Kegiatan akhir pekan kembali, dengan kewaspadaan tetap penting
Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) Palembang adalah kegiatan akhir pekan yang menutup sementara ruas jalan tertentu bagi kendaraan agar warga dapat beraktivitas di ruang publik. Setelah ditiadakan sekitar dua setengah bulan akibat kabut asap karhutla, Pemerintah Kota Palembang kembali menggelar keduanya pada 7–8 November 2026.
Pembukaan kembali ini masuk akal karena kualitas udara membaik, tetapi keputusan tersebut bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Hasil rapat lintas instansi menunjukkan angka ISPU Palembang sudah di bawah 100 dan dinilai aman. Kondisi itu menjadi dasar untuk memulai lagi kegiatan, sementara kualitas udara tetap dapat berubah. Karena itu, warga sebaiknya memandang akhir pekan ini sebagai kesempatan beraktivitas dengan langkah pencegahan, bukan tanda bahwa risiko asap sudah hilang sepenuhnya.

Jadwal CFD dan Car Free Night Palembang
Jadwal CFD dan CFN yang terpisah memberi warga waktu untuk merencanakan perjalanan, tetapi jam penutupan jalan perlu diperhitungkan sebelum berangkat. Car Free Night Palembang digelar Sabtu, 7 November, di Jalan Kolonel Atmo hingga Simpang Empat Pasaraya JM. Informasi yang tersedia menyebut kegiatan berlangsung pukul 18.00 hingga 24.00 WIB.
CFD Palembang berlangsung Minggu, 8 November, pukul 06.00–08.00 WIB di Jalan Jenderal Sudirman, dari simpang depan Pasar Cinde sampai kawasan Flyover Jakabaring. Ada perbedaan keterangan waktu CFN: informasi rapat menyebut pukul 17.30–23.00 WIB, sedangkan rincian jadwal lain mencantumkan pukul 18.00–24.00 WIB. Agar tidak keliru, pengunjung dan pengendara sebaiknya mengikuti pengumuman terbaru petugas di lokasi.

Pengalihan lalu lintas: pilih jalur sebelum berangkat
Dampak paling langsung bagi pengguna jalan muncul pada Minggu pagi, ketika ruas Sudirman menjadi area CFD. Warga yang hendak melintasi Jalan Jenderal Sudirman dan Jembatan Ampera diimbau memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan. Jembatan Musi 4 dan Musi 6 dapat digunakan sebagai opsi melintasi sungai selama kegiatan berlangsung.
Saran ini layak ditanggapi serius, terutama oleh pengendara yang memiliki agenda pada pagi hari. Menunggu hingga tiba di sekitar lokasi dapat menambah waktu perjalanan dan memperbesar kemacetan di ruas yang berdekatan. Periksa rute sebelum berangkat, ikuti arahan petugas, dan hindari menerobos pembatas jalan. Pengalihan lalu lintas bukan sekadar urusan penyelenggara: perencanaan perjalanan membantu menjaga arus kendaraan sekaligus memberi ruang aman bagi warga yang berjalan kaki atau bersepeda.
Masker tetap perlu, meski udara membaik
Pemkot mengimbau pengunjung CFD memakai masker meskipun udara pagi dinilai relatif lebih baik. Untuk CFN, pengunjung, pedagang, dan pengisi atraksi diwajibkan menggunakan masker. Imbauan ini patut dipatuhi: kegiatan luar ruang mengumpulkan banyak orang, sementara kualitas udara masih dapat berfluktuasi.
Pembukaan kembali kedua agenda ini disebut sebagai uji coba sambil memantau perkembangan ISPU pada pekan berikutnya. Artinya, keberlanjutan kegiatan bergantung pada kondisi udara, bukan hanya kalender akhir pekan. Bawa masker, siapkan jalur alternatif, dan perhatikan pengumuman resmi sebelum berangkat. CFD dan CFN memberi ruang bagi warga untuk menikmati kota, tetapi keselamatan dan kelancaran perjalanan harus tetap menjadi bagian dari rencana.






