Play More, Eat More: Mengapa Hungry Playground Layak Jadi Destinasi Wajib
Hungry Playground adalah festival kuliner Bekasi berskala besar yang mengubah Pasar Senggol menjadi arena terpadu berisi lebih dari seratus tenant makanan, wahana hiburan bertema salju, aktivitas komunitas, hingga konser gratis musisi papan atas, sehingga pengunjung bisa menikmati pengalaman kuliner, bermain, dan gaya hidup dalam satu kawasan luar ruang yang berlangsung lebih dari sebulan penuh. Inti daya tarik Hungry Playground Summarecon ada pada keberaniannya memadukan food festival, entertainment, dan lifestyle experience dalam satu narasi “Play More, Eat More”. Alih-alih sekadar deretan stand makanan, event ini terasa seperti taman bermain raksasa yang kebetulan penuh makanan enak. Digelar di area Parkir Selatan Summarecon Mall Bekasi seluas 18.200 meter persegi, acara ini berjalan dari 14 Agustus hingga 20 September 2026, menjadikannya salah satu acara hiburan keluarga paling ambisius di kota ini. Transformasi dari Pasar Senggol menunjukkan bahwa festival kuliner masa kini bukan lagi tentang lapar perut saja, tapi juga lapar pengalaman.
110 Tenant, Dari Legendaris hingga Street Food Viral
Hungry Playground tidak main-main dalam menegaskan dirinya sebagai pusat festival kuliner Bekasi: ada 110 tenant yang dikurasi dari Jakarta, Bandung hingga Bali. Menurut Ugi Cahyono, jumlah ini termasuk pelaku usaha yang dibawa langsung dari daerah asalnya, untuk memastikan rasa yang autentik dan bukan sekadar versi imitasi kota satelit. Pengunjung bisa berpindah dari kuliner legendaris ke street food viral dalam hitungan langkah. Nama-nama seperti Klepon Gianyar Sejak 1980, Warung Babi Guling Men Malen, dan Gigi Susu menghadirkan nuansa Nusantara yang kuat. Di sisi lain, jajanan kekinian semacam Pisang Goreng Madu Bu Nanik, Cimol Keju Barito, Donatopia, Aldi’s Burger & Hotdog, Cimory Yogurt Café, hingga Riche Patisserie x Briche Burger Kalkun memanjakan generasi yang terbiasa berburu makanan hits di media sosial. Kombinasi tenant seperti Kede Cesku, ItsFryay, Ice Honey Mak Wo, dan Laoyoo melengkapi spektrum rasa dari manis, gurih, sampai pedas menggigit. Ini bukan sekadar jajaran lapak; ini adalah peta rasa yang menantang pengunjung untuk datang lebih dari sekali.
Frosty Carnival dan Jungle Kingdom: Taman Bermain di Tengah Festival Kuliner
Tagline “Play More, Eat More” terasa sah ketika melihat wahana yang dihadirkan Hungry Playground Summarecon. Di tengah semarak makanan, berdiri Frosty Carnival, yang diklaim sebagai “The 1st Airdomed Snow Park Experience in Indonesia”. Di sini, pengunjung dapat mencicipi sensasi musim dingin lewat Ice Skating dengan tiket mulai Rp80.000–Rp95.000, Snow Playground mulai Rp50.000–Rp75.000, dan Jumbo Ice Slide dengan kisaran Rp25.000–Rp70.000. Untuk acara hiburan keluarga, kombinasi ini terasa cerdas: anak-anak bisa bermain salju, orang tua beristirahat sambil menikmati kuliner, semua dalam satu area. Kehadiran Jungle Kingdom by deHakims, wahana edukasi satwa milik Irfan Hakim, menambah dimensi edukatif yang membuat festival ini bukan hanya ajang makan dan foto, tapi juga belajar mengenal fauna lebih dekat. Di era ketika keluarga mencari pengalaman yang bermakna, gabungan snow park dan edutainment satwa ini menjadikan Hungry Playground bergerak satu langkah di depan festival kuliner lain.
Konser Gratis Bekasi: Aldi Taher, Mahalini, Maliq, Juicy Luicy hingga Dewa 19
Hungry Playground menjadikan panggung musik sebagai jantung hiburan, dan di sinilah festival ini terasa paling berani. Menghadirkan musisi Indonesia yang tampil gratis di panggung utama, acara ini mengubah label konser gratis Bekasi dari sekadar gimmick menjadi magnet massa yang sahih. Lineup-nya menggabungkan nama-nama yang akrab di telinga penikmat pop dan band era 2000-an: NPD & Aldi Taher pada 15 Agustus, Mahalini pada 22 Agustus, Maliq & D’Essentials pada 5 September, Juicy Luicy pada 12 September, serta Dewa 19 Experience: Dul Jaelani feat. Axl Ramanda & Moluccan Soul pada 19 September. Jadwal yang tersebar sepanjang lebih dari sebulan membuat pengunjung punya alasan untuk kembali, bukan hanya sekali datang. Di luar pertunjukan musik, rangkaian aktivitas komunitas seperti Noraebang & Random Play Dance, Sing & Dance Competition, Coloring Competition, Showtomotive Series, hingga Sunset Fun Run setiap Minggu, memperkuat identitas Hungry Playground sebagai acara hiburan keluarga yang melibatkan berbagai minat. Ini bukan festival yang mengandalkan satu bintang tamu, melainkan kalender kegiatan yang nyaris selalu ada sesuatu di tiap akhir pekan.
Lebih dari Sekadar Pasar Senggol: Pengalaman, Komunitas, dan Dampak UMKM
Keputusan mengubah Pasar Senggol menjadi Hungry Playground bukan sekadar ganti nama; ini adalah pernyataan sikap terhadap tren gaya hidup yang kini semakin experience driven. Ugi Cahyono menegaskan bahwa transformasi ini tetap memegang komitmen memberi ruang bagi UMKM kuliner lokal, bahkan dengan skala acara yang kian besar dan beragam. Selain ratusan tenant, program khusus untuk member aplikasi Summarecon Mall seperti Shop & Win Playground dan STAR x Hungry Playground menambah lapisan benefit bagi pengunjung yang ingin merasa dihargai, bukan sekadar dihitung sebagai angka kunjungan. Dalam struktur ini, food vendors bukan objek dekoratif, melainkan aktor utama yang ikut menikmati pergerakan ekonomi yang tercipta. Hungry Playground menunjukkan bahwa festival kuliner Bekasi bisa berdiri sejajar dengan acara lifestyle besar lain, selama berani menyatukan rasa, hiburan, dan komunitas dalam satu pengalaman yang utuh. Kesimpulannya, jika ada satu event yang merangkum semangat “main lebih banyak, makan lebih banyak” tanpa kehilangan sisi kedekatan dengan pelaku usaha lokal, Hungry Playground adalah jawabannya.








