Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari QRIS hingga GrabFood, Pelatihan Digital Buka Pasar UMKM

Dari QRIS hingga GrabFood, Pelatihan Digital Buka Pasar UMKM
Minat|Aplikasi Ponsel

Digitalisasi harus menjawab masalah nyata

Digitalisasi UMKM adalah penggunaan alat dan layanan digital untuk memasarkan produk, menerima pembayaran, dan mengelola kegiatan usaha agar lebih mudah ditemukan serta dijalankan. Nilainya bukan pada banyaknya aplikasi yang dipakai, melainkan pada kecocokan teknologi dengan hambatan yang dihadapi pedagang.

Tiga kegiatan KKN di Losari, Awar-Awar, dan Gedawang memperlihatkan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi. Di Losari, mahasiswa KKN UNNES GIAT 17, Muhammad Zuhrifar Roihan dari Teknik Informatika, mendampingi UMKM setempat melalui pembuatan katalog dan menu digital. Sesi foto produk berlangsung pada 14 Oktober 2026 karena Warung Tengkorak sebelumnya belum memiliki materi visual untuk promosi. Langkah ini tepat untuk usaha yang perlu membuat produknya lebih menarik sebelum mengejar jangkauan pasar lebih luas.

Pendampingan tersebut berangkat dari kebutuhan dasar: usaha perlu memiliki tampilan produk yang dapat dipakai untuk mengenalkan diri. Menariknya, pemilik Warung Tengkorak kemudian meminta aplikasi kasir untuk membantu pencatatan transaksi harian. Perubahan kebutuhan ini menunjukkan bahwa pendampingan sebaiknya tidak berhenti pada luaran awal; percakapan langsung dengan pemilik usaha dapat mengungkap persoalan operasional yang lebih mendesak.

Awar-Awar menggabungkan promosi, merek, dan pembayaran

Di Desa Awar-Awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, lima mahasiswa Universitas Jember mengadakan pelatihan digitalisasi usaha bagi 49 perempuan produktif pada 27 Oktober 2026. Sasaran pelatihan mencakup pelaku usaha dengan produk beragam, seperti abon ikan, jamu sinom, tempe, dan olahan daun kelor. Masalah yang mereka hadapi tidak terbatas pada kurangnya promosi: penjualan masih mengandalkan pembeli langsung atau kabar dari mulut ke mulut, sementara identitas produk belum konsisten dan pencatatan keuangan belum rutin.

Karena itu, modulnya lebih luas daripada panduan membuka toko daring. Materi meliputi pelatihan media sosial dan marketplace, pembuatan konten serta foto produk, branding, pencatatan keuangan sederhana, dan QRIS untuk usaha. Peserta juga berlatih membuat akun serta konten promosi dari ponsel mereka. Cakupan ini masuk akal bagi usaha yang perlu membangun kepercayaan dan kebiasaan administrasi sebelum memperbesar penjualan. Minat peserta yang terlihat dalam diskusi dan praktik QRIS memperlihatkan bahwa pembayaran nontunai adalah kebutuhan konkret, bukan tambahan kosmetik.

Keunggulan pendekatan Awar-Awar ialah menghubungkan promosi dengan pengelolaan usaha. Namun, pelatihan satu kali baru menjadi langkah awal; peserta perlu terus menerapkan keterampilan dan memperbarui konten serta catatan keuangan agar manfaatnya bertahan.

Dari QRIS hingga GrabFood, Pelatihan Digital Buka Pasar UMKM

Gedawang fokus pada pemesanan dan kesiapan layanan

Di RW 08 Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, mahasiswa KKN Tematik VII Universitas Semarang melatih pelaku UMKM membuat akun GrabFood. Program ini menyasar usaha yang selama ini mengandalkan penjualan langsung, grup WhatsApp, atau pelanggan tetap. Platform pesan-antar menawarkan jalur agar produk bisa ditemukan dan dipesan tanpa menunggu pembeli datang.

Berbeda dari pelatihan Awar-Awar yang mengajarkan rangkaian keterampilan lintas kebutuhan, sesi Gedawang berorientasi pada satu saluran penjualan. Peserta dibimbing menyiapkan dokumen dan data usaha, membuat akun, mendaftarkan toko, mengisi profil, mengunggah foto, menyusun menu dan harga, serta mengatur jam operasional. Mereka juga mendapat arahan tentang layanan pesanan, mutu produk, dan ulasan pelanggan. Dengan demikian, daftar GrabFood merchant bukan sekadar urusan pendaftaran: usaha harus siap mengelola pesanan setelah tokonya tayang.

Seorang peserta, Istikharoh, mengatakan ia semula mengira prosesnya rumit, tetapi dapat mempraktikkannya dengan bantuan mahasiswa dan berharap usahanya lebih ramai setelah masuk GrabFood. Modul panduan yang dibagikan memberi peluang untuk mengulang langkah pendaftaran secara mandiri, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada konsistensi layanan dan daya tarik produk.

Dari QRIS hingga GrabFood, Pelatihan Digital Buka Pasar UMKM

Pilih keterampilan sesuai tahap usaha

Ketiga program tidak bersaing; masing-masing menjawab tahap dan kebutuhan berbeda. Losari memulai dari aset visual dan menu digital, lalu bergerak ke kebutuhan pencatatan transaksi. Awar-Awar menangani fondasi lebih luas: pemasaran, identitas merek, pembayaran nontunai, dan keuangan sederhana. Gedawang menyiapkan pelaku usaha untuk masuk ke aplikasi pesan-antar sekaligus mengelola operasional toko di sana.

Perbandingan ini penting karena pelatihan digital mudah menjadi daftar aplikasi tanpa perubahan berarti. Usaha yang belum punya foto produk memerlukan materi promosi yang layak; usaha yang sulit ditemukan perlu kanal pemasaran; sementara usaha yang sudah siap menerima pesanan membutuhkan kemampuan mengatur menu, jam buka, dan pelayanan. QRIS membantu transaksi, tetapi tidak otomatis mendatangkan pelanggan. GrabFood memperluas peluang ditemukan, tetapi bukan pengganti mutu produk dan pengelolaan pesanan.

Di Losari, hasil kerja berupa desain menu dengan foto produk diserahterimakan kepada Mas Oka pada 1 November 2026. Di Awar-Awar, mahasiswa berharap peserta menerapkan ilmu secara konsisten dan terus berinovasi; di Gedawang, harapannya ialah usaha mampu menjangkau pasar lebih luas dan menopang ekonomi keluarga. Ukuran keberhasilan berikutnya bukan jumlah akun yang dibuat, melainkan apakah keterampilan itu dipakai dan membantu usaha bekerja lebih baik.

Kesimpulannya, pelatihan digital paling berguna ketika dimulai dari masalah pedagang, lalu memberi keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan. Dari foto produk hingga QRIS dan GrabFood, dukungan lanjutan akan menentukan apakah pintu digital yang sudah dibuka benar-benar menjadi jalan menuju pelanggan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!