Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

ASCOPE ke-51 Uji Kolaborasi demi Ketahanan Energi

ASCOPE ke-51 Uji Kolaborasi demi Ketahanan Energi
Minat|Asia Tenggara

Ketahanan energi perlu dibangun bersama

Ketahanan energi ASEAN adalah kemampuan negara-negara di kawasan menjaga pasokan yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, menopang kegiatan ekonomi, serta memenuhi kebutuhan generasi mendatang melalui sistem energi yang saling mendukung.

Gagasan itu menjadi inti ASCOPE ke-51, pertemuan Dewan Perminyakan ASEAN yang berlangsung di Bali pada 26–28 Oktober 2026 dengan tema “Strengthening Resilience Through Collaboration”. Sebagai tuan rumah, Pertamina mendorong perusahaan energi nasional di kawasan mempererat kerja sama menghadapi dinamika dan gejolak global. Arah ini tepat: gangguan pasokan tidak berhenti di perbatasan, sehingga daya tahan nasional juga bergantung pada stabilitas kawasan.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengingatkan bahwa ketahanan bukan hanya soal memenuhi permintaan hari ini, melainkan memastikan sistem energi tetap melayani masyarakat, mendukung ekonomi, dan menjangkau generasi mendatang. ASCOPE telah menjadi wadah bagi institusi energi kawasan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman selama lebih dari lima dekade. Nilai forum itu akan diukur dari kerja sama nyata yang lahir, bukan lamanya pertemuan berlangsung.

ASCOPE ke-51 Uji Kolaborasi demi Ketahanan Energi

Rantai pasok menjadi ujian nyata

Seruan kolaborasi datang saat ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar energi dunia memengaruhi rantai pasok global. Dalam keadaan seperti ini, gangguan lintas batas dapat berimbas pada ketersediaan dan keterjangkauan energi di dalam negeri. Karena itu, penguatan rantai pasok energi tidak semestinya dipandang sebagai agenda teknis semata, tetapi sebagai perlindungan bagi rumah tangga dan kegiatan ekonomi.

Pertamina mendorong mitigasi risiko krisis pasokan, penguatan infrastruktur lintas batas, dan optimalisasi cadangan energi. Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menilai tantangan industri terlalu kompleks untuk ditangani satu negara saja, meski setiap anggota tetap perlu menjaga kepentingan domestiknya. Itulah keseimbangan yang harus dicapai: konektivitas regional yang lebih kuat tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di tiap negara.

Bagi pengguna energi, ukuran keberhasilan bukan banyaknya deklarasi, melainkan apakah pasokan tetap tersedia dan terjangkau ketika pasar bergejolak. Agenda ASCOPE ke-51 relevan karena menautkan stabilitas kawasan dengan dampak yang dirasakan di dalam negeri. Namun, koordinasi perlu menghasilkan langkah yang dapat dipakai saat krisis, bukan berhenti pada kesepahaman umum.

ASCOPE ke-51 Uji Kolaborasi demi Ketahanan Energi

Aset, investasi, dan kepentingan yang beragam

Ketahanan tidak mungkin dijaga tanpa perhatian pada fondasi industri. Pembahasan ASCOPE mencakup pengelolaan aset migas, kebutuhan investasi, dan keberlanjutan pasokan. Di sektor hulu, tantangannya berlapis: mempertahankan produktivitas lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun sekaligus mendorong investasi untuk eksplorasi baru. Kerja sama dapat membuka ruang berbagi pengalaman, tetapi tidak menghapus kebutuhan tiap negara untuk menentukan prioritasnya sendiri.

Di sinilah kolaborasi energi ASEAN menghadapi ujian politik dan praktis. Anggota memiliki kapasitas, keunggulan, dan kebutuhan energi yang tidak seragam; negara pengekspor pun menghadapi kepentingan pasokan yang berbeda dari negara dengan kebutuhan domestik lain. Simon Mantiri menekankan bahwa kekuatan kawasan bukan berasal dari menyamakan semua negara, melainkan dari kontribusi keunggulan masing-masing. Prinsip itu masuk akal, tetapi perlu diterjemahkan menjadi keputusan yang menghormati kepentingan domestik sekaligus memberi manfaat bersama.

ASCOPE menyediakan ruang untuk menyelaraskan pandangan, namun forum saja tidak menjamin kesepakatan atas investasi, aset, atau pembagian tanggung jawab. Ketahanan energi ASEAN akan lebih kuat bila perbedaan itu diakui sejak awal dan kolaborasi dibangun berdasarkan kapasitas yang saling melengkapi, bukan asumsi bahwa kebutuhan anggota sama.

Dari forum menuju daya tahan kawasan

ASCOPE ke-51 menegaskan alasan kerja sama kawasan semakin penting: gejolak global menembus rantai pasok, sementara tantangan aset migas dan investasi tak dapat dipisahkan dari kesinambungan pasokan. Pertamina mendorong pendekatan kolektif, mulai dari mitigasi risiko hingga ketahanan infrastruktur dan pengelolaan cadangan. Itu adalah agenda yang tepat, terutama karena dampaknya menyentuh akses energi masyarakat.

Namun, seruan kolaborasi baru bermakna bila mampu mempertemukan kepentingan yang berbeda tanpa mengorbankan kebutuhan domestik negara anggota. Kawasan tidak perlu memiliki satu model energi yang seragam; yang dibutuhkan ialah mekanisme kerja sama yang memungkinkan kapasitas tiap anggota saling menopang. Kesimpulannya, ASCOPE ke-51 menawarkan arah yang penting bagi ketahanan energi ASEAN, tetapi nilai sesungguhnya terletak pada kemampuan perusahaan dan negara anggota mengubah dialog menjadi rantai pasok yang lebih tahan terhadap guncangan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!