Fondasi awal yang membentuk kepribadian
Pendidikan anak usia dini adalah proses belajar pada masa awal kehidupan yang membantu anak membangun karakter, kemandirian, kreativitas, dan keterampilan sosial melalui pengalaman yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa PAUD merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter anak. Ia menyampaikan hal itu dalam Apel Akbar 10.000 Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Jawa Tengah di Semarang, Sabtu, 24 Oktober 2026. Pandangan ini patut menjadi pengingat bahwa pendidikan prasekolah bukan sekadar tempat anak mengenal huruf dan angka sebelum masuk sekolah dasar. Di usia dini, anak mulai belajar berinteraksi, memahami batasan, mencoba hal baru, serta mengembangkan rasa percaya diri. Pengalaman sehari-hari di kelas dapat membentuk cara mereka memperlakukan orang lain dan menghadapi tantangan. Karena itu, mutu PAUD seharusnya dinilai bukan hanya dari materi yang diajarkan, tetapi juga dari lingkungan yang memberi anak ruang untuk tumbuh.

Belajar dengan bahagia, bukan hanya mengejar kemampuan
Anak membutuhkan pengalaman belajar yang menyenangkan: bermain, bereksplorasi, bertanya, dan berkreasi. Ahmad Luthfi menilai suasana seperti itu membuka peluang bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan tangguh. Ini bukan pelengkap dalam pendidikan, melainkan cara penting agar anak dapat memahami lingkungan dan mengembangkan rasa ingin tahu tanpa takut melakukan kesalahan. Sekolah dan keluarga perlu melihat proses, bukan hanya hasil yang mudah diukur. Jika pendidikan prasekolah terlalu menekankan latihan akademis, anak bisa kehilangan kesempatan untuk belajar mengambil inisiatif dan bekerja sama. Sebaliknya, kegiatan bermain yang dirancang dengan tujuan memberi ruang bagi kreativitas sekaligus melatih keterampilan sosial. Pendekatan ini menuntut kesabaran dan pemahaman terhadap kebutuhan tiap anak, sehingga guru perlu didukung untuk merancang kegiatan yang aman, menarik, dan sesuai perkembangan.
Guru PAUD memikul tanggung jawab besar
Mendidik anak usia dini bukan pekerjaan mudah. Guru PAUD tidak hanya menyampaikan pengetahuan dasar, tetapi juga mendampingi anak mengenal lingkungan, membangun karakter, dan bersosialisasi. Luthfi mengapresiasi ketekunan para guru PAUD dan TK yang tetap mendidik dengan sabar meski menerima penghasilan pas-pasan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menggambarkan guru TK sebagai teladan, pengajar, pendamping, sekaligus sosok yang dekat dengan anak. Tanggung jawab sebesar itu tidak seharusnya dibalas dengan ucapan terima kasih semata. Penghargaan perlu diwujudkan melalui dukungan yang membantu guru bekerja dengan baik, termasuk perhatian pada kesejahteraan, pengembangan kemampuan, dan kondisi belajar yang memadai. Anak sulit memperoleh pendidikan berkualitas jika orang yang mendampinginya setiap hari tidak mendapat dukungan yang layak.
Dukungan nyata menentukan mutu pendidikan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan komitmen mendorong pendidikan yang bermutu dan inklusif melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, organisasi masyarakat, serta lembaga pendidikan sesuai kewenangan masing-masing. Komitmen itu perlu diterjemahkan menjadi perhatian konsisten terhadap guru dan satuan PAUD, bukan berhenti sebagai pernyataan dalam acara seremonial. Pendidikan merupakan bagian penting dari upaya memperluas kesempatan hidup anak. Namun manfaatnya tidak akan merata bila akses dan mutu pendidikan prasekolah hanya bergantung pada kemampuan keluarga atau pengorbanan guru. Dukungan lintas pihak perlu memastikan anak mendapat ruang belajar yang aman dan menyenangkan, sementara guru memperoleh sumber daya serta penghargaan yang sepadan dengan perannya. Ketika guru dapat mengajar dengan baik, anak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kemandirian, kreativitas, dan karakter yang menjadi bekal sepanjang hidup.
PAUD layak dipandang sebagai investasi pada manusia, bukan tahap singkat yang bisa diabaikan sebelum sekolah formal. Pengakuan gubernur bahwa pendidikan usia dini membentuk karakter, kemandirian, dan kemampuan sosial harus diikuti dukungan nyata bagi para pendidiknya. Menghargai guru PAUD berarti menjaga mutu pengalaman belajar anak. Kesimpulannya, fondasi masa depan anak dibangun melalui pembelajaran yang memberi ruang untuk tumbuh dan guru yang mendapat dukungan untuk mendampingi mereka.






