan secara luas oleh warga, dan dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan daya saing kota dalam peringkat kota global di kawasan maupun dunia. Transportasi umum bukan sekadar urusan teknis memindahkan orang dari titik A ke titik B; ia adalah fondasi kualitas hidup urban dan penentu apakah sebuah kota layak menyebut diri sebagai kota global. Ketika jaringan kereta, bus, dan trem terintegrasi, tepat waktu, dan mudah digunakan, warga dan wisatawan dapat bergerak bebas tanpa mobil pribadi. Di sinilah ambisi kota-kota ASEAN kota terbaik diuji: apakah infrastruktur transportasi mereka cukup kuat untuk menopang ekonomi, budaya, dan politik skala global, atau masih terjebak pada pola urban yang melelahkan dan tidak efisien.

Jakarta Masuk 20 Besar Transportasi Umum Dunia: Pencapaian atau Peringatan?

Masuknya Jakarta dalam 20 kota dengan transportasi umum terbaik dunia adalah lonceng keras bahwa transformasi urban mulai terlihat hasilnya. Dalam survei terhadap lebih dari 24.000 penduduk di berbagai kota, Jakarta meraih penilaian positif 79,2 persen untuk layanan bus, kereta, dan tremnya. "Daftar tersebut disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 24.000 penduduk di berbagai kota". Angka ini memang belum menyamai Taipei yang memimpin dengan 95 persen, tetapi cukup untuk menempatkan Jakarta di panggung global yang selama ini didominasi kota-kota Asia Timur seperti Taipei, Singapura, dan Hong Kong. Fakta bahwa setiap negara hanya diwakili satu kota dengan skor tertinggi membuat posisi Jakarta makin signifikan: ia bukan sekadar wakil nasional, tetapi wajah kompetisi regional dalam infrastruktur transportasi. Namun, pencapaian ini juga peringatan halus: standar dunia sudah jelas, dan Jakarta masih punya jarak yang harus dikejar.

Jakarta dan Surabaya Menantang Dominasi Kota Global ASEAN

Peringkat Kota Global: Jakarta di Posisi Keempat, Surabaya Menyusul

Jika daftar transportasi umum menempatkan Jakarta di 20 besar dunia, indeks kota global memberi gambaran lebih lengkap tentang posisi kota ini di jaringan ekonomi dan budaya dunia. Berdasarkan Global Cities Index 2026, Jakarta berada di urutan keempat peringkat kota global di ASEAN dan ke-140 dunia. Menariknya, Jakarta unggul pada aspek Sumber Daya Manusia di peringkat ke-23 dunia dan Ekonomi di posisi ke-59, tetapi tertinggal jauh pada Kualitas Hidup dan Lingkungan yang masing-masing berada di peringkat ke-561 dan ke-553. Surabaya, meski belum sekuat Jakarta, sudah masuk 10 besar kota global ASEAN di posisi ke-10 dan peringkat ke-308 dunia. Indeks ini membandingkan 1.000 kota berdasarkan lima indikator: Ekonomi (30%), Sumber Daya Manusia (25%), Kualitas Hidup (25%), Lingkungan (10%), dan Pemerintah (10%). Artinya, keberhasilan Jakarta transportasi umum baru satu potongan puzzle; kota global menuntut keseimbangan antara mesin ekonomi dan kenyamanan hidup.

Jakarta dan Surabaya Menantang Dominasi Kota Global ASEAN

ASEAN Kota Terbaik: Dominasi Tetangga dan Tantangan bagi Jakarta

Di tingkat regional, daftar ASEAN kota terbaik dalam Global Cities Index menunjukkan peta kekuatan yang jelas: Singapura memimpin sebagai kota global terbaik di kawasan dan berada di peringkat ke-29 dunia. Di bawahnya, Kuala Lumpur menyusul di posisi ke-65 dunia, lalu Bangkok di peringkat ke-122. Jakarta baru muncul di urutan keempat ASEAN, sementara Surabaya menutup daftar 10 kota global teratas di kawasan. Dominasi kota-kota tetangga ini bukan sekadar soal angka; ia mencerminkan bagaimana mereka memadukan infrastruktur transportasi, tata kelola, dan kualitas hidup secara lebih seimbang. Ketika Taipei, Singapura, dan Hong Kong menguasai daftar transportasi umum terbaik dunia, jelas bahwa kompetisi regional bergerak cepat. Jakarta dan Surabaya memang sudah berada di meja yang sama, tetapi untuk menyalip, mereka harus berani mengakui bahwa investasi fisik saja tidak cukup tanpa perbaikan serius pada kualitas hidup dan lingkungan.

Kesimpulan: Transportasi Umum Bagus Belum Cukup untuk Menjadi Kota Global Unggul

Pencapaian Jakarta dalam daftar 20 kota dengan transportasi umum terbaik dunia dan posisi keempat dalam peringkat kota global ASEAN adalah langkah besar, tetapi bukan garis finish. Surabaya yang sudah menembus 10 besar kota global kawasan menunjukkan bahwa lebih dari satu kota siap bermain di level regional. Namun, indeks global mengingatkan bahwa kota global bukan hanya soal jaringan kereta dan bus yang efisien, melainkan juga keseimbangan antara ekonomi, sumber daya manusia, kualitas hidup, lingkungan, dan tata pemerintahan. Jakarta transportasi umum yang membaik adalah modal penting, tetapi tanpa kota yang nyaman, sehat, dan inklusif, status kota global akan terasa rapuh. Jika ambisi urban ingin berujung pada kota yang benar-benar terbaik, bukan sekadar naik peringkat, maka agenda berikutnya harus jelas: menjadikan infrastruktur transportasi sebagai tulang punggung, bukan satu-satunya kebanggaan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!