Persija mengambil kendali, tetapi belum bisa bersantai
Klasemen Super League adalah gambaran posisi tim berdasarkan poin, jumlah pertandingan, dan selisih gol; setelah pekan ketujuh, Persija Jakarta memimpin dengan 18 poin dari tujuh laga. Kemenangan 2-1 atas Persik Kediri di Jakarta International Stadium pada Senin, 26 Oktober 2026, memperkuat cengkeraman Macan Kemayoran di puncak. Persija sempat tertinggal sebelum membalikkan keadaan, tanda bahwa keunggulan mereka dibangun bukan hanya lewat angka, tetapi juga kemampuan merespons tekanan. Selisih gol +11—hasil 17 gol memasukkan dan enam kebobolan—menambah bobot pada posisi mereka. Namun, keunggulan empat poin atas Dewa United belum cukup untuk membuat persaingan selesai. Dengan musim masih panjang, konsistensi Persija akan lebih menentukan daripada satu kemenangan dramatis.
Persib kembali mendekat, sementara Dewa kehilangan momentum
Perubahan paling berarti di barisan pengejar datang dari Persib Bandung. Kemenangan 2-1 atas Garudayaksa FC di Bogor pada 25 Oktober membawa Maung Bandung ke posisi keempat dengan 13 poin dari tujuh pertandingan. Gol penentu Adam Alis pada masa tambahan waktu membuat kemenangan itu terasa penting, tetapi tantangan berikutnya adalah mengubah kebangkitan menjadi rangkaian hasil konsisten. Posisi Persib hanya berjarak satu poin dari Dewa United dan sama dengan Bali United serta Madura United, sehingga ruang untuk naik masih terbuka. Sebaliknya, kekalahan Dewa 0-4 dari Arema FC membuat tim peringkat kedua gagal menjaga jarak dari Persija. Hasil itu mengingatkan bahwa posisi tinggi bisa cepat goyah: Dewa masih punya empat poin keunggulan atas kelompok 13 poin, tetapi tak boleh mengulang penampilan serupa.
Persebaya naik, perebutan papan atas makin rapat
Hasil pekan ketujuh juga mengangkat Persebaya Surabaya. Kemenangan 3-1 atas Madura United membawa Bajul Ijo naik ke peringkat ketujuh dengan 12 poin, hanya satu angka di bawah kelompok yang dihuni Bali United, Persib, dan Madura United. Perubahan itu menambah tekanan pada tim-tim yang mengejar posisi tiga besar: satu hasil positif bisa menggeser urutan, sementara kekalahan dapat membuat jarak melebar. Bali United tetap di posisi ketiga berkat selisih gol +12, meski bermain imbang 1-1 melawan Persita; Madura United turun ke urutan kelima setelah kalah dari Persebaya. Persita, yang baru memainkan enam laga, mengoleksi 12 poin di peringkat keenam. Jadi, papan atas bukan sekadar duel Persija melawan Dewa—kelompok pengejar rapat dan hasil langsung antar pesaing punya pengaruh besar.
Laga berikutnya akan menguji klaim para pesaing
Klasemen Persija memang paling meyakinkan saat ini, tetapi jadwal selanjutnya memberi para pesaing kesempatan untuk mengubah narasi. Persija akan bertandang ke markas Dewa United, laga yang berpotensi memangkas jarak sekaligus menguji ketahanan pemuncak. Persib dijadwalkan menghadapi Isenmulang Kalteng FC; kemenangan dapat menjaga momentum dan mendekatkan mereka ke tiga besar. Bagi Persebaya, kemenangan atas Madura menjadi modal, tetapi mereka perlu mempertahankan laju agar kenaikan ke peringkat ketujuh bukan lonjakan sesaat. PSM Makassar masih tertahan di papan tengah setelah bermain imbang tanpa gol melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, sementara Arema memperoleh dorongan besar dari kemenangan telak atas Dewa. Kesimpulannya, Persija pantas disebut penguasa sementara, tetapi belum aman: pekan berikutnya dapat mempertegas keunggulannya atau membuka kembali perebutan puncak.






