Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Guru PAUD dan TK: Teladan Karakter di Luar Kelas

Guru PAUD dan TK: Teladan Karakter di Luar Kelas
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Pendidik sekaligus teladan

Guru PAUD dan TK sebagai teladan karakter adalah pendidik yang bukan hanya mengenalkan pengetahuan dasar, tetapi juga mendampingi anak memahami lingkungan, bersosialisasi, dan belajar melalui contoh perilaku.

Tanggung jawab ganda itu membuat pekerjaan guru usia dini tidak patut dinilai hanya dari materi pelajaran yang disampaikan. Anak-anak belajar mengenali aturan, mengungkapkan kebutuhan, dan berinteraksi dengan teman dalam suasana yang dibangun oleh guru. Karena itu, mutu pendidikan anak usia dini bergantung pula pada kemampuan pendidik menciptakan ruang yang aman dan menyenangkan, bukan semata-mata pada kurikulum.

Besarnya peran tersebut menjadi sorotan dalam Apel Akbar 10.000 Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Jawa Tengah di GOR Jatidiri, Semarang, pada 24 Oktober 2026. Acara itu digelar dalam rangka Milad ke-107 TK ABA dan Milad ke-29 IGABA. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD dan TK atas kesabaran serta kerja keras mereka.

Fondasi karakter dimulai sejak dini

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi pembentukan karakter anak, kemandirian, kreativitas, dan keterampilan sosial. Fondasi itu tidak dibangun lewat tuntutan agar anak duduk diam dan cepat menguasai pelajaran, melainkan dengan pengalaman belajar yang memberi ruang bagi rasa ingin tahu. Bermain, bereksplorasi, bertanya, dan berkreasi perlu menjadi bagian dari proses belajar. Anak yang merasa gembira saat belajar mendapat kesempatan lebih baik untuk tumbuh percaya diri, mandiri, dan tangguh.

Kebutuhan memperluas akses masih nyata. Pemerintah mengamanatkan wajib belajar 13 tahun, yang dimulai dari PAUD dan TK atau satu tahun sebelum sekolah dasar. Namun, baru 66 persen anak yang bersekolah di SD tercatat pernah mengikuti PAUD atau TK; banyak lainnya belum memperoleh pengalaman tersebut. Angka ini mengingatkan bahwa penguatan mutu harus berjalan bersama upaya memastikan lebih banyak anak dapat mengakses layanan sejak dini.

Bagi keluarga, mutu layanan berarti anak mendapatkan tempat untuk belajar dan berinteraksi dengan aman, bukan sekadar ruang tunggu sebelum SD. Guru yang memahami kebutuhan anak dapat mengarahkan kegiatan tanpa mematikan kreativitasnya.

Keteladanan menuntut dukungan nyata

Ketika guru menjadi sosok yang ditiru, keteladanan pendidik bukan tuntutan kecil. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut guru TK sebagai panutan, sekaligus sosok seperti orang tua dan idola bagi anak-anak. Artinya, kesabaran, cara berbicara, dan sikap saat mendampingi anak merupakan bagian dari pengalaman belajar, bukan tambahan di luar pekerjaan mengajar.

Tuntutan itu terasa timpang ketika dibebankan kepada guru yang menerima penghasilan pas-pasan. Ahmad Luthfi mengapresiasi para guru yang tetap bekerja dengan hati meski menghadapi keterbatasan gaji. Penghargaan lisan penting, tetapi tidak cukup bila tanggung jawab besar tidak disertai dukungan yang layak. Dedikasi guru TK patut dihormati, sekaligus menjadi alasan untuk memperkuat kompetensi, kondisi kerja, dan kualitas layanan.

Mengharapkan guru menjadi teladan tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka berisiko menjadikan dedikasi sebagai pengganti dukungan. Anak membutuhkan pendidik yang mampu hadir dengan sabar; guru pun membutuhkan lingkungan kerja yang memungkinkan mereka menjalankan peran itu.

Komitmen harus berujung pada layanan yang lebih baik

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan komitmen untuk mendorong pendidikan bermutu dan inklusif melalui kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, organisasi masyarakat, serta lembaga pendidikan. Penguatan PAUD dan TK diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, kompetensi pendidik, serta pemenuhan hak anak atas pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang. Arah ini tepat, tetapi hasilnya perlu terasa dalam pengalaman anak dan dukungan yang diterima guru.

Peran guru PAUD teladan karakter tidak bisa dipisahkan dari sistem yang menopang pekerjaan mereka. Pelatihan pedagogik dan pengasuhan positif perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kebutuhan pendidik. Dengan begitu, pesan tentang kreativitas, kemandirian, dan sikap saling menghargai tidak berhenti sebagai slogan, tetapi hadir dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Kesimpulannya, guru PAUD dan TK bukan hanya mengantar anak mengenal pelajaran, melainkan menjadi pendamping penting dalam masa awal tumbuh kembang. Dedikasi mereka layak diapresiasi, tetapi apresiasi harus disertai langkah konkret. Mutu pendidikan usia dini akan lebih kuat bila keteladanan guru dihargai dan didukung, bukan sekadar diharapkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!