Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kesemutan Bisa Menjadi Tanda Diabetes: Kenali Risikonya

Kesemutan Bisa Menjadi Tanda Diabetes: Kenali Risikonya
Minat|Gaya Hidup Sehat

Kesemutan yang menetap perlu dicari penyebabnya

Kesemutan diabetes adalah sensasi abnormal seperti kebas atau tertusuk-tusuk yang dapat muncul ketika kadar gula darah tinggi merusak saraf, dan keluhan yang menetap layak dinilai oleh tenaga kesehatan. Kerusakan saraf akibat diabetes disebut neuropati diabetik; karena itu, kesemutan yang tak kunjung hilang bukan keluhan yang sebaiknya ditebak penyebabnya sendiri. Namun, kesemutan juga tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami diabetes. Gejala gula darah tinggi dapat berbeda-beda, bahkan sebagian orang tidak merasakan tanda yang jelas pada tahap awal. Menganggap diri sehat hanya karena tidak ada keluhan bisa menunda pemeriksaan, sementara pemeriksaan yang tepat membantu menentukan apakah ada diabetes dan langkah apa yang perlu diambil.

Jangan menunggu rasa kebas bertambah berat atau muncul keluhan lain sebelum mencari penilaian. Puskesmas atau klinik dapat membantu melakukan pemeriksaan gula darah, termasuk gula darah puasa, gula darah sewaktu, atau HbA1c. Hasilnya perlu ditafsirkan tenaga kesehatan; gejala saja bukan dasar yang cukup untuk menetapkan diagnosis. Pemeriksaan dini memberi kesempatan untuk mengenali risiko kerusakan saraf sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Kesemutan Bisa Menjadi Tanda Diabetes: Kenali Risikonya

Risiko diabetes tidak berhenti pada saraf

Diabetes yang tidak terkendali dapat berdampak pada berbagai organ, sebab kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang berisiko merusak pembuluh darah dan saraf. Pada mata, kerusakan pembuluh darah retina dapat mengganggu penglihatan. Pada ginjal, kerusakan pembuluh penyaring dapat menurunkan fungsinya, sering kali tanpa gejala awal yang mudah dikenali. Risiko juga mencakup jantung dan pembuluh darah, sementara kerusakan saraf dan aliran darah yang buruk dapat membuat luka di kaki sulit disadari dan lambat sembuh. Inilah alasan komplikasi diabetes harus dipandang sebagai ancaman yang melampaui satu gejala: pemeriksaan berkala dan pengelolaan sesuai arahan tenaga medis membantu mendeteksi masalah serta mengurangi risiko dampak yang lebih berat.

Perhatian pada kesehatan tidak seharusnya baru dimulai ketika penglihatan kabur, luka memburuk, atau fungsi organ terganggu. Perawatan diabetes dapat mencakup pemantauan gula darah, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik teratur sesuai saran tenaga kesehatan. Bagi orang yang sudah didiagnosis, memeriksa kaki dan menjalani pemeriksaan mata sesuai anjuran juga penting. Langkah-langkah ini bukan pengganti perawatan medis, melainkan bagian dari upaya mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.

Kesemutan Bisa Menjadi Tanda Diabetes: Kenali Risikonya

Deteksi dini lebih baik daripada menunggu gejala

Besarnya kasus yang belum diketahui membuat deteksi dini diabetes tidak layak ditunda sampai tubuh memberi peringatan. Sebanyak 73,2 persen kasus diabetes di Indonesia diperkirakan belum terdiagnosis, sementara jumlah penyandangnya diperkirakan sekitar 20,4 juta orang. Banyak orang dapat merasa sehat meskipun memiliki diabetes atau faktor risiko, sehingga ketiadaan gejala bukan jaminan bahwa kadar gula darah normal. Angka tersebut memperkuat alasan untuk menggunakan kesempatan skrining dan menindaklanjuti hasil yang mengindikasikan diabetes. Pemeriksaan berkala membantu tenaga kesehatan menilai kondisi dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan. Bila hasil skrining menunjukkan indikasi, jangan mengabaikannya atau menghentikan tindak lanjut hanya karena belum merasa sakit.

Kesemutan yang menetap sebaiknya menjadi alasan untuk mencari penilaian, bukan untuk menyimpulkan diagnosis sendiri. Buat janji dengan tenaga kesehatan, ceritakan kapan keluhan mulai muncul dan apakah ada perubahan lain, lalu ikuti anjuran pemeriksaan. Jika diabetes terkonfirmasi, tanyakan cara memantau gula darah dan mencegah komplikasi yang sesuai dengan kondisi pribadi. Kesimpulannya sederhana: jangan menunggu kerusakan organ atau gejala yang lebih berat. Pemeriksaan dini dan tindak lanjut profesional adalah langkah yang lebih aman daripada menebak-nebak.

Kesemutan Bisa Menjadi Tanda Diabetes: Kenali Risikonya

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!