Promosi yang menjual pengalaman, bukan sekadar destinasi
Promosi wisata Indonesia di pasar Inggris adalah rangkaian upaya pemasaran yang mempertemukan pelaku industri dengan mitra perjalanan sambil membangun daya tarik destinasi melalui pengalaman, budaya, dan alam. Strategi ini penting karena wisatawan Inggris perlu melihat alasan yang lebih kuat untuk memilih Indonesia, bukan hanya mengenali namanya. Kampanye #GoBeyondOrdinary menjadi bagian dari promosi Wonderful Indonesia, dengan narasi tentang bentang alam, kekayaan budaya, gastronomi, serta interaksi autentik dengan masyarakat lokal. Pergeseran pesan ini tepat: keindahan alam memang menarik perhatian, tetapi pengalaman yang khas memberi calon pengunjung gambaran yang lebih jelas tentang apa yang akan mereka jalani. Pemerintah menyatakan agenda di Britania Raya ditujukan untuk menjaga momentum pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa. Tantangannya adalah memastikan janji kampanye itu diterjemahkan menjadi produk perjalanan yang mudah ditemukan dan dipesan.
Glasgow dan Manchester membuka pintu kemitraan
Rangkaian promosi dimulai melalui sales mission di Crowne Plaza, Glasgow, pada 27 Oktober 2026, lalu berlanjut di Hyatt Regency, Manchester, pada 29 Oktober 2026. Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Aliansi Promosi Pariwisata Indonesia dan membawa 10 perwakilan industri dari sektor perhotelan, operator tur, serta pengelola atraksi. Di kedua kota, pertemuan bisnis langsung menargetkan lebih dari 40 calon mitra per kegiatan. Langkah ini lebih terarah daripada mengandalkan paparan iklan semata: pelaku Indonesia dapat menjelaskan produk, menjawab kebutuhan mitra, dan membuka jalur distribusi. Namun, jumlah pertemuan bukan ukuran keberhasilan akhir. Nilainya baru terlihat jika hubungan tersebut menghasilkan paket yang kompetitif, informasi yang jelas, dan akses pemesanan bagi wisatawan Inggris. Sales mission berfungsi sebagai penghubung antara promosi dan penjualan; tindak lanjutnya akan menentukan apakah perhatian pasar berubah menjadi perjalanan nyata.
WTM London memperluas jangkauan, sekaligus menaikkan taruhan
Setelah Glasgow dan Manchester, Indonesia dijadwalkan tampil di WTM London pada 3–5 November 2026 di ExCeL London. Paviliun Wonderful Indonesia dirancang seluas 352,75 meter persegi dengan tema bahari. Sebanyak 70 pelaku industri dari sembilan provinsi akan terlibat, terdiri atas 47 co-exhibitors dan 23 pelaku dari lima mitra resmi. Skala ini memberi Indonesia ruang untuk bertemu pembeli, media, dan pemangku kepentingan internasional dalam satu ajang dagang global. Akan tetapi, kehadiran besar saja tidak menjamin dampak. Pesan bahari perlu terhubung dengan ragam produk lain yang ditawarkan, agar Indonesia tidak dipersempit menjadi tujuan pantai dan laut. WTM London paling berguna bila pertemuan di sana memperkuat hubungan yang telah dibuka di kota lain serta memberi mitra alasan konkret untuk memasukkan produk Indonesia ke katalog dan paket mereka.
Dari eksposur menuju pengalaman bernilai tambah
Promosi tersebut sejalan dengan agenda Pariwisata Naik Kelas: wisata bahari, gastronomi, wisata kebugaran, wastra Nusantara, dan pariwisata ramah Muslim menjadi bagian dari tawaran bernilai tambah. Ragam ini dapat membantu memperluas alasan berkunjung, sekaligus memberi ruang bagi destinasi dan pelaku lokal untuk menawarkan pengalaman yang lebih beragam. Bagi calon wisatawan, manfaat akhirnya bukan sekadar melihat paviliun atau membaca kampanye, melainkan menemukan perjalanan yang sesuai minat dan dapat direncanakan dengan mudah. Karena itu, ukuran yang seharusnya diperhatikan setelah rangkaian agenda ini adalah tindak lanjut bisnis, keterlihatan paket, dan kemampuan mitra menjual pengalaman secara konsisten. Sales mission di Glasgow dan Manchester membangun kontak, sedangkan WTM London memperbesar eksposur dan peluang temu industri. Strategi ini punya arah yang masuk akal, tetapi hasilnya akan ditentukan oleh mutu produk dan kesinambungan kerja sama setelah acara berakhir.






