Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tiga Desain Batik Merangkai Cerita Budaya dan Modernitas

Tiga Desain Batik Merangkai Cerita Budaya dan Modernitas
Minat|Gaya Dekorasi

Kompetisi yang memberi ruang bagi cerita

Kompetisi desain batik adalah ajang yang mengajak peserta mengolah warisan budaya menjadi rancangan bermotif, sekaligus membuka ruang agar gagasan kreatif dapat bertemu dengan keterampilan perajin. Itulah nilai yang membuat Corak Cerita Nusantara lebih berarti daripada sekadar memilih desain terbaik: tradisi mendapat cara baru untuk berbicara kepada masyarakat masa kini. ShopeePay dan SPayLater mengumumkan tiga pemenang kompetisi tersebut di Jakarta pada Rabu, 4 November 2026. Diluncurkan sejak Agustus 2026, ajang ini terbuka bagi peserta dari berbagai daerah yang ingin menafsirkan budaya dan tradisi Nusantara melalui batik kontemporer. Penilaian mencakup orisinalitas, narasi budaya, daya tarik visual, serta kemungkinan menerapkan rancangan pada berbagai media. Pilihan kriteria itu tepat: motif batik modern perlu memiliki cerita, tetapi juga harus cukup luwes untuk berkembang melampaui bidang kain.

Tiga Desain Batik Merangkai Cerita Budaya dan Modernitas

Batik Kalantara menghubungkan pasar lama dan baru

Juara pertama, Nuraini Farida dari Jawa Timur, meraih penghargaan lewat Batik Kalantara dan memperoleh hadiah Rp30 juta. Daya tarik desain ini terletak pada gagasan yang mudah dipahami tetapi kaya makna: perdagangan selalu menjadi bagian dari kehidupan, meski bentuknya berubah mengikuti zaman. Motifnya mengangkat sejarah perdagangan di Indonesia dan menghubungkan pasar tradisional dengan perkembangan ekonomi digital. Simbol perdagangan, kemakmuran, dan pertumbuhan menyusun cerita tentang peralihan tanpa memutus hubungan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut Nuraini, Batik Kalantara menggambarkan perdagangan dari pasar tradisional hingga transaksi modern. Pendekatan ini membuat modernitas terasa sebagai kelanjutan, bukan pengganti, tradisi. Di antara karya pemenang, Batik Kalantara paling jelas menunjukkan bagaimana narasi budaya dapat memberi motif visual relevansi yang kuat.

Tiga Desain Batik Merangkai Cerita Budaya dan Modernitas

Dua karya lain, dua cara membaca kebersamaan

Juara kedua diraih Aisa Amaliya dari Malang, Jawa Timur, melalui Kinarya Nuswantara. Karyanya memperoleh hadiah Rp7 juta dan memadukan ornamen tradisional dengan estetika kontemporer. Terinspirasi oleh identitas budaya Malang, desain itu menekankan kreativitas, kolaborasi, serta kontribusi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Anggitara Wibowo dari Tangerang, Banten, menempati posisi ketiga lewat Nadi Nusantara dengan hadiah Rp5 juta. Desainnya memakai garis mengalir, unsur tumbuhan, dan pola geometris untuk menyampaikan denyut budaya yang menghubungkan masyarakat, warisan, dan semangat kemajuan. Keduanya memperluas gagasan kompetisi: batik bukan hanya rekaman masa lalu, melainkan bahasa visual untuk menggambarkan hubungan sosial dan perubahan. Ragam pendekatan ini membuat tiga karya tersebut terasa berbeda tanpa kehilangan benang merahnya.

Tiga Desain Batik Merangkai Cerita Budaya dan Modernitas

Kolaborasi dengan perajin menjadi ukuran keberhasilan

Pengumuman pemenang baru menjadi awal; langkah berikutnya yang lebih menentukan adalah bagaimana rancangan dapat diwujudkan dengan baik. ShopeePay dan SPayLater menyatakan akan bekerja sama dengan UMKM serta perajin batik lokal untuk menyempurnakan dan memproduksi desain pemenang. Dengan demikian, kompetisi ini menghubungkan kreativitas desainer dengan keahlian produksi, bukan membiarkan karya berhenti sebagai konsep. Dukungan tersebut penting karena perajin batik lokal dan UMKM ikut menjaga tradisi tetap hidup melalui kerja mereka. Kolaborasi juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk terlibat dalam pengembangan karya terpilih dan memperluas kontribusi mereka pada pelestarian budaya. Penilaian desain memang merayakan gagasan, tetapi keberhasilan jangka panjang akan lebih terasa ketika gagasan itu bisa dibuat dan diteruskan. Di situlah nilai paling kuat dari kompetisi ini: mempertemukan cerita, keterampilan, dan peluang kerja dalam satu proses.

Tiga Desain Batik Merangkai Cerita Budaya dan Modernitas

Tradisi yang terus bergerak

Tiga pemenang Corak Cerita Nusantara menunjukkan bahwa perpaduan budaya dan modernitas tidak harus membuat batik kehilangan akar. Batik Kalantara menautkan pasar tradisional dengan ekonomi digital, Kinarya Nuswantara memadukan ornamen lokal dengan estetika kontemporer, sedangkan Nadi Nusantara menggambarkan keterhubungan budaya dan semangat maju. Sudut pandang itu membuat kompetisi ini bernilai lebih dari sebuah penghargaan bagi desainer. Rencana untuk mengembangkan karya bersama perajin batik lokal dan UMKM memberi peluang agar kreativitas bertemu dengan keterampilan yang selama ini merawat tradisi. Kesimpulannya, batik kontemporer paling meyakinkan ketika tidak hanya tampak baru, tetapi juga membawa cerita yang berakar dan membuka ruang bagi orang-orang yang membuatnya menjadi nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!