Akses pasar adalah jalan untuk naik kelas
Perluasan akses pasar bagi UMKM binaan Pertamina adalah strategi untuk mempertemukan usaha kecil dengan pembeli, memperbesar peluang penjualan, dan membantu bisnis bertumbuh melampaui pasar yang sudah dikenal. Langkah ini terlihat dari dua jalur yang saling melengkapi: pameran langsung di Bekasi dan jejaring internasional melalui forum energi di Bali. Di Pakuwon Mall Bekasi, Pertamina SMEXPO 2026 melibatkan 50 UMKM setelah sebelumnya digelar di Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta. Sementara itu, lima pelaku usaha binaan tampil di ASCOPE 2026 Bali pada 16–28 Oktober untuk memperkenalkan produk dan menjajaki peluang global. Perbedaan skalanya penting: pameran lokal memberi kesempatan bertemu konsumen, sedangkan forum internasional membuka percakapan dengan calon mitra. Keduanya menunjukkan bahwa pembinaan akan lebih berarti ketika keterampilan usaha disertai akses nyata ke pasar.
Pameran Bekasi mendekatkan produk kepada pembeli
Pertamina SMEXPO Bekasi menempatkan interaksi langsung sebagai kekuatan utama. Konsumen dapat melihat produk, bertanya kepada pembuatnya, dan memberi respons yang berguna bagi pelaku usaha. Bagi UMKM, kesempatan semacam ini lebih dari ruang pajang: pertemuan langsung bisa membantu memperkenalkan keunggulan produk sekaligus membuka peluang transaksi. Corporate Secretary Pertamina Arya Paramita menyebut tujuan pameran adalah memberi UMKM mitra binaan kesempatan bertemu langsung dengan pasar. Catatan transaksi pada penyelenggaraan sebelumnya memberi alasan untuk terus mengevaluasi format tersebut. Nilai transaksi SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 mencapai Rp3,8 miliar, naik 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu bukan jaminan hasil yang sama di Bekasi, tetapi menunjukkan bahwa pameran yang dirancang berulang dapat menjadi kanal penjualan yang layak diuji dan diperbaiki.
ASCOPE membuka jalur berbeda menuju pasar global
Di Bali, lima UMKM binaan Pertamina menggunakan forum 51st ASEAN Council on Petroleum untuk menjangkau audiens yang berbeda. Toosi Coffee, Econiq, Bali Pure, Haluan Bali, dan Pertenunan Astini membawa produk yang mencakup kopi, barang berbasis keberlanjutan, serta karya yang mengangkat kekayaan alam dan kreativitas lokal. Forum bisnis internasional berpotensi mempertemukan mereka dengan mitra yang tidak hadir di pusat perbelanjaan; manfaatnya bukan hanya promosi, tetapi juga peluang kerja sama dan akses ke UMKM pasar global. Selama kegiatan, kelima usaha tersebut mencatat transaksi penjualan hingga ratusan juta rupiah, disertai peluang pasar berkelanjutan. Hasil ini menegaskan nilai kehadiran di forum lintas negara, meski jejaring dan tindak lanjut tetap menentukan apakah perkenalan awal berkembang menjadi hubungan dagang jangka panjang.
Dua jalur perlu diikuti dengan tindak lanjut
Pameran lokal dan forum internasional sebaiknya dipandang sebagai tahapan dalam satu strategi, bukan pilihan yang saling menggantikan. Pameran memberi UMKM akses ke konsumen dan umpan balik yang cepat; forum seperti ASCOPE memperluas jejaring serta membuka penjajakan kemitraan. Agar keduanya berdampak pada skala bisnis, pelaku usaha perlu mampu memenuhi permintaan, menjaga mutu, dan menindaklanjuti calon pembeli setelah acara selesai. Pertamina menyatakan pembinaan diarahkan untuk memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Perusahaan juga menyebut penyelenggaraan SMEXPO terus dievaluasi untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi peserta. Komitmen untuk terus membuka kesempatan bagi UMKM agar naik kelas memberi dasar bagi kelanjutan program, tetapi ukuran keberhasilannya semestinya bukan sekadar ramai pengunjung: yang menentukan adalah penjualan dan kerja sama yang bertahan.






