Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

International Business Forum di Batam: UMKM Lokal Tembus Pasar Global

International Business Forum di Batam: UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Minat|Asia Tenggara

Forum Bisnis Internasional Sebagai Gerbang UMKM ke Pasar Global

Kepri International Business Forum adalah forum bisnis internasional yang mempertemukan pelaku UMKM lokal dengan delegasi usaha, buyer, investor, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membuka akses ekspor produk lokal, membangun networking bisnis Kepri, serta mendorong UMKM masuk ke rantai pasok regional dan global melalui diskusi, business matching, dan kolaborasi nyata yang berorientasi pasar global. Inti penting dari penyelenggaraan Kepri International Business Forum di Batam bukan sekadar seremoni, tetapi pernyataan tegas bahwa UMKM Kepri harus berhenti puas di pasar domestik. Dengan dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura pada 23 September 2026 di Ballroom Hotel Harmoni One Batam, forum ini diposisikan sebagai gerbang praktis menuju UMKM pasar global, bukan ruang diskusi tanpa tindak lanjut.

Batam sebagai Hub Barat dan Ambisi UMKM Naik Kelas

Kepri memanfaatkan posisi geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional dan berhadapan langsung dengan Singapura serta Malaysia untuk mengukuhkan Batam sebagai hub UMKM kawasan barat. Ambisi ini terasa jelas di forum bisnis internasional tersebut: UMKM tidak lagi dipandang sebagai pelengkap ekonomi, melainkan calon pemain utama ekspor produk lokal ke pasar ASEAN, Timur Tengah, hingga Eropa. Data BPS Triwulan II 2026 yang mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,99 persen year-on-year — tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional — dijadikan argumen bahwa fondasi ekonomi sudah cukup kuat, kini saatnya yang kecil diberi panggung besar. Tantangannya, seperti disoroti Nyanyang, adalah mengubah produk lokal menjadi produk global dan memasukkan UMKM dalam rantai pasok dunia, bukan lagi sekadar penonton di pinggir jalur perdagangan.

Halal Value Chain dan Peluang Produk Melayu Maritim

Salah satu pandangan paling menarik dari forum ini adalah cara Kepri memaknai ekonomi halal. Halal tidak lagi berhenti di sertifikasi, melainkan diperlakukan sebagai global value chain yang merangkul kualitas produk, keamanan pangan, kemasan, traceability, logistik, pembiayaan, teknologi, branding, hingga kemampuan memenuhi standar pasar internasional. Ini pendekatan yang lebih jujur terhadap tuntutan pasar global: label tanpa standar tidak akan membawa UMKM ke mana-mana. Dengan budaya Melayu yang kuat, ekonomi maritim, serta sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, Kepri mengirim pesan bahwa ikan dan seafood, olahan hasil laut, kuliner Melayu, fesyen dan kriya, hingga produk UMKM lain siap diarahkan menjadi produk halal berstandar internasional. Jika dikelola serius, kombinasi identitas lokal dan standar halal global bisa menjadi diferensiasi kuat dalam kompetisi UMKM pasar global, bukan hanya slogan promosi.

Networking Lintas Negara: Dari Forum ke Kolaborasi Bisnis Nyata

Kekuatan utama Kepri International Business Forum bukan pada panggung pidato, melainkan pada networking bisnis Kepri yang dirajut sepanjang acara. Delegasi dan pelaku usaha dari 10 negara — mulai dari Korea Selatan, Turki, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand hingga tuan rumah — menjadikan forum ini arena pertemuan langsung antara UMKM dan pasar yang mereka incar. Nyanyang menegaskan bahwa forum tidak boleh berhenti pada pertukaran gagasan. Targetnya jelas: business matching, investment matching, knowledge sharing, market access, hingga real business collaboration. Dengan mempertemukan UMKM Kepri dengan buyer, distributor, investor, lembaga sertifikasi, penyedia teknologi, dan industri packaging, jalur konkret menuju ekspor produk lokal mulai dibuka. Penandatanganan kerja sama lintas delegasi memperkuat pesan bahwa networking di Batam dirancang untuk menghasilkan transaksi dan proyek, bukan sekadar tukar kartu nama.

Catatan Akhir: UMKM Harus Mengambil Kesempatan, Bukan Menunggu

Kepri International Business Forum menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan panggung dan jaringan untuk UMKM pasar global. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionladi, bahkan berharap posisi Batam dan Kepri sebagai hub pengembangan dan pemasaran produk UMKM ke pasar global semakin menguat melalui forum semacam ini. Namun, panggung tidak berarti apa-apa jika pelaku UMKM tetap nyaman di zona lokal. Pertanyaannya kini bergeser: apakah UMKM siap berinvestasi pada kualitas, sertifikasi halal yang mengikuti standar global value chain, packaging, teknologi, dan branding, serta berani memanfaatkan networking bisnis Kepri yang sudah dibuka? Forum ini telah memaksa diskusi beranjak dari teori ke praktik. Kesimpulannya sederhana: kesempatan menembus pasar global sudah didekatkan ke Batam, tinggal apakah UMKM mau naik kelas dan terlibat aktif dalam rantai pasok dunia.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!