Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Festival Anak Sholeh: Menumbuhkan Generasi Qur'ani Sejak Dini

Festival Anak Sholeh: Menumbuhkan Generasi Qur'ani Sejak Dini
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Festival Anak Sholeh: Dari Kompetisi Menjadi Gerakan Pendidikan Qur'an Anak

Festival Anak Sholeh adalah rangkaian kompetisi islami anak yang disusun secara terstruktur di berbagai daerah untuk memadukan pendidikan Qur'an anak, pelatihan keterampilan, dan pembentukan karakter dalam satu ekosistem pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini. Di sinilah pesan pentingnya: FASI bukan sekadar lomba, melainkan gerakan yang menjadikan kecintaan pada Al-Qur'an sebagai pusat seluruh proses belajar dan berkompetisi. Di Kabupaten Tabalong, FASI ke-16 digelar sebagai upaya sadar untuk membangun generasi Qur'ani yang berprestasi dan percaya diri, bukan hanya hafal teks tapi menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam sikap sehari-hari.

Tabalong: Kompetisi Qur'an Sebagai Laboratorium Kepercayaan Diri Anak

Penyelenggaraan Festival Anak Sholeh ke-16 tingkat Kabupaten Tabalong dibuka langsung oleh Bupati Muhammad Noor Rifani pada 19 Agustus 2026 di Halaman Pendopo Bersinar Pembataan. Fakta bahwa ratusan anak ikut serta menunjukkan betapa kuat peran kompetisi islami anak sebagai magnet pembinaan. Sebanyak 422 peserta dari tingkat TK, TPA, dan TQA berkompetisi dalam 10 cabang lomba; mulai dari tartil, azan, mewarnai, ceramah agama, menggambar, tilawah, kaligrafi hingga tahfidz Juz ‘Amma. Di sinilah FASI berfungsi sebagai “laboratorium kepercayaan diri”: anak belajar tampil di depan umum, disiplin, dan menghargai kerja keras. Program ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan pengembangan potensi santri di bidang Al-Qur'an dan keagamaan yang menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah.

Banda Aceh: 53 TPQ, 1.050 Anak, dan Mesin Pencetak Generasi Qur'ani

Jika Tabalong adalah contoh skala kabupaten, FASI Kota Banda Aceh menunjukkan bagaimana TPQ pembelajaran Qur'an dapat diorkestrasi dalam skala kota. Di Masjid Jamik Lueng Bata, FASI 2026 dibuka dengan pawai kafilah dan mempertemukan 1.050 peserta dari 53 TPQ yang mengikuti 44 cabang lomba selama tiga hari. Ini bukan sekadar keramaian; ini adalah “mesin pencetak generasi Qur'ani”. Tema resmi kegiatan menegaskan bahwa FASI adalah ruang pembentukan karakter anak yang berlandaskan nilai Al-Qur'an, bukan hanya ajang lomba. Kepala DSI Alimsyah menyebut FASI sebagai upaya strategis membentuk generasi emas yang berkarakter dan cinta Al-Qur'an. Pernyataan ini penting: tanpa keberlanjutan pembinaan dan dukungan semua pihak, pendidikan Qur'an anak berisiko berhenti pada seremoni tahunan, bukan proses jangka panjang.

Dari Lomba ke Karakter: Mengapa FASI Relevan untuk Masa Depan

Kekuatan Festival Anak Sholeh terletak pada kemampuannya menggabungkan tiga unsur: pembelajaran Qur'an yang terstruktur, kompetisi islami anak yang menantang, dan penguatan karakter yang berakar pada akhlak mulia. Di Tabalong, FASI dirancang untuk membentuk generasi Qur'ani yang berprestasi, percaya diri, dan berakhlakul karimah. Di Banda Aceh, arah yang sama terlihat jelas: anak tidak didorong hanya untuk menang, tetapi untuk tumbuh dengan kecintaan pada Al-Qur'an sebagai bekal menuju generasi emas. Inilah alasan FASI relevan: ketika sistem pendidikan formal sering abai pada aspek spiritual dan moral, jaringan TPQ pembelajaran Qur'an menemukan fungsi baru sebagai pusat pembinaan karakter. FASI mengubah hafalan menjadi kebiasaan, kompetisi menjadi pendidikan, dan anak-anak menjadi generasi Qur'ani yang siap memikul amanah di masa depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!