KuybeliKuybeli

Sertifikasi WHO Buka Jalan Ekspor Kosmetik ke Pasar Global

Sertifikasi WHO Buka Jalan Ekspor Kosmetik ke Pasar Global
Minat|Makeup

Apa Itu WHO-Listed Authority dan Mengapa Penting bagi Kosmetik

WHO-Listed Authority (WLA) adalah pengakuan resmi Organisasi Kesehatan Dunia kepada otoritas regulasi obat dan produk kesehatan yang memenuhi standar pengawasan tinggi, dan status ini kini dimiliki otoritas pengawas obat dan makanan sehingga menjadi penanda keandalan sistem regulasi nasional bagi mitra dagang dan pasar global.

Di balik sertifikasi WHO-Listed Authority ini, terdapat perubahan strategis bagi ekspor kosmetik Indonesia: regulasi tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan modal dagang. Pengakuan WHO menunjukkan bahwa BPOM bekerja dengan standar internasional dalam mengawasi produk termasuk kosmetik, yang di banyak negara dikategorikan dekat dengan obat atau produk medis. Artinya, ketika pelaku usaha berbicara tentang ekspor kosmetik Indonesia, mereka kini masuk ke meja negosiasi dengan kredibilitas yang sudah “divalidasi” lembaga global. Pengakuan bahwa otoritas nasional adalah negara berpendapatan menengah pertama yang meraih status WLA mempertegas bahwa ini bukan pencapaian rutin, melainkan lompatan posisi dalam ekosistem regulasi kesehatan dunia.

Dari Sertifikasi ke Kepercayaan: Kredibilitas Baru Produk Kecantikan Lokal

Status WLA bukan sekadar piagam di dinding kantor regulator; ia adalah sinyal kepercayaan yang dibaca serius oleh pasar global. Pengakuan ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dunia terhadap sistem pengawasan yang diterapkan regulator nasional, sehingga memperkuat persepsi atas keamanan dan kualitas produk kosmetik yang akan diekspor. Dalam konteks ekspor kosmetik Indonesia, sertifikasi WHO-Listed Authority secara praktis menempatkan produk kecantikan lokal global pada liga yang sama dengan produk dari negara yang otoritasnya juga diakui WHO.

Penting dicatat, status ini diperoleh sebagai apresiasi terhadap komitmen memperkuat sistem pengawasan, terutama di sektor vaksin, yang merupakan sektor dengan standar keamanan paling ketat. Jika regulator mampu menjaga standar di bidang seketat vaksin, wajar bila mitra dagang menilai bahwa BPOM standar internasional juga berlaku konsisten pada kosmetik. Di mata importir, sertifikasi WLA berarti sebagian proses due diligence sudah dilakukan oleh lembaga yang mereka percaya. Keuntungan politisnya: perdebatan mengenai “apakah produk ini aman?” bergeser menjadi “seberapa cepat produk ini bisa masuk pasar?”.

Peran Kunci BPOM: Product Reliance sebagai Paspor ke 39 Negara

Status WLA memberi BPOM kekuatan baru: mekanisme product reliance. Melalui skema ini, produk yang telah melalui penilaian BPOM memiliki peluang lebih besar untuk diterima regulator di 39 negara yang juga memiliki otoritas berstatus WHO-Listed Authority. Dengan kata lain, satu pintu penilaian di dalam negeri bisa membuka banyak pintu di luar negeri. Ini mengurangi duplikasi evaluasi dan mempercepat ekspor kosmetik Indonesia.

Di sinilah posisi strategis BPOM sebagai jembatan antara pelaku usaha dan pasar global. Ketika kepala BPOM menegaskan bahwa reputasi ini berdampak positif bagi industri kosmetik nasional, pernyataan itu bukan basa-basi, melainkan penegasan bahwa regulator memegang kunci utama percepatan ekspor. Jika BPOM mampu menjaga konsistensi BPOM standar internasional dalam pengawasan, maka setiap izin edar pada produk kecantikan lokal secara implisit menjadi rekomendasi ke 39 negara tersebut. Tantangannya, BPOM harus seimbang: ketat untuk melindungi konsumen, tetapi juga efisien agar pelaku usaha tidak tersandera birokrasi.

Momentum Emas bagi Industri Kecantikan Lokal

Data ekonomi menunjukkan bahwa industri kosmetik bukan sektor pinggiran. Nilai ekonominya mencapai sekitar USD 10 miliar (lebih dari Rp180 triliun) setiap tahun dan tumbuh sekitar 6,7 persen per tahun. Dengan pertumbuhan seperti ini, status WLA datang pada waktu yang tepat: ketika industri sedang naik, bukan terpuruk. Ini berarti sertifikasi WHO-Listed Authority bisa berfungsi sebagai akselerator, bukan sekadar bantalan penyelamat.

Prospek jangka panjang pun luas: populasi global diperkirakan mencapai 9,3 miliar jiwa pada 2045, naik lebih dari 1 miliar dibanding sekitar 8 miliar saat ini. Artinya, pasar potensial untuk produk kecantikan lokal global kian membesar. Ditambah, ketersediaan lebih dari 31 ribu jenis tumbuhan yang dapat diekstraksi menjadi bahan kosmetik, serta kekayaan mineral dan sumber protein fauna, menjadikan rantai pasok bahan baku relatif aman. Jika pelaku usaha mampu memanfaatkan sertifikasi WLA sebagai nilai jual utama, ekspor kosmetik Indonesia berpotensi menjadi motor penting penciptaan lapangan kerja di hulu (petani, penambang, peternak) hingga hilir (formulator, manufaktur, distribusi).

Syarat Menang: Daya Saing, Klaim yang Jujur, dan Strategi Ekspor

Meski peluang menganga, kemenangan tidak otomatis. Untuk memanfaatkan pasar baru maupun pasar yang sudah ada, otoritas menegaskan perlunya daya saing kuat dan bukti bahwa produk kosmetik benar-benar memiliki manfaat sesuai klaim. Artinya, label “BPOM standar internasional” tidak boleh menjadi alasan produsen mengabaikan penelitian, uji keamanan, atau transparansi klaim. Justru sebaliknya, sertifikasi WLA harus mendorong peningkatan mutu formulasi, dokumentasi ilmiah, dan tata kelola produksi.

Secara praktis, pemerintah dan regulator perlu memastikan bahwa pelaku usaha—terutama UMKM—memahami cara memanfaatkan status ini, bukan hanya menjadikannya jargon promosi. Jika pelatihan, pendampingan ekspor, dan fasilitas sertifikasi berjalan, industri kosmetik yang sudah bernilai raksasa itu berpeluang “naik kelas” menjadi pemain ekspor yang disegani. Kesimpulannya, sertifikasi WHO-Listed Authority adalah tiket emas, tetapi tiket itu baru bernilai jika diikuti strategi ekspor yang cerdas, klaim produk yang jujur, dan keberanian pelaku industri untuk bersaing di pasar global yang kian padat.

Kuybeli Take

Apa Itu WHO-Listed Authority dan Mengapa Penting bagi KosmetikWHO-Listed Authority (WLA) adalah pengakuan resmi Organisasi Kesehatan Dunia kepada otoritas regul...

, Kuybeli editorial

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!