Daya tampung feeder naik tajam
Mikrobus WiraWiri adalah kendaraan angkutan pengumpan yang menghubungkan penumpang dengan jaringan transportasi umum, dan kini membawa kapasitas lebih besar di koridor Joyoboyo–Lakarsantri. Pembaruan armada ini merupakan langkah yang tepat: ketika kebutuhan penumpang tinggi, menambah ruang angkut di rute tersebut lebih masuk akal daripada mempertahankan kendaraan kecil dengan daya tampung terbatas. Mulai Senin, 26 Oktober 2026, Pemerintah Kota Surabaya mengoperasikan 18 mikrobus untuk menggantikan armada Gran Max di rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–Lakarsantri, atau FD06. Satu mikrobus tambahan disiapkan sebagai cadangan. Pergantian ini tidak menambah jumlah unit operasional di koridor, tetapi mengubah kapasitas tiap perjalanan secara berarti. Dengan demikian, peningkatan layanan feeder Surabaya kali ini berfokus pada kemampuan mengangkut lebih banyak orang, bukan sekadar menambah kendaraan di jalan.
Sebelumnya, satu Gran Max menampung 10 penumpang. Mikrobus baru dapat membawa hingga 24 orang: 19 duduk dan lima berdiri. Artinya, kapasitas WiraWiri per kendaraan naik lebih dari dua kali lipat. Perubahan ini memberi peluang lebih banyak penumpang terangkut dalam satu keberangkatan, meski angka kapasitas maksimum sendiri belum menjamin perjalanan selalu lapang atau waktu tunggu lebih singkat. Daya tampung yang lebih besar adalah perbaikan nyata, tetapi mutu layanan tetap perlu dinilai dari kepadatan, ketepatan jadwal, dan kecukupan frekuensi.

Permintaan tinggi menjelaskan pergantian armada
Keputusan mengganti kendaraan bukan perubahan kosmetik. Dinas Perhubungan menyebut evaluasi berkala atas tingkat keterisian penumpang menjadi dasar penyesuaian kapasitas, dan kebutuhan di rute Lakarsantri dinilai tinggi. Koridor FD06 melayani hingga 1.500 penumpang sehari; sepanjang Agustus 2026, jumlah penumpangnya mencapai 49.140, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu menjelaskan mengapa Gran Max berkapasitas 10 penumpang semakin sulit menjadi pilihan yang memadai. “Rute tersebut dapat melayani hingga 1.500 penumpang setiap hari, sementara jumlah penumpang sepanjang Agustus 2026 mencapai 49.140 orang, meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.”
Dampak paling langsung bagi pengguna adalah bertambahnya kursi dan ruang angkut pada tiap kendaraan. Namun, lima penumpang berdiri pada kapasitas penuh menunjukkan bahwa kapasitas maksimum bukan berarti semua orang mendapat tempat duduk. Karena itu, pengelola tetap perlu memantau kepadatan di jam ramai dan memastikan jadwal mengikuti pola permintaan. Peremajaan ini layak dipandang sebagai penyesuaian penting terhadap kebutuhan, bukan bukti bahwa persoalan antrean atau kenyamanan otomatis selesai.
Armada lama tetap berguna, layanan perlu terus dievaluasi
Pemilihan mikrobus juga mempertimbangkan karakteristik jalan dan kondisi lalu lintas di sepanjang rute. Sementara itu, Gran Max yang sebelumnya melayani TIJ–Lakarsantri akan dialihkan untuk memperkuat layanan di kawasan Terminal Menanggal dan Terminal Manukan. Langkah ini lebih masuk akal daripada membiarkan kendaraan lama tidak terpakai: mikrobus berkapasitas lebih besar ditempatkan di koridor yang membutuhkan daya angkut tambahan, sedangkan armada yang tersedia dapat membantu rute lain. Pembaruan tersebut dengan demikian berpotensi memperbaiki pembagian kapasitas, bukan hanya satu jalur.
Dishub merencanakan pengembangan jaringan melalui 11 rute angkutan utama dan 30 rute feeder, serta menyebut rute dengan keterisian tinggi dapat ditingkatkan melalui skema Buy The Service. Arah ini menjanjikan jika evaluasi armada terus ditautkan dengan kebutuhan nyata, bukan hanya jumlah kendaraan. Pada akhirnya, 18 mikrobus baru menaikkan daya tampung rute Joyoboyo–Lakarsantri dari 10 menjadi 24 penumpang per kendaraan—perbaikan konkret bagi feeder Surabaya. Ukuran keberhasilan berikutnya harus lebih luas: apakah penumpang lebih mudah terangkut, perjalanan tidak makin padat, dan layanan tetap teratur. Kapasitas yang lebih besar adalah fondasi yang baik; konsistensi operasional yang akan menentukan manfaatnya.






