Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

UMKM Fesyen Berkelanjutan Naik Kelas di KEK Kura Kura Bali

UMKM Fesyen Berkelanjutan Naik Kelas di KEK Kura Kura Bali
Minat|Busana Kasual

Fesyen Berkelanjutan UMKM: Dari Pinggir ke Panggung Utama

UMKM fesyen berkelanjutan adalah pelaku usaha kecil dan menengah yang memproduksi busana dengan material, teknologi, dan proses ramah lingkungan, sambil tetap mengejar kualitas, estetika, dan nilai jual yang kompetitif di pasar modern. Mereka menggabungkan kreativitas lokal dengan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab, seperti pengurangan limbah, penggunaan tinta berbasis air, dan pemanfaatan teknologi tekstil digital, sehingga fesyen tidak hanya indah dipakai tetapi juga lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan industri kreatif secara keseluruhan. Langkah KEK Kura Kura Bali menjadikan Sira Village sebagai panggung pameran fashion lokal berkelanjutan adalah sinyal tegas bahwa era UMKM sekadar “pengisi sudut bazar” sudah selesai. Ketika koleksi UMKM diposisikan di pusat perbelanjaan modern, pesan yang dikirim ke pasar jelas: produk ramah lingkungan dari pelaku lokal pantas berdiri sejajar dengan brand besar. Ini bukan sekadar acara fesyen, melainkan pernyataan politik ekonomi kreatif bahwa keberlanjutan dan naik kelas UMKM harus berjalan beriringan.

Pameran di Sira Village: Strategi Naik Kelas, Bukan Sekadar Panggung

Penyelenggaraan Labdanation Fashion Week (LFW) Season III: Threads of Legacy di panggung Sunset Mandala, Sira Village, KEK Kura Kura Bali pada 28 Oktober 2026 menegaskan strategi baru: menaikkan kelas UMKM fesyen berkelanjutan lewat ekosistem retail modern. Dengan 67 busana bersertifikasi berkelanjutan yang diperagakan oleh 30 model profesional, acara ini dirancang seperti fashion week brand besar, tetapi diisi oleh pelaku lokal yang selama ini sering terpinggirkan. Presiden Komisaris KEK Kura Kura Bali sekaligus Presiden Direktur Sira Village, Tantowi Yahya, menyebut menjadi tuan rumah perhelatan ini sebagai manifestasi komitmen untuk menaikkan kelas UMKM lokal. Pernyataan itu penting: UMKM tidak dimanja dengan sekadar bantuan modal, melainkan diberi akses ke panggung yang biasanya hanya ditempati label mapan. Pusat perbelanjaan modern seperti Sira Village berfungsi sebagai filter kualitas sekaligus amplifier visibilitas. Jika UMKM mampu memenuhi standar kurasi mal, mereka otomatis naik kelas dalam persepsi konsumen dan mitra bisnis.

Mendobrak Stigma: Keberlanjutan Bukan Hak Eksklusif Perusahaan Besar

Selama ini, praktik ramah lingkungan sering dianggap mahal dan hanya realistis bagi perusahaan besar. Pameran di KEK Kura Kura Bali secara terang-terangan menyerang stigma itu. Pesan utama yang diusung adalah bahwa Industri Kecil dan Menengah serta UMKM sudah memiliki akses untuk memproduksi produk berkualitas tinggi melalui material dan proses yang lebih bertanggung jawab. Kolaborasi dengan PT Labda Anugerah Tekstil menunjukkan bagaimana teknologi cetak tekstil digital dan tinta berbasis air membuka jalan bagi produksi yang lebih bersih tanpa mengorbankan kreativitas. Praktik produksi ramah lingkungan yang meminimalkan limbah lewat sistem pengolahan air biologis dan daur ulang material menegaskan bahwa keberlanjutan bisa diterapkan pada skala kecil, bukan hanya di pabrik raksasa. Di sini, UMKM fesyen berkelanjutan bukan objek kampanye hijau, melainkan subjek yang aktif mempraktikkan standar masa depan. Jika konsumen masih menganggap produk ramah lingkungan identik dengan label internasional mahal, pameran ini adalah bantahan visual yang sulit diabaikan.

KEK Kura Kura Bali dan Sira Village: Mesin Baru Ekonomi Kreatif Lokal

KEK Kura Kura Bali memposisikan diri sebagai kawasan yang memadukan gaya hidup, komunitas, dan prinsip keberlanjutan untuk mendukung industri kreatif lokal. Sira Village sebagai mal pertama di dalam kawasan ini berperan lebih dari sekadar tempat belanja: ia menjadi ruang tumbuh yang suportif bagi talenta lokal, perajin, dan UMKM fesyen berkelanjutan. Kolaborasi dengan lima merek lokal—Novel Mice, Unice, Kimmyra, Murotto Bali, dan Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali—mencerminkan strategi ekosistem, bukan event sesaat. Pemberdayaan fesyen lokal disebut sebagai langkah strategis mengingat PDB industri fesyen dan kriya pada triwulan I 2026 mencapai Rp120,13 triliun dengan pertumbuhan 7,89 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa fesyen dan kriya adalah tulang punggung ekonomi kreatif; mengabaikan UMKM di sektor ini sama dengan mengabaikan potensi pertumbuhan. Dengan menjadikan pameran fashion lokal sebagai agenda rutin, KEK Kura Kura Bali membangun mesin baru ekonomi kreatif yang berorientasi pasar sekaligus lingkungan.

Arah ke Depan: Dari Panggung Lokal ke Daya Saing Internasional

Pertanyaan pentingnya: apa yang terjadi setelah lampu panggung LFW Season III padam? Jawabannya ada pada visi jangka panjang yang diungkap para penggerak acara. Langkah pameran fesyen berkelanjutan di KEK Kura Kura Bali diharapkan terus mendorong terciptanya ekosistem industri kreatif yang berdaya saing internasional sekaligus tetap merawat kelestarian lingkungan. Di sini, pameran di pusat perbelanjaan modern bukan tujuan akhir, melainkan batu loncatan. Begitu UMKM fesyen berkelanjutan terbiasa bermain di arena retail terkurasi, standar mereka naik, jejaring meluas, dan cerita brand menjadi lebih kuat. Strategi kolaborasi antara KEK, mal, pelaku teknologi tekstil, dan merek lokal menciptakan rantai nilai yang saling menguatkan. Jika konsisten, pendekatan ini dapat mengubah citra fesyen lokal dari sekadar oleh-oleh menjadi produk ramah lingkungan yang layak masuk rak global. Kesimpulannya, naik kelas UMKM tidak cukup lewat slogan; ia butuh panggung, mitra, dan keberanian untuk menjadikan keberlanjutan sebagai standar, bukan gimmick.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!