Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kolaborasi Once Mekel dan Guruh Soekarnoputra: Warisan Maestro Multitalenta

Kolaborasi Once Mekel dan Guruh Soekarnoputra: Warisan Maestro Multitalenta
Minat|Maestro Klasik

Jejak Kolaborasi: Ketika Vokal Once Menyatu dengan Karya Guruh

Kolaborasi Once Mekel dan Guruh Soekarnoputra merujuk pada rangkaian pertemuan artistik di panggung yang mempertemukan vokal Once dengan komposisi, konsep pertunjukan, dan rancangan busana Guruh, sehingga membentuk hubungan kreatif lintas generasi antara seorang penyanyi rock-pop dan maestro multitalenta yang menata musik, tari, serta fashion dalam satu tarikan napas estetika. Kekuatan relasi ini tampak bukan hanya pada momen Once melayat dan mengenang Guruh yang wafat pada usia 73 tahun, Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB di sebuah rumah sakit di Jakarta, tetapi pada pengalaman panjang menyanyikan karya-karya sang maestro di berbagai pagelaran kolosal dan festival seni. Ketika banyak orang mengingat Guruh sebatas nama besar, Once menghadirkan perspektif pelaku: bagaimana kompleksitas musikal dan gagasan kebudayaan Guruh terasa langsung di panggung, di tubuh, dan di kostum yang ia kenakan.

Kolaborasi Once Mekel dan Guruh Soekarnoputra: Warisan Maestro Multitalenta

Kesenian dan Smaradhana: Kolaborasi Musik Tradisional di Panggung Kontemporer

Inti kolaborasi Once Mekel Guruh Soekarnoputra terletak pada pertemuan suara Once dengan karya Kesenian Smaradhana yang dicipta sang maestro. Dalam salah satu pertunjukan, Once membawakan “Kesenian” dan “Smaradhana”, serta berkali-kali melantunkan “O Negeriku” atau “Untuk Indonesiaku” di berbagai kesempatan, merasakan langsung kedalaman lirik dan kepadatan makna yang dirangkai Guruh. Di pagelaran Beta Cinta Indonesia tahun 2011, yang menandai 40 tahun berkarya Guruh, Once tampil membawakan “Smaradhana” di Teater Jakarta, di tengah ratusan musisi, penari, penabuh gamelan Bali, dan kru, menegaskan bahwa karya Guruh bukan sekadar lagu, melainkan ekosistem seni pertunjukan. Bagi Once, lirik-lirik Guruh menyatukan pengertian kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam bentuk lagu yang padat makna; ia menyebut kekuatan utama karya itu ada pada intensitas ekspresi dan kualitas musikal yang menuntut disiplin tinggi dari siapa pun yang membawakannya.

Kolaborasi Once Mekel dan Guruh Soekarnoputra: Warisan Maestro Multitalenta

Maestro Multitalenta: Musik, Tari, dan Fashion dalam Satu Visi

Once menggambarkan Guruh sebagai maestro multitalenta Indonesia yang langka: bukan hanya komposer dengan deret mahakarya, tetapi budayawan yang menguasai musik, tari, dan fashion secara bersamaan. Ia menuturkan betapa Guruh mampu mengatur seluruh elemen pertunjukan—dari lagu, koreografi, sampai tata busana—dalam satu panggung, sesuatu yang belum ia temukan lagi pada figur lain hingga hari ini. Menurut Once, Guruh meninggalkan banyak karya masterpiece dengan tingkat kesulitan tinggi, yang menuntut pemahaman lintas disiplin seni bagi para pelakunya. Di mata Once, gelar maestro kebudayaan bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan atas kapasitas Guruh memandang seni sebagai satu lanskap utuh: bunyi, gerak, dan rupa yang saling menguatkan, bukan saling menempel. Warisan seni pertunjukan yang lahir dari visi ini menjadikan panggung Guruh sebagai ruang pendidikan estetika bagi generasi penyanyi yang datang sesudahnya.

Pengaruh Samudra: Dari Musikalitas Tingkat Tinggi hingga Rancangan Busana

Yang menarik, pengaruh Guruh terhadap Once tidak berhenti pada repertoar lagu. Once mengaku pernah memakai busana karya Guruh dalam sebuah pagelaran, menjadikan tubuhnya bagian dari kanvas estetika sang seniman. Di situ terlihat bagaimana Guruh mengatur identitas seninya: vokal Once menyalurkan pesan musikal, sementara kostum Guruh membawa simbol dan narasi visual yang sama kuatnya. Once menggarisbawahi bahwa kehebatan terbesar Guruh adalah kepiawaiannya menyisipkan tangga nada tradisional ke dalam lagu pop kontemporer secara halus, sehingga pendengar awam sering tidak menyadari hadirnya nada Jawa dan elemen-etnik lain di balik melodi yang akrab di telinga. "Beliau itu almarhum bukan hanya menguasai, tapi benar-benar meninggalkan karya-karya yang masterpiece yang punya tingkat kesulitan tinggi," kata Once, menandai Guruh sebagai sosok jenius langka yang kompleksitas musikalnya kerap luput dari perhatian publik luas.

Kolaborasi Once Mekel dan Guruh Soekarnoputra: Warisan Maestro Multitalenta

Menjembatani Tradisi dan Kontemporer: Warisan Seni Pertunjukan yang Harus Dirawat

Dari kesaksian Once, jelas bahwa kolaborasi ini adalah cermin kemampuan Guruh menjembatani tradisi dan kontemporer dalam seni pertunjukan nasional. Once menyebut perpaduan elemen tradisional dan modern dalam karya Guruh begitu halus, bukan bersifat ditempel; pendengar yang mencintai musik populer bisa menikmati lagunya tanpa merasa digurui, sementara unsur nada tradisional tetap hadir dan bekerja di bawah permukaan. Pengalaman Once membawakan “Generasi” dan “Oh Negeriku” bersama paduan suara pelajar di Festival Seni Multatuli Rangkasbitung memperlihatkan bagaimana karya Guruh terus hidup sebagai warisan seni pertunjukan yang menyampaikan pesan kebangsaan lintas generasi. Once berharap karya-karya itu terus dipentaskan dan dirawat oleh generasi berikutnya, karena di dalamnya terkandung model ideal kolaborasi musik tradisional: tradisi tidak dibekukan, modernitas tidak memutus akar. Di titik ini, warisan Guruh adalah ajakan tegas: seni yang kuat harus berani merangkul masa lalu sambil menatap masa depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!