Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Minum di MRT Bisa Ditegur: Kenali Aturannya

Minum di MRT Bisa Ditegur: Kenali Aturannya
Minat|Travel Hemat

Larangan berlaku sejak memasuki area berbayar

Aturan MRT Jakarta melarang penumpang makan dan minum di area berbayar stasiun maupun di dalam kereta Ratangga, sebagai bagian dari tata tertib untuk menjaga fasilitas dan perjalanan bersama. Batas pentingnya bukan hanya saat berada di gerbong: setelah melewati akses menuju area berbayar, larangan makan minum sudah berlaku. Karena itu, sebaiknya selesaikan makanan atau minuman sebelum masuk ke area tersebut, bukan menunggu sampai duduk di kereta. Manajemen menyebut kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban. Aturan ini mungkin terasa ketat bagi penumpang yang terbiasa membawa minuman, tetapi berlaku bagi seluruh pengguna jasa. Memahaminya sebelum berangkat lebih masuk akal daripada mengandalkan asumsi bahwa larangan hanya berlaku untuk makanan.

Video viral memicu pertanyaan tentang aturan

Perbincangan kembali muncul setelah video yang diunggah akun Instagram @lbj_jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026, memperlihatkan dua petugas keamanan menegur penumpang yang sedang minum di dalam kereta. Rekaman itu ramai dibahas dan membuat sebagian orang mempertanyakan apakah minum memang dilarang. Jawabannya jelas: larangan mencakup makan dan minum, baik di area berbayar stasiun maupun di dalam Ratangga. Maka, teguran dalam video bukan aturan baru yang dibuat untuk satu penumpang, melainkan pengingat terhadap ketentuan yang berlaku bagi semua pengguna. Dalam situasi seperti ini, perhatian warganet sebaiknya tidak berhenti pada rekaman teguran; inti persoalannya adalah memahami batas area larangan dan mengikuti tata tertib MRT sebelum perjalanan.

Minum di MRT Bisa Ditegur: Kenali Aturannya

Petugas menegur, tetapi harus tetap santun

Teguran petugas merupakan bagian dari tugas menegakkan aturan di lingkungan MRT. Namun, penegakan tidak seharusnya mengabaikan cara berkomunikasi. Manajemen meminta petugas menyampaikan imbauan secara santun dan persuasif, serta tetap menghormati pelanggan. Sikap itu penting karena ketertiban transportasi publik bergantung pada dua hal: aturan yang dipahami penumpang dan pengingat yang disampaikan secara layak. Penumpang pun perlu merespons teguran dengan mengikuti arahan, bukan memperpanjang situasi. Ketika ada ketidaknyamanan dalam interaksi, cara petugas menyampaikan pesan patut dinilai; tetapi hal itu tidak menghapus kewajiban mematuhi larangan makan dan minum. Standar yang adil adalah aturan berlaku untuk semua, sementara komunikasi tetap menghargai setiap orang.

Minum di MRT Bisa Ditegur: Kenali Aturannya

Cek kebiasaan sebelum masuk stasiun

Sebelum bepergian, ingat dua lokasi yang menjadi cakupan larangan: area berbayar stasiun dan bagian dalam kereta. Jika masih makan atau minum, tuntaskan sebelum memasuki area berbayar; selama berada di sana dan di dalam Ratangga, ikuti tata tertib serta arahan petugas. Langkah sederhana ini mencegah salah paham dan membantu menjaga fasilitas yang digunakan bersama. MRT Jakarta mengimbau seluruh pengguna mematuhi tata tertib demi perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib. Pada akhirnya, aturan tersebut bukan sekadar soal boleh atau tidaknya membawa minuman, melainkan soal menghormati ketentuan yang sama bagi semua penumpang. Patuhi larangan sejak memasuki area berbayar, dan harapkan teguran disampaikan dengan santun.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!