Lebih dari Sekadar Konser: Mengapa Dua Malam di JIS Begitu Mengena
Konser The Weeknd Jakarta dalam rangka After Hours Til Dawn Tour adalah pertunjukan spektakuler JIS selama dua malam yang menggabungkan setlist 40 lagu lintas era, produksi visual sinematik, dan kedekatan emosional antara Abel Tesfaye dengan ribuan XO fans yang mengubah konser stadion menjadi perayaan memori kolektif yang sangat personal. Inilah inti pengalaman yang terasa jelas sejak lampu stadion dipadamkan: kita tidak sedang menonton sekadar bintang pop, melainkan seorang seniman yang mengajak penontonnya mengulang perjalanan hidup melalui musik. Dua malam di Jakarta International Stadium pada 26 dan 27 September menjadi bukti bahwa tur stadion masih bisa punya jiwa, ketika artist berani hadir bukan hanya sebagai performer, tetapi sebagai narrator kisah panjang diskografinya.
Pembukaan Dramatis: Topeng Berkilau, Laser Hijau, dan Energi ‘Baptized in Fear’
Momen pembuka hari kedua tur After Hours Til Dawn Tour di JIS mengukuhkan reputasi konser ini sebagai pertunjukan spektakuler JIS yang sulit ditandingi. The Weeknd menyelinap ke panggung dengan wajah tertutup topeng berkilau, sementara dua sinar laser hijau memancar dari bagian mata, diapit panggung bernuansa hijau dan efek asap tipis yang terasa seperti adegan film fiksi ilmiah. Lalu tanpa basa-basi, Abel menghantam kerumunan dengan “Baptized in Fear” sebagai lagu pembuka, langsung disambung deretan hits seperti “Open Hearts”, “Wake Me Up”, “After Hours”, “Starboy”, hingga “Heartless” tanpa memberi penonton kesempatan bernapas. Keputusan menahan identitasnya di balik topeng hingga beberapa lagu adalah pernyataan artistik: malam itu bukan tentang sosok selebritas, melainkan karakter gelap yang selama ini ia bangun dalam narasi musiknya.
Setlist 40 Lagu: Dari ‘Blinding Lights’ hingga Puncak ‘Moth To A Flame’
Kekuatan konser The Weeknd Jakarta terletak pada setlist 40 lagu yang ambisius, menjelajahi enam album studio dari Kiss Land (2013) hingga Hurry Up Tomorrow (2025). Di tangan musisi lain, deretan panjang ini bisa terasa melelahkan; di tangan Abel, ia berubah menjadi kurasi perjalanan karier yang menyatu mulus. “Blinding Lights”, “Save Your Tears”, “The Hills”, “Can’t Feel My Face”, “Call Out My Name”, “Die for You”, “I Feel It Coming”, “Often”, hingga “Is There Someone Else?” bukan sekadar checklist hit, tetapi titik-titik emosi yang menyalakan sing-along massal di seluruh sudut stadion. Kutipan yang layak diabadikan dari rangkaian ini: tur After Hours Til Dawn telah menghimpun lebih dari 7,5 juta tiket di 153 pertunjukan dan menjadi salah satu tur tersukses di dunia. Malam kedua ditutup dengan “Moth To A Flame”, klimaks yang terasa seperti deklarasi akhir sebuah bab besar dalam karier The Weeknd.
Visual Besar, Detail Intim: Sexy Robot, Penari Bertopeng, dan Signing XO
Produksi visual tur ini adalah definisi pertunjukan stadion modern: besar, presisi, dan penuh narasi. Di tengah panggung berdiri maskot utama, patung berlapis emas setinggi 12 meter karya Hajime Sorayama yang dijuluki “sexy robot”, lengkap dengan mata berlampu laser, efek asap, dan kemampuan berputar 360 derajat. Penari bertopeng berjubah merah melintas seperti kultus futuristik, sementara semburan api berkali-kali di sekitar panggung mengangkat tensi emosional pertunjukan. Namun yang paling menarik adalah kontras antara skala raksasa dan detail intim: di penutupan “Moth To A Flame”, Abel melakukan signing XO ke arah kamera, lalu gestur itu diproyeksikan ke layar besar sebagai salam personal untuk ribuan XO fans. Bagi banyak penonton, ketika gestur kecil ini hadir di tengah ledakan visual, konser berubah dari sekadar tontonan menjadi pengalaman yang terasa ditujukan langsung kepada mereka.
Jakarta di Lirik, Kenangan di Hati: Janji Abel untuk Kembali
Di balik produksi raksasa, inti konser The Weeknd Jakarta adalah hubungan sang artis dengan kota dan publiknya. Mengambil jeda di tengah set, Abel mengingatkan bahwa kunjungan terakhirnya ke negeri ini terjadi saat ia ke Bali pada 2018, dan ia tak menyangka butuh waktu selama ini untuk kembali bertemu penggemarnya. Ia berkali-kali memuji energi luar biasa penonton di JIS dan bahkan memodifikasi lirik beberapa lagu dengan menyelipkan kata “Jakarta”, sebuah gestur sederhana yang terasa seperti pengakuan resmi akan kedekatan emosional malam itu. Janjinya “Melihat energi yang kalian berikan malam ini, Jakarta, aku pasti akan kembali lagi secepatnya” bukan kalimat standar tur, melainkan pengakuan bahwa dua malam After Hours Til Dawn Tour di JIS sukses mengukir memori yang signifikan bagi kedua pihak. Jika rumor bahwa ini bisa menjadi tur terakhirnya sebagai The Weeknd terbukti, maka Jakarta telah mendapatkan perpisahan yang pantas: megah, personal, dan sulit dilupakan.






