Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bakteri Tahan Panas dalam Makanan dan Cara Aman Menyimpannya

Bakteri Tahan Panas dalam Makanan dan Cara Aman Menyimpannya
Minat|Memasak

Apa Itu Bakteri Tahan Panas dan Mengapa Dapur Rumah Jadi Rawan?

Bakteri tahan panas dalam makanan adalah mikroorganisme yang dapat membentuk spora atau struktur khusus sehingga tetap hidup setelah proses pemasakan biasa, lalu tumbuh kembali saat makanan dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama dan akhirnya memproduksi racun penyebab keracunan makanan. Ada berbagai jenis kuman dan zat berbahaya yang disebut kontaminan yang dapat memicu keracunan makanan, termasuk bakteri yang menghasilkan racun dan jamur yang memproduksi toksin. Di sejumlah kasus keracunan program makan massal, pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri berbahaya seperti Escherichia coli dan Bacillus cereus pada makanan matang. Fakta ini menunjukkan bahwa dapur rumah dan dapur produksi massal menghadapi ancaman yang sama: makanan bisa tampak normal, terasa enak, tetapi sudah menyimpan racun tak kasatmata yang terbentuk setelah dimasak.

Bakteri Tahan Panas dalam Makanan dan Cara Aman Menyimpannya

Dari Air hingga Piring: Tahapan Kontaminasi yang Sering Diabaikan

Kontaminasi bakteri bukan sekadar soal makanan tidak dimasak hingga matang; ancamannya jauh lebih panjang. Kontaminasi bakteri dapat terjadi dalam berbagai tahap, mulai dari air yang digunakan, proses pencucian bahan, pengolahan, hingga penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi. Tangan yang tidak dicuci setelah ke toilet atau memegang bahan mentah dapat memindahkan mikroorganisme ke makanan dan minuman. Peralatan seperti pisau, talenan, dan meja dapur yang tidak dibersihkan baik juga menjadi jalur kontaminan berpindah ke makanan lain. Jika makanan mentah dan matang dipotong di talenan yang sama tanpa dicuci, terjadilah kontaminasi silang dari cairan daging, unggas, atau makanan laut mentah ke makanan siap santap. Ini bukan sekadar teori; temuan bakteri pada sampel ayam bumbu kuning dan galantin dalam kasus keracunan menunjukkan bahwa setiap tahapan penanganan makanan punya risiko nyata yang kadang tak terlihat.

Bakteri Tahan Panas dalam Makanan dan Cara Aman Menyimpannya

Bacillus cereus: Bakteri Tahan Panas yang Mengintai Nasi dan Lauk

Isu bakteri tahan panas makanan menjadi sorotan setelah berbagai laboratorium menemukan Bacillus cereus pada nasi dan menu lain dalam kasus keracunan makan massal. Guru besar keamanan pangan menegaskan bahwa Bacillus cereus mampu membentuk endospora tahan panas, sehingga proses memasak biasa belum tentu membunuhnya sepenuhnya. Spora bakteri tersebut dapat bertahan dari pemasakan, lalu tumbuh dalam kondisi yang mendukung dan menghasilkan toksin. Menurut pakar tersebut, "masak itu tidak menghilangkan atau tidak membunuh seluruh mikrobia yang ada, karena hanya masak biasa itu terutama endospora-nya itu tidak mati, khususnya Bacillus cereus". Bacillus cereus dapat berkembang ketika makanan yang sudah matang dibiarkan terlalu lama. Di beberapa daerah, bakteri ini ditemukan bersama Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang diduga menyebabkan ratusan santri dan siswa keracunan.

Bakteri Tahan Panas dalam Makanan dan Cara Aman Menyimpannya

Waktu dan Suhu: Batas Aman Makanan Masak di Meja dan Kulkas

Kesalahan terbesar banyak keluarga adalah menganggap makanan aman selama sudah dimasak. Padahal, makanan yang terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang bisa terkontaminasi dan menimbulkan keracunan makanan. Makanan matang yang dikonsumsi lebih dari empat jam berisiko menumbuhkan bakteri dan menghasilkan toksin penyebab keracunan massal. Pakar keamanan pangan menjelaskan bahwa setelah selesai dimasak, bakteri tahan panas dapat tumbuh, dan jika dibiarkan lebih dari empat jam, pertumbuhan ini berlanjut dan menghasilkan toksin. Bukan hanya di meja makan, makanan yang terlalu lama disimpan di kulkas juga dapat rusak jika suhu kulkas atau freezer terlalu hangat. WHO merangkum pengendalian waktu dan suhu ini dalam salah satu kunci keamanan pangan: menjaga makanan pada suhu aman, selain menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak hingga matang, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

Bakteri Tahan Panas dalam Makanan dan Cara Aman Menyimpannya

Strategi Kontaminasi Makanan Pencegahan di Dapur Rumah

Jika ingin keracunan makanan pencegahan berhasil, dapur rumah harus diperlakukan seperti dapur profesional. Ada beberapa jenis kuman atau zat berbahaya yang disebut sebagai kontaminan yang dapat memicu keracunan makanan, sehingga setiap langkah, dari bahan mentah hingga sisa makanan, perlu standar keamanan pangan dapur sendiri. WHO merangkum langkah tersebut dalam lima kunci keamanan pangan, yaitu menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, memasak hingga matang, menjaga makanan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman. Untuk mengurangi risiko kontaminasi, kebiasaan sederhana dapat dilakukan sejak menyiapkan bahan hingga menyimpan makanan: cuci tangan sebelum dan setelah mengolah makanan; bersihkan talenan, pisau, dan meja setiap selesai dipakai; gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan makanan siap santap; pastikan makanan, terutama daging, unggas, telur, dan makanan laut, dimasak hingga mencapai suhu sekitar 70 derajat Celsius; dan segera dinginkan makanan matang jika tidak langsung dikonsumsi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!