Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Persija Kukuh di Puncak, Persaingan Super League Memanas

Persija Kukuh di Puncak, Persaingan Super League Memanas
Minat|CS2

Persija memimpin dengan jarak yang berarti

Pekan ketujuh Super League adalah rangkaian pertandingan yang mengubah jarak persaingan di papan atas sekaligus menguji konsistensi tim-tim yang sedang mengejar poin. Persija Jakarta memetik kemenangan 2-1 atas Persik Kediri di Jakarta International Stadium pada Senin, 26 Oktober 2026, dan mempertegas posisinya sebagai pemuncak klasemen. Dengan 18 poin dari tujuh laga dan selisih gol +11, Persija unggul empat poin atas Dewa United yang mengoleksi 14 poin. Keunggulan itu bukan sekadar hasil satu pertandingan: ia memberi Macan Kemayoran ruang bernapas, sementara para pesaing harus mengejar tanpa banyak kesempatan kehilangan poin. Namun, selisih empat angka belum membuat perebutan gelar selesai. Kelompok pengejar masih rapat, dan hasil pekan ketujuh menunjukkan bahwa posisi kedua hingga kelima tetap bisa berubah cepat.

Kemenangan besar Arema mengubah peta persaingan

Kejutan paling tajam datang dari Arema FC, yang menghantam Dewa United 4-0 di Stadion Kanjuruhan pada Minggu, 25 Oktober 2026. Raianderson Careca mencetak dua gol, sementara Samuel Otusanya dan Julian Guevara masing-masing menambah satu gol. Hasil itu memutus catatan lima laga tanpa kemenangan Arema, mengangkat mereka ke posisi kesepuluh dengan sembilan poin, dan menahan Dewa di peringkat kedua. Dewa memang masih menjadi pengejar terdekat Persija, tetapi kekalahan telak membuat jarak di puncak melebar menjadi empat poin. Di sisi lain, Persib Bandung menjaga tekanan dengan kemenangan 2-1 atas Garudayaksa FC. Mariano Peralta dan Adam Alis mencetak gol, dengan gol penentu datang pada menit ke-90+1 setelah Jean Jairo sempat menyamakan kedudukan. Papan atas kini menuntut lebih dari sekadar kemenangan: konsistensi dan selisih gol juga bisa menentukan.

Papan atas rapat, Persita tetap sulit ditaklukkan

Di bawah Persija dan Dewa United, perebutan posisi semakin padat. Madura United, Bali United, dan Persib sama-sama memiliki 13 poin, sedangkan Persita mengoleksi 12 poin dengan satu pertandingan lebih sedikit. Persita menahan Bali United 1-1 setelah Pablo Ganet mencetak gol pada menit ke-90+6, menjaga catatan Pendekar Cisadane tetap tak terkalahkan dalam lima laga awal mereka. Persita tak terkalahkan bukan sekadar catatan menarik: hasil itu memperlihatkan kemampuan tim Tangerang bertahan dalam pertandingan ketat dan mengubah tekanan menjadi poin. Persebaya juga mencuri perhatian dengan kemenangan 3-1 atas Madura United, sehingga ikut merapat ke kelompok atas. Gambaran klasemen Super League selepas hasil pekan ketujuh pun jelas: Persija memimpin, tetapi beberapa tim masih cukup dekat untuk mengusik urutan di belakangnya.

Hasil beragam memperbesar tekanan bagi tim yang tertinggal

Hasil pekan ketujuh tak hanya mempertegas persaingan papan atas; sejumlah tim juga gagal mendapatkan dorongan yang mereka butuhkan. PSIM Yogyakarta bermain imbang 0-0 melawan Isenmulang Kalteng FC, sementara Persijap Jepara berbagi angka 1-1 dengan Java United FC. Dua hasil seri itu bukan kekalahan, tetapi juga belum cukup untuk membalikkan periode sulit mereka. Bhayangkara Presisi Lampung FC dan PSM Makassar pun bermain tanpa gol, sedangkan Borneo FC menutup pekan dengan kemenangan 2-1 atas PSS Sleman pada Selasa, 27 Oktober 2026. PSS tertahan di posisi ke-15 dengan empat poin. Secara keseluruhan, pekan ini memberi kontras yang tegas: Persija menjaga kendali, Arema bangkit dengan kemenangan besar, dan tim-tim yang kesulitan belum menemukan hasil yang mampu mengubah arah musim mereka.

Kesimpulan: keunggulan Persija nyata, tetapi belum aman

Persija pantas disebut tim yang paling diuntungkan dari pekan ketujuh. Kemenangan atas Persik mengukuhkan posisi puncak, sementara kekalahan Dewa United memperlebar jarak dan kemenangan Persib menjaga tekanan dari kelompok pengejar. Namun, tiga tim dengan 13 poin dan Persita yang belum terkalahkan membuat persaingan tetap terbuka. Kebangkitan Arema menambah bukti bahwa momentum dapat berubah tajam dalam satu pekan, sedangkan hasil imbang PSIM dan Persijap menunjukkan bahwa tim yang tertinggal perlu menemukan cara untuk mengubah penampilan menjadi kemenangan. Kesimpulannya, Persija kini memegang kendali, bukan jaminan gelar. Keunggulan mereka baru akan berarti jika mampu dipertahankan saat para pesaing terus mencari celah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!