KuybeliKuybeli

Status WLA WHO: Tiket Emas Kosmetik Lokal ke Pasar Global

Status WLA WHO: Tiket Emas Kosmetik Lokal ke Pasar Global
Minat|Makeup

Apa Itu Status WLA WHO dan Mengapa Penting bagi Kosmetik?

Status WLA WHO adalah pengakuan Organisasi Kesehatan Dunia bahwa sebuah otoritas regulasi obat dan makanan memenuhi standar internasional dalam sistem pengawasan, penilaian, dan pengambilan keputusan, sehingga hasil evaluasinya dapat dipercaya dan dijadikan rujukan oleh negara lain dalam proses persetujuan produk obat, vaksin, maupun kosmetik yang beredar di pasar global.

Ketika BPOM memperoleh status WHO‑Listed Authority (WLA), pesan yang dikirim ke dunia sangat jelas: sistem pengawasan nasional dianggap sekelas regulator maju dan dapat dijadikan referensi. Ini bukan sekadar piagam kehormatan; ini upgrade status yang mengubah sertifikasi BPOM dari “izin lokal” menjadi “sertifikasi BPOM internasional” de facto. Pengakuan tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan dunia terhadap sistem pengawasan yang diterapkan regulator nasional. Dalam konteks pasar kosmetik global yang ketat dan penuh skeptisisme terhadap klaim keamanan, reputasi regulator adalah modal pertama yang diperiksa sebelum merek mana pun diberi ruang di etalase.

Dari Sertifikat Nasional Menjadi Paspor Ekspor

BPOM sendiri menyatakan bahwa status WLA WHO yang kini dimiliki menjadi peluang besar untuk mendorong ekspor produk kosmetik dalam negeri. Kuncinya terletak pada konsep product reliance: produk yang telah melalui penilaian BPOM memiliki peluang lebih besar diterima regulator di 39 negara yang juga berstatus WHO‑Listed Authority. Secara praktis, sertifikasi BPOM internasional ini memperpendek jalur birokrasi, mengurangi pengujian berulang, dan menghemat biaya bagi pelaku usaha yang ingin menembus pasar kosmetik global.

Pengakuan WHO terhadap standar keamanan produk yang diawasi BPOM berarti kehadiran filter kualitas yang sudah diakui bersama. Dengan kata lain, banyak otoritas lain tidak perlu mulai dari nol untuk menilai sebuah produk kosmetik; mereka boleh bersandar pada keputusan BPOM. Dalam pasar yang penuh persaingan, kemudahan regulasi ini adalah keunggulan strategis yang akan membedakan ekspor kosmetik Indonesia dari pesaing yang belum memiliki regulator berstatus WLA WHO.

Kepercayaan Pasar Global: Modal Baru Merek Lokal

Kepercayaan adalah mata uang utama di pasar kosmetik global. Pengakuan WLA WHO secara eksplisit disebut mampu meningkatkan kepercayaan dunia terhadap sistem pengawasan regulator nasional. Artinya, ketika sebuah merek membawa label izin BPOM, regulator luar negeri melihatnya bukan lagi sebagai dokumen lokal yang harus diulang, melainkan sebagai bukti bahwa produk telah melewati standar yang setara dengan otoritas mereka.

Pernyataan Kepala BPOM bahwa reputasi WLA berdampak positif bagi industri kosmetik bukan basa‑basi. Di banyak negara, kosmetik masuk dalam ranah evaluasi obat atau medis, sehingga persyaratan keamanan menjadi jauh lebih ketat. Dalam situasi seperti ini, status WLA WHO menempatkan produk berizin BPOM pada posisi tawar yang lebih kuat. Kepercayaan dunia terhadap produk kosmetik Indonesia akan meningkat signifikan karena mereka tahu ada sistem yang diaudit WHO di belakang setiap izin edar.

Potensi Pasar dan Sumber Daya: Mengapa Momentum Ini Tak Boleh Terlewat

Pertanyaannya: seberapa besar kue yang sedang diperebutkan? Kepala BPOM menyebut populasi global diperkirakan mencapai 9,3 miliar jiwa pada 2045, naik lebih dari 1 miliar dari sekitar 8 miliar saat ini. Lebih banyak penduduk berarti lebih banyak konsumen yang membutuhkan produk perawatan diri. Menurut data Lembaga Konsumen Indonesia, nilai ekonomi industri kosmetik mencapai sekitar USD 10 miliar (lebih dari Rp180 triliun) setiap tahun. Ini menggambarkan pasar kosmetik global yang bukan hanya besar, tetapi terus berkembang.

Taruna Ikrar menyebut sektor kosmetika tumbuh sekitar 6,7 persen per tahun, sebuah angka yang menunjukkan industri ini jauh dari titik jenuh. Di sisi lain, negeri ini memiliki lebih dari 31 ribu jenis tumbuhan yang dapat diekstrak menjadi bahan kosmetik, ditambah kekayaan mineral dan sumber protein dari fauna. Kombinasi pasar yang meluas, pertumbuhan industri yang tinggi, dan sumber daya alam melimpah membuat status WLA WHO bukan sekadar penghargaan, melainkan momentum strategis yang jika dibiarkan lewat akan menjadi kerugian struktural bagi pelaku ekspor kosmetik Indonesia.

Kesimpulan: Saatnya Mengubah Pengakuan Menjadi Dominasi

Status WLA WHO menjadikan BPOM bagian dari klub elit regulator yang dipercaya dunia. Dalam bahasa bisnis, ini berarti pengurangan hambatan non‑tarif dan peningkatan kredibilitas ekspor kosmetik Indonesia. Namun pengakuan saja tidak cukup; ia harus diterjemahkan menjadi strategi nyata: peningkatan kualitas formulasi, konsistensi klaim, dan pemanfaatan product reliance untuk memperluas jangkauan.

Industri kosmetik sudah terbukti bernilai besar dan tumbuh cepat. Dengan modal sumber daya alam yang kaya dan regulator yang kini diakui WHO, tidak ada alasan untuk puas menjadi pemasok kelas dua. WLA adalah tiket emas; tugas dunia usaha dan pemerintah adalah memastikan tiket itu digunakan untuk duduk di bangku depan pasar kosmetik global, bukan sekadar menjadi penonton yang bangga memegang sertifikat tapi absen di rak‑rak internasional.

Kuybeli Take

Apa Itu Status WLA WHO dan Mengapa Penting bagi Kosmetik?Status WLA WHO adalah pengakuan Organisasi Kesehatan Dunia bahwa sebuah otoritas regulasi obat dan maka...

, Kuybeli editorial

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!