Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan Gemini Dorong Literasi AI di Kampus

Pelatihan Gemini Dorong Literasi AI di Kampus
Minat|Tips Praktis AI

Literasi AI perlu menjadi keterampilan akademik

Literasi AI kampus adalah kemampuan sivitas akademika memahami, menggunakan, dan menilai kecerdasan buatan secara bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran, penelitian, serta layanan perguruan tinggi. Pelatihan Gemini di Unismuh Makassar dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan bahwa kampus mulai menganggap kecakapan ini sebagai bagian dari kompetensi akademik, bukan sekadar keterampilan memakai aplikasi. Dorongan itu muncul ketika AI generatif semakin mudah masuk ke pekerjaan harian dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Namun, pelatihan tidak akan banyak berarti jika berhenti pada demonstrasi fitur. Kampus perlu membekali peserta dengan pertimbangan tentang kapan AI membantu dan kapan penilaian manusia harus menjadi penentu. Dengan demikian, kemampuan menggunakan alat berjalan seiring dengan sikap kritis, tanggung jawab, dan integritas akademik.

Di Unismuh, Wakil Rektor II Dr Ihyani Malik menyebut Gemini Academy sebagai upaya meningkatkan keterampilan praktis dosen untuk menunjang kegiatan akademik. Pendaftar sosialisasi mencapai sekitar 500 orang, melampaui target awal universitas. Besarnya minat ini patut dibaca sebagai peluang sekaligus sinyal: kebutuhan belajar memang ada, tetapi universitas harus memastikan pelatihan menghasilkan praktik yang bermutu, bukan hanya angka keikutsertaan.

Dari sosialisasi menuju praktik dan pendampingan

Unismuh menyosialisasikan Gemini Academy sebagai pengantar sebelum pelatihan dosen yang dijadwalkan pada Kamis, 29 Oktober 2026. Program pengembangan kompetensinya direncanakan berlangsung bertahap hingga November 2026. Rencana berikutnya adalah memperluas program kepada mahasiswa, dengan dosen terpilih dari rangkaian pelatihan berpotensi menjadi tutor atau pendamping. Pola ini lebih menjanjikan daripada sosialisasi sekali jalan: dosen dapat menguji penggunaan AI, lalu membantu mahasiswa menerapkannya sesuai kebutuhan belajar.

Sosialisasi itu juga memperkenalkan sertifikasi bagi dosen dan mahasiswa, kompetisi Gemini Arena, serta peluang pengakuan institusi. Tim Google for Education menyebut 34 universitas telah mengikuti kompetisi tersebut. Tetapi sertifikat dan kompetisi sebaiknya menjadi pelengkap, bukan ukuran utama keberhasilan. Ukuran yang lebih penting ialah apakah peserta mampu merancang bahan ajar, memperbaiki proses belajar, dan menggunakan AI secara transparan tanpa menyerahkan seluruh pekerjaan intelektual kepada teknologi.

Gemini Academic menjangkau seluruh sivitas Unhas

Unhas menggelar Gemini Academic untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam menggunakan AI generatif. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 30–31 Oktober 2026, di Aula Arsjad Rasyid, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, dan diikuti ratusan peserta. Kolaborasi dengan Google Indonesia, Google for Education, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan materi sekaligus praktik penggunaan fitur Gemini.

Pembagian contoh pemakaian berdasarkan peran membuat pelatihan lebih dekat dengan kebutuhan kerja nyata: dosen dapat menyusun bahan ajar dan mengembangkan materi perkuliahan, mahasiswa dapat mendukung eksplorasi informasi dan proses belajar, sementara tenaga kependidikan dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan administrasi dan pelayanan. Pendekatan lintas peran ini tepat karena literasi AI tidak hanya menyangkut kegiatan di kelas. AI juga dapat membantu pengolahan informasi dan pekerjaan layanan, asalkan pengguna memahami hasilnya dan memeriksa ketepatannya.

AI sebagai pendukung, bukan pengganti nalar

Manfaat praktis AI tidak menghapus risiko kesalahan informasi, ketergantungan, dan pelanggaran integritas akademik. Unismuh mengingatkan bahwa AI dapat membantu pembelajaran, pengembangan bahan ajar, dan penelitian, tetapi penggunaan berlebihan bisa mengurangi kemandirian berpikir. Di Unhas, perhatian serupa diarahkan pada validitas informasi, integritas akademik, dan pentingnya berpikir kritis agar AI tetap menjadi alat bantu. Pesan ini semestinya menjadi inti setiap pelatihan, bukan catatan penutup.

Kesimpulannya, pelatihan Gemini di kedua kampus merupakan langkah berguna untuk membawa AI ke praktik pendidikan tinggi, tetapi keberhasilannya bergantung pada tindak lanjut. Kampus perlu memberi ruang untuk latihan berulang, menetapkan panduan penggunaan yang jelas, dan menilai mutu hasil belajar, bukan sekadar jumlah peserta atau sertifikat. Jika keterampilan teknis disertai etika dan penilaian kritis, Gemini Academy dan Gemini Academic dapat membantu membangun literasi AI kampus yang bertanggung jawab.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!