Drama yang mengubah hasil
Persita vs Bali United adalah laga pekan ketujuh Super League yang berakhir imbang 1-1 setelah gol pada masa tambahan waktu membuyarkan keunggulan tim tamu. Hasil di Stadion Internasional Banten, Serang, pada Minggu, 25 Oktober 2026, menegaskan bahwa kemenangan belum aman sampai peluit akhir benar-benar berbunyi. Bali United sudah berada di ambang tiga poin, tetapi Persita menolak menyerah di hadapan pendukungnya sendiri.
Bali United unggul lebih dulu pada menit ke-29. Thijmen Goppel mengirim umpan silang yang disambut sundulan Marko Dugandzic, lalu keunggulan 1-0 itu bertahan hampir sepanjang pertandingan. Bagi Persita, tekanan berulang belum cukup untuk menembus pertahanan lawan. Namun, ketekunan tuan rumah akhirnya berbuah pada menit ke-90+6: Pablo Comitre melepaskan tembakan keras di kotak penalti yang gagal dihentikan Mike Hauptmeijer. Gol menit akhir itu membuat skor kembali imbang dan merampas kemenangan yang nyaris dibawa pulang Bali United.
Gol penutup, penyelamat, dan catatan pertandingan
Ada perbedaan nama pencetak gol penyama dalam laporan yang tersedia. Satu laporan menyebut Pablo Comitre, gelandang asal Spanyol yang mencetak gol pada menit ke-90+6. Laporan lain menyebut Pablo Ganet sebagai pencetak gol injury time dari sudut sempit yang menyelamatkan Persita dari kekalahan. Karena itu, momen penentu ini tercatat dengan dua atribusi berbeda; keduanya sepakat bahwa gol pada penghujung laga menghasilkan skor 1-1.
Hasil imbang tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Persita. Sebelum laga, Pendekar Cisadane telah mengumpulkan tiga kemenangan dan dua hasil seri; tambahan satu poin menjaga tren tanpa kalah mereka. Ini lebih dari sekadar penyelamatan satu angka: Persita menunjukkan daya tahan saat menghadapi kemungkinan kekalahan, meski harus menunggu hingga detik-detik terakhir untuk mendapat ganjaran.
Satu poin untuk masing-masing, dengan rasa berbeda
Hasil akhir membuat kedua tim membawa pulang satu poin, tetapi dampaknya terasa berbeda. Persita mempertahankan rekor tak terkalahkan Persita dan menambah koleksi menjadi 12 poin, yang menempatkan mereka di posisi kelima. Bali United tetap berada di peringkat ketiga dengan 13 poin, hasil dari empat kemenangan, satu seri, dan dua kekalahan.
Bagi Bali United, kegagalan menjaga keunggulan terasa sebagai peluang yang terlepas: mereka telah memimpin sejak babak pertama, tetapi pulang tanpa tiga poin. Persita, sebaliknya, mendapat dorongan penting dari gol penyeimbang dan mampu menjaga laju positifnya. Skor 1-1 mungkin tidak memuaskan sepenuhnya kedua kubu, tetapi ketahanan Persita pada penghujung laga menjadikannya hasil yang bernilai bagi tuan rumah.
Kesimpulannya, drama gol penyama di menit akhir mengubah laga yang tampak mengarah pada kemenangan Bali United menjadi hasil imbang yang menguntungkan Persita dari sisi momentum. Persita selamat dari kekalahan dan menjaga catatan tanpa kalah, sementara Bali United harus menerima bahwa keunggulan panjang tak berarti tanpa konsentrasi hingga akhir.






