Kualitas dan Keamanan: Definisi Baru dalam Belanja Body Care
Pergeseran preferensi konsumen kecantikan menuju kualitas dan keamanan produk body care merujuk pada perubahan pola belanja, di mana konsumen tidak lagi menjadikan harga murah sebagai faktor utama, melainkan memprioritaskan kandungan, efektivitas, dan rasa aman sebagai dasar memilih pilihan body lotion berkualitas untuk jangka panjang. Dalam bahasa sederhana: produk perawatan tubuh sekarang diperlakukan layaknya investasi kesehatan kulit, bukan sekadar barang konsumtif yang bisa diganti-ganti tanpa konsekuensi. Riset Jakpat sepanjang 2025 yang melibatkan hampir 5.000 responden dari Generasi Z, Milenial, dan X menunjukkan tren ini dengan jelas, mencakup makeup, skincare, hingga body & hair care. Pada kategori makeup, kualitas produk dan hasil di kulit mendapat skor 4,48 dari 5, mengalahkan harga dan promosi yang berada di skor 4,36 serta rekomendasi influencer yang hanya 3,52. Angka-angka ini adalah sinyal tegas: konsumen sudah bosan berjudi dengan kulit mereka demi potongan harga.

Tekanan Daya Beli Mengubah Cara Konsumen Menilai "Murah"
Menariknya, pergeseran menuju kualitas bukan terjadi di ruang vakum, melainkan di tengah tekanan daya beli yang kian menekan rumah tangga. Laporan satu lembaga riset menunjukkan 41 persen konsumen mengaku kini lebih berhati-hati saat berbelanja, naik dari 34 persen setahun sebelumnya. Tekanan terhadap daya beli membuat konsumen makin selektif menggunakan uang mereka untuk produk perawatan diri, termasuk body lotion dan produk perawatan tubuh terpercaya lainnya. Alih-alih berhenti belanja FMCG, konsumen tetap membeli, tetapi hanya merek yang menawarkan value for money paling jelas. Murah, dalam konteks baru ini, bukan sekadar angka di label, melainkan kombinasi antara kualitas formula, keamanan bahan, dan hasil nyata di kulit. Jika sebuah produk tidak mampu membuktikan efek pelembap setara klaim formula pelembab advanced moisture, maka diskon besar pun terasa tidak relevan. Konsumen menolak lagi konsep "murah sekarang, mahal nanti" dalam bentuk iritasi dan masalah kulit jangka panjang.
Body Care Jadi Self-Care: Konsumen Makin Melek Kandungan
Survei terhadap 1.249 pengguna body lotion menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi di kamar mandi konsumen: kemampuan melembapkan kulit merupakan atribut paling dipertimbangkan dengan skor 4,59 dari 5. Tujuh dari sepuluh responden menyebut kecocokan dengan kondisi kulit sebagai alasan utama memilih body lotion. Aroma, formula melembapkan, dan harga memang masih diperhatikan, tetapi jelas kalah penting dibanding kesesuaian dan hasil di kulit. Ini bukan sekadar preferensi konsumen kecantikan yang berubah; ini adalah tumbuhnya kesadaran bahwa kulit punya kebutuhan spesifik. Konsumen makin melek kandungan aktif, SPF, dan potensi efek samping. Mereka membaca label, membandingkan ulasan di TikTok dan Instagram, dan menjadikan body care sebagai bagian dari self-care serta investasi kesehatan tubuh. Di titik ini, klaim body scrub efektif kulit kering misalnya, tidak lagi cukup dibuktikan dengan testimoni influencer; konsumen menuntut bukti yang lebih konkret berupa uji klinis dan pengalaman pengguna nyata.
Respons Industri: Inovasi Formula dengan Harga Tetap Kompetitif
Industri tidak tinggal diam menghadapi konsumen yang kian kritis. Satu laporan riset menunjukkan pasar beauty and personal care masih tumbuh karena konsumen mencari produk berkualitas dengan harga kompetitif. Di tengah tekanan ekonomi, perusahaan menyadari hanya merek dengan formula kuat dan positioning harga masuk akal yang akan bertahan. Salah satu pemain memperkuat strategi melalui pengembangan portofolio di kategori body care, skincare, kosmetik, fragrance, hingga personal hygiene, dengan klaim seluruh produknya telah melalui uji klinis dan bersertifikat halal, namun tetap dibanderol pada kisaran harga terjangkau. Peluncuran program nasional "Modal Berani Bersinar" yang berlangsung 21 Juli hingga 21 Oktober 2026 adalah contoh bagaimana promosi kini diarahkan bukan hanya untuk dorong penjualan, tapi juga membangun kepercayaan diri perempuan melalui konsistensi merawat diri. Strategi seperti ini menunjukkan industri paham bahwa konsumen siap membayar lebih, asalkan kualitas dan keamanan formula sepadan dengan harga yang mereka bayarkan.
Apa Artinya Pergeseran Ini Bagi Pilihan Body Care Sehari-hari?
Jika dulu rak supermarket dipilih berdasarkan warna kemasan dan besarnya diskon, kini konsumen yang rasional mau meluangkan beberapa menit untuk membaca label sebelum membeli. Riset Jakpat menegaskan bahwa untuk kategori body care, konsumen memprioritaskan kualitas, keamanan, dan kesesuaian dengan kondisi kulit, sementara harga tidak lagi menjadi penentu utama. Bersamaan dengan itu, peningkatan kehati-hatian konsumen karena tekanan daya beli menunjukkan bahwa setiap rupiah harus jatuh pada produk dengan nilai jelas, bukan sekadar mengikuti tren atau rekomendasi influencer yang kredibilitasnya mulai dipertanyakan. Pergeseran ini patut dirayakan: kulit mendapatkan perlakuan lebih serius, dan keputusan belanja menjadi lebih matang. Implikasinya bagi konsumen sederhana namun penting: pilih body lotion atau produk perawatan tubuh terpercaya dengan cara yang sama seperti memilih makanan—cek kandungan, pahami fungsinya, lihat testimoni yang kredibel. Pada akhirnya, kualitas yang konsisten selalu lebih murah daripada memperbaiki kerusakan kulit di kemudian hari.





