Gerak dan Lagu PAUD: Dari Aktivitas Rutin Menjadi Strategi Pembelajaran
Workshop gerak dan lagu PAUD adalah kegiatan terstruktur yang mengajarkan guru mencipta dan menggunakan lagu beserta gerakan tubuh sebagai media pembelajaran interaktif di kelas, sehingga anak belajar konsep, nilai, dan keterampilan melalui musik dan aktivitas fisik yang menyenangkan, bukan lewat hafalan pasif, dan guru terdorong mengembangkan kompetensi kreatif agar suasana belajar lebih hidup dan dirindukan. Workshop dan Lomba Kreasi Gerak Lagu KICAU untuk guru dan siswa PAUD di Pangkalpinang dibuka oleh Bunda PAUD Susanti Saparudin dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Darwin di Ruang Pertemuan Balai Betason pada 12 Agustus 2026. Ini bukan sekadar acara seremonial: pesan yang diangkat tegas, yaitu menjadikan kelas PAUD bukan ruang diam dan penuh lembar kerja, melainkan ruang gerak, lagu, dan tawa yang tetap bermakna bagi pembelajaran musik anak dan perkembangan anak usia dini.

KICAU: Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD Melalui Musik Terstruktur
Inti kekuatan program KICAU adalah peningkatan kompetensi guru PAUD lewat pembelajaran musik anak yang terstruktur, bukan mengandalkan lagu yang itu-itu saja. KICAU didefinisikan sebagai Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini dengan tema pengembangan media pembelajaran berbasis seni musik. Guru diajak memahami tahapan penciptaan lagu: menentukan tema, menulis lirik, menyusun melodi, hingga menyatukan keduanya menjadi karya utuh. Pendekatan ini mengubah guru dari sekadar pengguna materi menjadi pencipta media pembelajaran interaktif yang relevan dengan konteks lokal. Susanti Saparudin menekankan bahwa musik adalah bahasa universal yang cepat masuk ke hati anak, sehingga gerak dan lagu PAUD seharusnya menjadi pintu masuk utama pembelajaran nilai, pengetahuan, dan karakter, bukan pelengkap setelah kegiatan menulis dan berhitung.
Kelas yang Merindu: Visi Bunda PAUD untuk Ruang Belajar Interaktif
Pesan paling tajam dari Bunda PAUD Pangkalpinang adalah ajakan menjadikan kelas "yang merindu"—kelas yang dirindukan anak karena penuh irama ceria dan energi positif. Menurutnya, menjadi guru PAUD adalah "melukis masa depan di atas kertas putih", dengan musik dan gerak sebagai kuas utama pembentuk rasa percaya diri dan kebahagiaan anak. Di sinilah gerak dan lagu PAUD mengubah peran guru: bukan hanya penyampai materi, tetapi pengarah atmosfer emosi. Guru didorong bernyanyi dengan hati, menyalurkan semangat, dan tak takut berkreasi dengan lagu sederhana yang memuat kearifan lokal. Pendekatan ini jelas opinionated: kelas yang baik bukan kelas paling sunyi, tapi kelas yang riuh terarah, di mana nyanyian membawa pesan moral dan pengetahuan tanpa terasa sebagai paksaan.
Workshop Guru PAUD: Angka Partisipasi Tinggi, Tuntutan Inovasi Lebih Tinggi
Workshop guru PAUD dan lomba gerak lagu KICAU di Pangkalpinang diikuti 258 peserta dari 108 lembaga PAUD, mulai dari TK, Tempat Penitipan Anak, Pos PAUD, hingga Kelompok Bermain. Angka ini menunjukkan antusiasme, namun juga mengungkap tuntutan: semakin banyak guru terlibat, semakin besar ekspektasi terhadap kompetensi guru PAUD yang kreatif dan reflektif. Darwin menilai kegiatan ini penting dan strategis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus potensi pendidik PAUD, agar tujuan pembelajaran yang sesuai, menarik, dan menyenangkan tercapai. Pernyataan ini patut dikutip: "Workshop ini memiliki makna penting dan strategis untuk meningkatkan kompetensi serta potensi tenaga pendidik PAUD". Artinya, gerak dan lagu bukan garnish di ujung RPP, tetapi medium utama yang menuntut guru menguasai musik, gerakan, dan desain pembelajaran interaktif.
Lomba Kreasi Gerak Lagu: Laboratorium Inovasi Media Pembelajaran Interaktif
Bagian paling progresif dari program ini adalah adanya lomba kreasi gerak lagu PAUD yang digarap bersamaan dengan workshop. Lomba tersebut pada dasarnya menjadi laboratorium inovasi: guru tidak hanya belajar teori penciptaan lagu, tetapi diuji untuk menghasilkan materi pembelajaran baru yang siap digunakan di kelas. Format kompetisi memaksa guru keluar dari zona nyaman, mengembangkan media pembelajaran interaktif yang memadukan lirik, melodi, dan gerak dengan tema pembelajaran yang konkret. Susanti berharap kegiatan seperti ini terus memicu lahirnya inovasi kreatif yang membawa kebahagiaan bagi seluruh siswa PAUD di kota tersebut. Dengan kata lain, keberhasilan workshop gerak dan lagu KICAU tidak diukur dari ramai dan meriahnya acara, melainkan dari seberapa banyak karya lagu dan gerak yang pulang bersama guru untuk mengubah wajah pembelajaran musik anak di kelas-kelas PAUD.





